High School Love Story

High School Love Story
S2#29



Keesokan harinya.


Gia dan Rheina di antar oleh Gio ke sekolah,Gio sengaja bersikeras mengantar mereka karena ingin menemui kekasihnya Zea.Gia yang sudah mengerti keinginan abangnya merasa senang karena bisa membantu Gio menemukan gadis yang dicarinya selama duabelas tahun.


"Nanti pulangnya abang jemput,sekalian ajak teman kalian buat pesta BBQ di rumah." Ujar Gio.


"Emang ada acara apaan bang." Tanya Rheina.


"Hanya syukuran kecil-kecilan karena bang Gio sudah mendapatkan apa yang dia mau setelah mencari selama duabelas tahun Rhein." Ujar Gia tersenyum.


"Wahh kalau begitu congrats ya bang." Seru Rheina.


Sementara Gia dan Gio saling pandang,mereka berdua merasa bersalah dengan Rheina tapi mau gimana lagi setiap perasaan seseorang tidak akan pernah bisa dipaksakan.


Setelah sampai di depan gerbang sekolah.


"Eh Gi bang Gio,Rheina turun duluan ya soalnya buru-buru." Ujar Rheina dan diangguki oleh Gia dan Gio.


"Abang sampe segitunya buat pesta hanya ingin berduaan dengan Zea." Goda Gia.


"Ini bukan hanya tentang ingin berdua dengan Zea Gi,tapi abang ingin merayakan pertemuan abang kembali dengan Zea." Jelas Gio.


"Tapi bang,Gia lagi pikirin Rheina.Bagaimana kalau Rheina tau bang Gio sama Zea,Gia kasihan sama dia bang walau bagaimanapun dia saudara spupu kita." Seru Gia.


"Abang paham,tapi lebih baik kan kalau Rheina mengetahuinya dari awal biar dia tidak terlalu sakit."


"Iya juga sih,tapi-. Ah sudahlah Gia mau masuk dulu,mau nyapa kakak ipar ." Goda Gia,sementara Gio tersenyum melihat Gia yang bahagia karena dirinya bersama Zea.


Kalau Gia sudah setuju,tidak menutup kemungkinan Mom sama Dad juga akan setuju.Batin Gio.


Setelah itu Gio mencoba menghubungi Zea.


"Halo sayang." Panggil Gio,sementara Zea yang dipanggil dengan sebutan itu menjadi malu sendiri sekaligus bahagia.Padahal di dekatnya ada Iffy dan tak lama kemudian Gia datang masuk ke kelas.


"Iya ada apa" Jawab Zea.


"Jagain adik ipar kamu." Perintah Gio.


Blusshhh.Pipi Zea langsung memerah seperti buah Cherry.Gia dan Iffy menggoda Zea habis-habisan karena merasa malu,Zea langsung memutuskan sambungan telfonnya.


"Wuihhhh kakak ipar." Goda Gia,membuat Zea menatapnya malas.


"Maksud lo kakak ipar? gimana sih Gi." Tanya Iffy penasaran,karena tadi yang dia tau Zea sedang dihubungi oleh teman dekatnya.


"Lo tau gadis yang bang Gio cari selama duabelas tahun ini?." Tanya Gia,Iffy pun menggeleng.Tapi dia tiba-tiba tersadar sesuatu.


"Jangan bilang itu Zea." Seru Iffy,dan di angguki oleh Gia.


"Ya ampun Zea,kakak ipar spupu gue." Ujar Iffy dan langsung memeluk Zea,diikuti oleh Gia.Zea merasa terharu karena hubungannya dengan Gio diterima oleh semua orang tersayang Gio.


Sampai akhirnya Devan dan Ansel datang mengkagetkan mereka semua.


"Widdihhh apa-apaan nih pagi-pagi udah pelukan kek teletubis." Goda Ansel.


"Diem lo,kek gak bisa liat orang seneng aja." Seru Gia.


"Eh Gi,gue lupa bilang sama lo kalau sekarang gue sama Ansel udah jadian." Seru Iffy tiba-tiba membuat mereka semua kaget tapi tidak dengan Ansel.


"Whatt ! seriously." Pekik Gia.


