High School Love Story

High School Love Story
S2#14



Setelah kejadian di kantin beberapa hari yang lalu,Iffy sudah bisa melupakan Aly walaupun dia masih merasa sakit hati.


"Gi lo hari ini ada acara gak?." Tanya Iffy.


"Kayaknya gak ada Fy,kenapa."


"Nongkrong yuk,ajak sekalian bang Gio.Jadi kita berenam kan pas tuh cowok tiga ceweknya juga tiga."


"Kalau bang Gio mau ya,gue coba tanya dulu."


Setelah itu Gia mencoba menghubungi Gio tapi setelah beberapa kali masih tidak ada jawaban. Tidak berapa lama kemudian ada notifikasi pesan masuk ke ponsel Gia.


(Mommy👑 : Nanti pulang sekolah langsung pulang ya sayang,ada sahabat mom sekaligus saudara daddy dari canada)


(Oke mom nanti Gia langsung pulang)


"Maaf Fy,keknya gue gak bisa ikut kalian dulu mommy nyuruh gue cepet pulang soalnya ada tamu di rumah." Seru Gia tidak enak hati.


"Yaudah gak papa Gi lagian kan lo ada urusan keluarga bukannya gak mau nemenin gue."


"Tapi kalau lo mau ke rumah gak papa nanti pulang bareng gue."


"Next time aja Gi,gue lagi bosen pengen jalan."


"Yaudah gue bilang sama yang lain dulu biar mau nemenin lo." Ujar Gia,Iffy pun mengiyakan.


"Dev,Sel. Nanti pulang sekolah kalian ada acara gak." Tanya Gia,mereka berdua sama-sama menggelengkan kepala.


"Mau dong temenin Iffy jalan." Seru Gia.


"Boleh sih Gi,siapa aja." Tanya Devan.


"Iffy sama Zea sama lo berdua juga,kalau gue gak bisa soalnya ada urusan keluarga nyokap nyuruh langsung balik."


"Yaudah nanti kita temenin mereka."


"Uuuu makasih Ansel." Ujar Gia meng imut-imutkan wajahnya. Membuat Devan dan Ansel gemas.


Sementara Kana da Sharen sedari tadi tidak pernah melepas pandangannya dengan Gia tanpa sepengetahuan Gia. Tapi tidak dengan Devan,dia merasa curiga dengan tatapan mereka berdua.


__________


Pulang sekolah setelah Gia berpamitan kepada teman-temannya,dia masuk ke mobil Gio. Gio sengaja ingin menjemput Gia karena ada suatu hal yang mengganggu pikiran Gio akhir-akhir ini.


Dimobil.


"Bang,sahabatnya mommy siapa sih." Tanya Gia.


"Ah masa."


"Iya abang kurang suka soalnya pas dia sampai di rumah tadi pagi selalu ngeliatin abang risih tau gak."


"Hahaha mungkin dia liatin abang terus karena ada iler di pipi abang."


"Dasar adek durhaka."


"Iddih gitu aja baper,eh bang berhenti di supermarket depan yah Gia mau beli youghurt." Gio pun mengiyakan.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah. Setelah mengucapkan salam mereka berdua masuk ke dalam.


"Wah,De ini anak kamu yang kamu ceritain itu. Cantik banget ponakan aunty." Ujar Bella sambil memeluk Gia,dengan senang hati Gia menerima pelukan Bella.


"Terimakasih aunty,aunty juga cantik." Seru Gia.


Setelah itu Gia bersalaman kepada Rico.


"Kenalin nak,ini anak uncle." Ujar Rico.


"Hy,kenalin gue RHEINA CLARANDA R. panggil aja Rheina." Seru Rheina sambil berjabat tangan dengan Gia.


"Gue Giana Zafra panggil aja Gia." Ujar Gia sopan.


Setelah itu Dea menceritakan masalunya bersama Bella saat masih kuliah.


"Beruntung sifat dingin lo gak nurun sama ponakan gue,kalau sampai wah bisa-bisa gak ada yang mau jadi temennya." Heboh Bella.


"Iya dulu abang juga berpikir Gia akan menuruni sifat Dea,tapi nyatanya enggak." Sambung Gavin.


"Emang kenapa,kalau Gia nurun sifatnya dari aku dia kan anak aku." Sungut Dea kesal.


"Tuh kan Gia,apa yang aunty bilang mom mu cepet baper orangnya."Goda Bella.


"Mom,meskipun sifat Gia tidak seperti mom Gia tetap Gia anaknya mom Dea dan Dad Alden." Seru Gia membujuk momnya yang sedang kesal.


"Sayang mom tidak marah,hanya saja mom kesal jika mengingat sifat mom dulu yang kurang menghargai orang." Seru Dea membuat Bella akhirnya minta maaf sudah mengungkit masalalu.


.


.


.