High School Love Story

High School Love Story
HSLS 45



Perjuangan kamu tidak akan sia-sia sayang,terus berjuang sampai bang Ray merasa kalau kamu memang pantas untuk di pertahankan.Batin Bella,kadang Bella juga tidak tega saat melihat Dea melamun di taman,kadang juga menangis saat mau tidur.Tapi Bella juga kecewa karena dulu Dea tidak melihat seberapa besar perjuangan Gavin.


"Selamat tidur kakak ipar." Ucap Bella sambil mengelus pucuk kepala Dea.Setelah itu Bella membersihkan diri dan menyusul Dea ke alam mimpinya.


***


Keesokan harinya seperti biasa Dea melakukan kegiatan seperti hari-hari sebelumnya.Begitu juga dengan Bella dan Dena.


Mereka sarapan bertiga bersama-sama,setelah itu Dea mengantar Dena dulu ke kampusnya karena Fano yang hari ini tidak bisa menjemput Dena.


Setelah dari kampus Dena,Dea dan Bella pergi ke kampusnya.Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di kampus,dan mereka langsung menuju kelas karena hari ini ada kelas pagi.Kelas dimulai.


1jam


2jam


Akhirnya kelas Dea dan Bella selesai.Dea izin pergi ke kamar mandi awalnya Bella ingin ikut menemani tapi Dea melarangnya.Akhirnya Bella menunggu Dea di kantin.


Saat Dea berjalan ke kamar mandi,dia di hadang oleh Zanna.Dea berusaha menghindar tapi Zanna mencekal tangannya kuat.


"Lo jangan sok kecantikan di kampus ini,mentang-mentang lo di kejar sama Farel dan Juan lo jadi sombong.Inget ya De,Farel itu calon tunangan gw dan lo gak bisa ambil Farel lagi.Dasar jal**ng." Teriak Zanna sambil menarik rambut Dea.


"Oiya dan satu hal lagi,lo gak usah berharap soal Gavin balik lagi sama lo,Gavin itu udah meninggal kalau gak meninggal kenapa dia gak balik-balik coba.Kasihan ya lo pas udah peduli eh orangnya mati,makanya jadi cewek jangan kayak cabe cantik sih tapi sayang murah." Sambung Zanna.


Plakkkk ini buat lo yang bilang gw jal**ng


Plakkkk dan ini buat lo yang bilang kalo Alden mati


Dua kali tamparan di pipi Zanna.Cukup sudah emosi Dea karena perkataan Zanna.Setelah itu Dea pergi ke taman untuk menenangkan hati dan pikirannya.Sebelumnya dia juga sudah mengirim pesan kepada Bella.


Beberapa saat kemudian,Bella datang menghampiri Dea.Dea yang sedang melamun tidak sadar dengan adanya Bella.


Tidak ada jawaban dari Dea.


"Kalau ada masalah cerita gak baik di pendem sendiri."Kali ini Bella mulai jengah.Dea menggeleng membuat kesabaran Bella habis.


"Delia lo anggep gw apa sih,udah tiga tahun kita bareng dan lo masih gak bisa terbuka sama gw.Setiap ada masalah gw selalu cerita sama lo meskipun lo gak pernah mau mengerti perasaan gw.Kalo emang gw cuma pengganggu di hidup lo gw pergi dan terimakasih atas persahabatan palsu selama tigatahun ini,dan semoga lo gak nyesel suatu saat setelah lo tau semuanya.Gw kecewa terimakasih." Ucap Bella berlinang air mata dan meninggalkan Dea begitu saja.Bella sudah cukup lelah dengan sifat Dea,Bella sesungguhnya tidak benar-benar marah hanya saja dia ingin Dea sadar dengan kesalahannya sendiri.


"Arghhhhhhh bodoh,gw bodoh karena sikap gw sahabat yang setia nemenin gw selama tigatahun pergi.Lo emang gak pantes di sayangi Adelia.Alden pergi Bella pergi semuanya aja pergi.Maafin gw Arabella." Ucap Dea sambil menangis.


Setelah itu Dea pulang ke rumah tapi dia tidak melihat Bella.Barang-barang Bella juga tidak ada di kamar Dea,tandanya Bella benar-benar marah dengan Dea.


Semoga kamu bahagia sahabat terbaikku.Batin Dea.


Sementara di lain tempat,Bella sudah berada di bandara ia ingin melanjutkan kuliah semester terakhirnya di Canada.Bukan karena Bella benci dengan Dea,karena dia memang berniat menyelesaikan gelar S1 nya di sana.Dan juga itu waktu yang ditentukan oleh Gavin.


~Bang hari ini gw take off ke Canada.


Isi pesan itu.


Sementara Gavin,tersenyum adiknya bisa bertahan dengan sikap Dea selama tigatahun.Gavin sebenarnya tau pertengkaran Dea dan Bella,tapi Gavin tidak bisa menyalahkan Bella karena pada dasarnya sifat Dea saja yang keras kepala.


Tunggu beberapa bulan lagi.Batin Gavin.


.


.


.


Jangan pernah bosan untuk baca yaa:)