
Hari ini sekolah Gia kedatangan teman baru membuat semua murid heboh.Tapi tidak dengan Gia,Iffy,dan Zea.
"Ze gue sama Iffy izin yah." Seru Gia.
"Mau kemana." Tanya Zea.
"Biasalah,hari ini pelajaran sejarah males banget gue harus nulis berlembar-lembar cerita sejarah yang gak ada ujungnya." Jawab Iffy.
"Gak,diem di sini atau gue aduin ke kepala sekolah." Ujar Zea dengan nada mengancam.
"Ah Zea mah gak seru." Ucap Gia mengerucutkan bibirnya.
"Yaudah kalian bolos aja sana,tinggal gue kasih tau tante Dea sama tante Dena." Seru Zea. Memang semenjak Zea pergi ke rumah Gia waktu itu,Zea juga menjadi dekat dengan Dena.
Bel masuk berbunyi,wali kelas Gia masuk sambil menggandeng tangan dua orang wanita cantik di kanan kirinya. Membuat kelas menjadi ricuh,tapi tidak dengan Devan cowok itu sudah terbang ke alam mimpinya.
"Selamat pagi anak-anak."
"Pagii buu."
"Giana,tolong bangunkan Devan ini masih pagi kenapa dia sudah tidur." Perintah bu Clara.
Gia mengiyakan dan langsung membangunkan Devan walau awalnya agak ragu.
"Dev,bangun ada bu Clara." Seru Gia sambil sedikit mengguncang tubuh Devan.
Devan menggeliat dan sedikit emosi karena ada yang berani mengganggu tidurnya. Tetapi setelah dia meliat Gia yang membangunkannya,Devan mengurungkan niatnya untuk memarahi Gia. Entahlah semenjak kejadian waktu itu Devan menjadi sangat peduli dengan Gia bahkan dia selalu memantau Gia secara diam-diam.
Sementara kedua murid baru di depan langsung terpana melihat Devan,memang di kelas itu Devan dan Ansel yang menonjol di antara lainnya.
"Silahkan perkenalkan nama kalian." Perintah bu Clara.
"Perkenalkan nama saya KANAYA FERLITA GIBRAN panggil saja Kana,mohon bantuannya teman-teman." Ucap Kana sambil tersenyum manis tapi tatapan matanya selalu mengarah kepada Devan. Sementara Devan merasa sangat risih dengan Kana.
Sedikit tentang Kana.
Dari namanya saja sudah dipastikan anak dari Farel mantan Dea mamanya Gia dulu. Farel menikahi Zanna dengan terpaksa tetapi mereka mempunyai seorang putri yang diberi nama Kana. Tapi sekarang Farel dan Zanna bercerai,Farel memilih tinggal di luar negeri dan menikah lagi,dan itu membuat Zanna menggila akhirnya dia menyuruh Kana untuk membalaskan dendamnya kepada Dea melalui anaknya Gia. Awalnya Kana tidak mau tapi setelah Zanna menceritakan cerita palsu kepada Kana,akhirnya Kana mempunyai rasa benci kepada keluarga Gia.
Back Sekolah...
"Perkenalkan nama saya SHAREN PRATISTA SAPUTRA,panggil saja Sharen." Ujar Sharen. Sharen adalah anak semata wayang dari pasangan Brianna dan Juan. Brianna bekerja sama dengan Zanna untuk membalas dendam kepada Dea,awalnya Brianna tidak berniat seperti itu tapi karena hasutan Zanna,Brianna jadi termakan semua ucapan Zanna.
"Kalau begitu,Kana dan kamu Sharen silahkan kamu duduk di samping meja Gia." Perintah bu Clara. Setelah itu bu Clara meninggalkan kelas karena hari ini sampai jam istirahat free class.
Para siswa di kelas Gia berusaha kenal lebih akrab dengan Kana dan Sharen,tapi tidak dengan Devan dan Ansel yang dari awal memang tidak menyukai mereka yang gayanya kecentilan.
"Giana." Panggil Devan lirih. Merasa di panggil Gia menoleh ke belakang dan mendapati Devan yang sedang memandang dirinya.
"Apa." Tanya Gia.
"Maafin gue ya,gue gak mau kita jadi asing kek gini gue maunya kita adu bacot kek dulu. Hahha." Ujar Devan diakhiri dengan tertawa membuat Gia yang awalnya serius mendengarkan menjadi malas dengan Devan.
"Serah lo deh ketan." Seru Gia malas.
"Ah Gigi mah gak seru." Ucap Devan menggoda Gia.
"Apa lo bilang?."
"Gigi."
"Tau ah."
"Gitu aja marah."
"Bodoamat."
"Udah-udah mumpung kita free class mending ke kantin yok laper nih." Seru Ansel. Gia dan yang lainnya pun mengiyakan. Akhirnya mereka berempat pergi ke kantin sedangkan Zea? jangan ditanya dia lebih memilih di kelas untuk membaca buku novel terbarunya.
Sementara Kana dan Sharen selalu melihat gerak gerik Gia,karena dari awal dia sudah tau tentang Gia dari info orangtua mereka berdua.
.
.
.