High School Love Story

High School Love Story
HSLS 56



"Semoga boss masih mengampuni kamu Zanna Kirania." Ucap Rico dengan lirih.


Beberapa saat kemudian Rico dan anak buahnya berhasil membuka pintu gudang itu. Pandangan Rico langsung tertuju kepada Dea yang tidak sadarkan diri.


Tanpa mengucapkan apapun Rico segera menggendong Dea dan langsung menuju rumah sakit. Rico sempat berpapasan dengan Brianna, Rico menatap Brianna dengan tatapan sinis.


Tiga puluh menit kemudian,Rico sampai di rumah sakit dan langsung membawa Dea ke ruang IGD.


"Tolong selamatkan nyonya." Ucap Rico kepada Beni sahabatnya dan Gavin sekaligus dokter yang menangani pasien di salah satu rumah sakit milik keluarga Gavin.


"Nyonya." Ucap Beni bingung.


"Nanti aku jelaskan." Ucao Rico.


Setelah itu Beni segera menangani Dea di dalam ruang IGD,sementara Rico sedang menghubungi Gavin. Bagaimanapun juga Gavin harus tau masalah ini,karena sudah melibatkan nyawa Dea.


Tutt...


"Halo boss." Ucap Rico.


"Bagaimana?." Tanya Gavin to the point.


"Nyonya ada di rumah sakit."


"Apa.! "


"Maaf boss ini kesalahan aku terlalu lalai menjaga nyonya."


"Aku pulang sekarang."


Tut...


Sambungan telfon di putus sepihak oleh Gavin, Gavin benar-benar khawatir terhadap keadaan Dea. Rico sudah tau kalau bossnya itu sedang khawatir kepada Dea.


Beruntung Gavin sudah selesai dengan pekerjaannya dan memenangkan tender besar itu,jadi dia bisa langsung take off menggunakan jet pribadinya malam ini juga.


Sementara di rumah sakit.


Rico sedang mondar-mandir di depan ruang IGD,tigapuluh menit kemudian Beni keluar dari ruangan dengan bernafas lega.


"Syukurlah dia cepat di bawa ke sini,kalau tidak dia akan kehilangan banyak oksigen." Ucap Beni. Rico yang mendengarnya bernafas lega.


"Memangnya siapa dia." Tanya Beni.


"Adelia Safarana Krismantara." Ucap Rico dengan jelas.


"Jadi dia perempuan yang selalu di ceritakan Gavin sama kita?." Tanya Beni,Rico merespon dengan mengangguk.


"Pantas saja kau begitu sangat khawatir Rico ,jadi dia perempuan beruntung itu." Ucap Beni.


"Hm,kalau saja sampai terjadi apa-apa boss tidak akan mengampuni kita." Ucap Rico sedangkan Beni mengangguk.


"Tapi Rico,siapa yang berani memberikan asap racun itu kepada nyonya? asap racun itu sangat berbahaya,beruntung ketahanan tubuh nyonya kuat. " Jelas Beni.


"Nanti kita bicara setelah boss datang Ben." Ucap Rico. Setelah itu Rico menghubungi keluarga Dea,tapi sayang sekali,orang tua Dea ada di London,sementara Dena ada di luar kota bersama Fano.


*****


Tepat jam sembilan malam,Gavin tiba dengan buru-buru masuk ke dalam rumah sakit. Sampai akhirnya dia sampai di depan ruang rawat inap Dea.


Di sana sudah ada Rico dan Bella. Gavin langsung masuk ke dalam tanpa menegur Rico,sementara Bella menggelengkan kepalanya melihat abangnya itu.


Gavin selalu saja gitu kalau sudah menyangkut Dea,pernah juga Gavin rela hujan-hujanan demi menjemput Dea les waktu smp,saat itu supir Gavin sedang mengantar orang tuanya. Jadi Gavin terpaksa menggunakan motor meskipun belum mempunyai sim.


Bella tau seberapa besar perjuangan Gavin terhadap seorang Adelia.


Sementara di dalam .


Gavin langsung mencium kening Dea dan menggenggam tangan Dea.


"Bangun sayang,maaf aku lengah." Ucap Gavin lembut sambil menyentuh pipi Dea,Gavin tidak tega melihat wajah Dea yang pucat.


.


.


Aku usahain up tiap hari yaa :)


jangan lupa vote nya kaka:)