
" Iya lah,kalo gak gitu gak akan ada drama antara tuan Raymond dan Nyonya Krismantara."
"Jadi kita tetap jadi sahabat?." Tanya Bella.
"Iyaa dongg sekaligus kakak ipar." Jawab Dea tersenyum.
"Yaudah biar mereka kangen-kangenan dulu kita tinggalin aja." Ajak Bella sengaja menggoda Gavin dan Dea.
"Ara jangan lupa nanti siang anterin Delia ke butik mommy." Ucap Gavin dan di angguki oleh Bella.
Setelah itu semua orang meninggalkan ruangan Gavin,mereka juga akan mempersiapkan acara pesta nanti malam perayaan sekaligus peresmian tunagan Gavin dan Dea.
Setelah kepergian semua orang. Dea tanpa malu langsung memeluk Gavin kembali.
" Hey kenapa hmm.." Tanya Gavin lembut sambil mengelus pucuk kepala Dea.
" Udah sih diem lagi ngelepas rindu juga,tau gak nunggu selama itu gak enak." Omel Dea.Inilah yang di rindukan oleh Gavin,semua tingkah laku kekanak-kanakan dari Dea.
Gavin mengajak Dea duduk di sofa ruangannya sambil bercerita.
"Sebenarnya aku sudah beberapa bulan kembali ke sini tapi setiap aku mau ketemu kamu selalu saja menghilang." Ucap Gavin,Dea memandang Gavin dengan bingung . Dea juga tidak melepaskan pelukannya sedari tadi membuat Gavin merasa sangat senang.
" Iya,yang pertama pas waktu pesta perayaan ulang tahun kampus kamu aku di undang ke sana. Aku udah nyuruh Brianna buat bisa bujuk kamu ngeliat penyambutan pemegang saham di kampus tapi kamu menolaknya mentah-mentah." Jelas Gavin.
" Jangan bilang kampus itu milik kamu." Ucap Dea.Gavin hanya menganggukkan kepala sementara Dea sudah berpikir demikian.
" Yang kedua."
". Pas pesta topeng itu." Ucap Gavin.
"Jadi waktu di pesta itu kamu?."
"Hm."
"Pantes aja aku familiar dengan aroma tubuh kamu." Ucap Dea.
"Tapi tetep aja,kamu jahat kenapa gak langsung nemuin aku aja." Ngambek Dea.
"Hm terimakasih buat semuanya Al,penantianku akhirnya terjawab dengan hal yang lebih dari apa yang aku bayangkan." Ucap Dea berkaca-kaca.
"Sayang semua untuk kamu." Ucap Gavin sambil mencium kening Dea.
" Peluk." Rengek Dea dengan manja.
"Idihh manja banget." Ucap Gavin.
" Bodoamat gak denger."
Hahahahaha tawa Gavin pecah,akhirnya dia menemani Dea dengan terus memeluk Dea sampai-sampai Dea tertidur di pelukannya.
"Aku berjanji tidak akan pernah membuatmu bersedih sayang." Ucap Gavin lirih...
Sementara di lain tempat,ada seseorang yang sangat tidak terima dengan kabar pertunangan Gavin dan Dea siapa lagi kalau bukan Farel. Farel tidak mau melihat Dea bersama dengan Gavin.
"Apapun caranya Dea hanya akan menjadi milik gw seutuhnya." Ucap Farel lirih sambil tersenyum licik. Dia sudah tidak peduli dengan Zanna karena obsesinya yang terlalu besar kepada Dea.
***
Siang harinya Bella menjemput Dea pergi ke butik dan salon untuk mempercantik Dea. Awalnya Dea menolak tapi karena paksaan dari tunangan dan sahabatnya akhirnya Dea mau.
Sedari tadi Dea masih belum pulang ke rumahnya dia lebih memilih istirahat di dalam ruangan Gavin.
Kabar tentang pertunangan mereka juga sudah tersebar ke semua mancanegara tetapi Gavin hanya mengundang karyawan perusahaannya saja karena ini masih acara pertunangan beda dengan pesta pernikahannya nanti.
Bella membawa Dea ke salon langganannya dan setelah itu membawa Dea ke butik milik mommy nya.
"Nitip abang gw ya De. Gw sayang banget sama dia."
.
.
jangan pernah bosen yaa:)