
Hari ini adalah hari kepulangan Gia setelah selama 3hari di rawat di rumah sakit. Gio semakin possesive kepada saudara perempuannya itu.
Hari ini Gia memaksa untuk tetap masuk sekolah padahal Gavin sudah melarang keras tapi ya itulah Gia sangat keras kepala.
"Pokoknya Gia mau sekolah,kalau Dad sama Mom ga ngizinin Gia, Gia gak mau makan apalagi bicara sama Dad dan Mom." Sarkas Gia berlalu masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu.
"Sayang sebaiknya kita izinin Gia sekolah saja kamu tau kan anak itu sangat keras kepala." Bujuk Dea kepada Gavin.
"Tapi kan ini semua demi kebaikannya dia sendiri sayang." Jawab Gavin.
"Iya aku paham,tapi apa kamu mau Gia gak mau bicara sama kita? Hm."
"Ah,yasudahlah aku izinin tapi dengan alasan aku yang harus nganterin Gia."
"Baiklah,kamu susul Gia ke kamarnya aku mau bikin bekal buat Gia dan Kenzo." Ucap Dea berlalu pergi.
Saat masih di dapur tiba-tiba kenzo menghampiri Dea.
"Selamat pagi tanteku yang cantik." Seru Kenzo
"Selamat pagi sayang."
"Buat bekalnya kok tiga tan,kan Gianya gak masuk sekolah." Tanya Kenzo bingung.
"Kamu tau Gia kan,semakin dilarang akan semakin keras kepala. Akhirnya om kamu ngiziin Gia sekolah dengan catatan om Al yang nganterin." Jelas Dea.
"Baguslah tan Kenzo bisa ikut om Al juga." Seru Kenzo.
"Itu lebih baik. Oh ya nanti bekal yang satunya lagi kasih ke Iffy ya."
"Siap tante.".
Tidak berapa lama kemudian Gavin turun dari kamar bersama Gia yang sudah selesai bersiap.
"Mom Gia berangkat dulu ya." Pamit Gia.
"Iya hati-hati sayang."
"Eh bang Gio mana mom?" Tnya Gia.
"Abang masih tidur kayaknya dia kecapek an lagian sekarang katanya gak ada jadwal kuliah." Jelas Dea.
"Om Kenzo ikut om Al yah." Seru Kenzo.
"Traktir Gia makan es cream asal ntar." Jawab Gia cepat.
"Siap tuan putri."
Gavin dan Dea menggelengkan kepala melihat tingkah laku mereka berdua. Setelah itu Gavin mengantar Gia dan Kenzo pergi sekolah.
"Dad nanti di depan ada supermarket berhenti sebentar yah,Gia mau beli youghurt." Ucap Gia.
"Hm." Jawab Gavin.
Setelah sampai di supermarket Gia langsung turun tanpa memperdulikan Gavin dan Kenzo.
"Kenz om harap kamu bisa jaga Gia seperti Gio menjaga Gia." Ucap Gavin. Kenzo hanya tersenyum mendengar permintaan Gavin.
"Kenzo udah anggep Gia seperti adik perempuan Kenzo sendiri om,jadi om Al tidak perlu khawatir Kenzo akan lindungi Gia seperti bang Gio." Jelas Kenzo.
"Om percaya sama kamu nak.".
Tak berapa lama kemudian,Gia kembali dengan membawa sekantong plastik yang ada di tangannya.
"Gila,lo ngapain beli youghurt segini banyak Gi." Tanya Kenzo.
"Gausah kepo bisa." Sarkas Gia.
"Pelit lo Gi."
"Bodoamat sayang." Jawab Gia sambil ketawa karena berhasil membuat Kenzo kesal dengannya. Sementara Gavin tersenyum kecil melihat putrinya.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di sekolah. Banyak pasang mata yang memandang iri kepada Gia karena bisa bersama Kenzo anak baru yang sangat tampan,tanpa mereka ketahui kalau Gia dan Kenzo adalah sepupu.
Setelah mengantarkan Gia ke kelasnya Kenzo pamit untuk masuk ke kelas yang berbeda dengan Gia. Ketika Gia akan masuk ke dalam kelas tiba-tiba tangannya di tahan oleh Devan.
"Gi,plis gw mau ngomong sebentar." Seru Devan lirih.
Tanpa menjawab,Gia langsung menarik tangannya secara kasar dan berlalu masuk ke dalam kelas meninggalkan Devan yang masih mematung di depan kelas.