"Iya Ansel udah izin langsung sama Mama dan Papa saat acara keluarga Abraham kemarin dan mereka ngizinin gue." Jelas Iffy.


"Hahahaha oke oke,gue turut berbahagia atas kalian Stepi dan Ransel." Goda Gia membuat Iffy memutar bola matanya malas.


"Tinggal lo sama Devan belum." Ujar Zea tiba-tiba.


"Zea bentar lagi akan jadi kakak ipar gue." Ujar Gia dengan bangganya.


"Dan jangan lupa juga kakak ipar spupu gue." Sambung Iffy.


"Hahahaha jadi pawang kalian selamanya dong."Goda Ansel.


"Ah iya gue lupa." Seru Gia,memikirkan mulai sekarang pasti Zea akan selalu mengawasinya dan tidak bisa berlaku seenaknya lagi.


"Tenang gue gak gigit." Seru Zea. Membuat Iffy dan yang lainnya tertawa kecuali Gia. Gia menatap mereka semua dengan perasaan kesal.


Sementara Kana dan Sharen yang mendengar itu menjadi kesal tapi mereka juga senang karena tau kelemahan dari seorang Gio.


Jam istirahat..


Gia dan teman-temannya saat ini berada di kantin.


"Btw nanti malem kalau kalian gak sibuk dateng ke rumah ya,bang Gio mau buat pesta BBQ kecil-kecilan." Ujar Gia.


"Ah pasti karena Z-." Ujar Iffy yang hampir menyebut nama Zea,tapi Gia segera membekap mulut Iffy.


"Karena apa Fy." Tanya Rheina.Iffy yang menatap Gia.


Iffy menatap Gia,sedangkan Gia menatap Iffy tajam membuat Iffy menelan ludahnya kasar.


"Eh itu karena bang Gio pasti sudah merencanakannya jauh-jauh hari." Ujar Iffy berbohong,Rheina tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Devan,Ansel kalian juga datang ya.Nanti ada Kenzo juga." Ujar Gia.


"Yoi Gi,kita pasti dateng ya gak Dev." Seru Ansel,dan Devan hanya menganggukkan kepalanya.


Sementara Zea,merasa heran kenapa Gia sepertinya tidak mau kalau Rheina tau soal hubungannya dengan Gio.Gia yang sadar kalau Zea melamun segera menarik tangan Zea pergi dari kantin.


"Woy,gue sama Zea duluan soalnya udah janji mau ke perpus." Pamit Gia dan langsung menarik tangan Zea menuju roftoop.


Setelah sampai di roftoop.


"Ze,gue tau lo bingung kenapa gue gak ngasih tau soal hubungan lo dan bang Gio sama Rheina." Ujar Gia merasa tidak enak terhadap Zea,sementara Zea yang mengerti perasaan Gia tersenyum dan bertanya secara perlahan dengan Gia.


"Gue siap dengerin apapun dari lo,karena gue percaya lo gak mau nyakitin gue." Seru Zea.


"Tapi lo yakin gak papa." Tanya Gia,Zea hanya tersenyum dan mengangguk.


"Sebenernya Rheina itu suka sama bang Gio."


Degg.Ada perasaan sakit didalam hati Zea,tapi dia berusaha percaya dengan Gio.


"Terus." Seru Zea.


"Ya,bang Gio bilang nanti bang Gio sendiri yang akan bilang sama Rheina tapi itu gak akan lama kok.Soalnya kata bang Gio lebih baik Rheina tau sekarang daripada nanti saat Rheina udah terlanjur mencintai bang Gio dengan dalam." Jelas Gia.


"Humm,cinta tau kemana dia harus pulang Gi.Gue percaya sama Gio,dia akan nepatin janjinya dan gue yakin Rheina akan mengerti." Seru Zea,membuat Gia kagum dengan sahabatnya itu.


"Gue gak salah punya sahabat dan calon kakak ipar seperti lo.Gue sayang lo Zea." Ujar Gia memeluk Zea.


"Gue juga sayang sama lo adik ipar." Jawab Zea membalas pelukan Gia.


Setelah itu mereka berdua kembali ke dalam kelas dengan perasaan yang lega.Zea juga sudah berjanji akan selalu percaya dengan Gio.


.


.