
Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.
Happy reading (◠‿◕)
"Kalian sudah selesai bicara?"
"Iy, nggak penting juga kok Woo."
"Ooo, ya udah. Mana tuh si Jinyoung sodu?"
"Sodu? Apa tuh hyung?" Tanya Subin.
"Sodu artinya mukanya kecil sekali Binnie ku sayang."
"Jijik gue sama omongan lo hyung." Jawab Byungchan.
"Tai lo hyung, gue nggak suka di panggil Binnie terus. Bukan anak kecil lagi."
"Tapi masih kecil bagi kita semua Binnie ku." Ucap Hayoung membuat semua orang disitu tertawa.
"Nah si Jinyoung datang."
"Kenapa cari gue Byung?" Tanya Jinyoung.
"Kita kumpul di rumah siapa?"
"Gimana kalo di rumah Seungwoo?"
"Dirumah gue?"
"Nggak boleh hyung?" Tanya Subin.
"Nggak sih, tapi tumben banget lo mau kumpul dirumah gue. Biasanya di rumah Byungchan."
"Ok, kita kumpul di rumah Seungwoo besok pagi."
"Jam berapa?" Tanya Chorong.
"Jam setengah delapan aja eonni, supaya nggak panas panas."
"Dasar noona, takut banget sama matahari. Matahari nggak makan lo kali." Celetuk Byungchan.
"Jaga kemulusan kulit gue dong Byung. Wajar kalo cewek gini, namanya juga sensitif."
"Ada lagi tambahan?"
"Jangan lupa bawa bekal dari rumah. Biar hemat dikit." Ucap Jinyoung.
"Boleh juga saran lo, gue lagi nggak punya modal duit."Lanjut Seungwoo.
"Miskin lo hyung. Nanti gue traktir semuanya. Tenang aja gue mah serba punya." Pede Subin.
"Sombong banget lo Bin. Tapi nggak papa deh kalo di traktir, lumayan gratis."
"Kalo gitu gue duluan." Kata Seungwoo.
"Gue juga duluan, mau antar Chorong noona pulang." Lanjut Byungchan.
"Dasar Bucin!!"
"Sadar Bin! Lo juga bucin!" Ucap Naeun sambil noyor kepala Subin.
"Naeun noona sama siapa pulang?"
"Sama gue dia. Lo anterin Hayoung noona gih."
"Gue juga mau cabut sama dia." Balas Jinyoung dan menarik tangan Naeun.
Di perjalanan menuju rumah Chorong, Chorong menyuruh Byungchan untuk menurunkan dia sebentar. Dia ingin bicara dengan Byungchan.
"Byung, turun sebentar."
"Kenapa noona? Kan rumah lo masih lumayan jauh."
"Turun aja dulu. Gue mau bilang sesuatu sama lo sekarang."
"Oke."
Byungchan menuruti permintaan Chorong dan memberhentikan motornya.
"Byung maafin gue yah."
"Kenapa minta maaf? Noona nggak salah apa apa."
"Gue mau kita nggak usah lanjut."
"Maksud noona apa?"
"Gue mau kita putus Byung!"
"Kenapa tiba tiba? Apa gue ada salah sama noona?"
"Kan noona bisa belajar mencintai gue. Kenapa harus gini caranya?"
"Padahal gue sangat mencintai noona."
"Maaf Byung, gue nggak tau harus ngomong apa lagi selain kata maaf."
"Gue pergi dulu, besok lo sebaiknya nggak ngikutin gue."
Chorong yang hendak meninggalkan Byungchan sendirian kemudian ditarik oleh Byungchan kedalam pelukannya.
"Gue juga minta maaf noona. Selama ini gue nggak cukup baik buat lo."
"Dan juga ingatan gue tentang lo udah kembali. Maaf kalo gue nggak pernah cerita soal ini ke lo, gue baru ingat semua momen kita dulu. Walaupun itu hanya sebuah kenangan yang nggak akan bisa kembali.
"Lo maupun gue mungkin belum serasi. Gue harap lo bisa menemukan orang yang mencintai lo dan lo juga bahagia sama dia."
"Ingatan lo kembali? Sejak kapan?"
"Sejak gue nembak lo noona. Semuanya sudah kembali lagi. Waktu itu gue pikir lo bakal menolak gue, tapi nyatanya lo terima gue dan mutusin gue seperti ini."
"Tapi sebelum lo pergi dari sisi gue, gue peluk dulu nggak papa kan?" Tanya Byungchan.
Byungchan dan Chorong berpelukan dan terdengar suara tangis dari Byungchan. Itu membuat Chorong merasa sangat bersalah.
"Gue harap lo juga menemukan cinta sejati lo Byung. Dan usaha gue buat mutusin lo nggak sia-sia."
"Gue tau banget kalo Naeun suka sama lo. Gue ngelepasin lo supaya lo bisa peka sama perasaan dia." Batin Chorong.
Setelah beberapa menit menangis di pelukan Chorong, Byungchan akhirnya tenang. Ia pun mengantar Chorong ke rumah dan langsung pergi.
Keesokan paginya, Byungchan sebenarnya tidak ingin liburan ke pantai. Tapi karena sudah terlanjur janji akan datang, ia pun pergi ke rumah Seungwoo.
Seungwoo POV
Dirumah Seungwoo telah ada Byungchan,Subin dan Hayoung. Subin menjemput Hayoung. Sedangkan Chorong, Naeun, dan Jinyoung belum juga datang.
"Byung, lo nggak sama Chorong?"
"Nggak hyung."
"Lagi berantem kalian? Muka lo jutek banget hari ini."
"Nggak juga."
"Terus Chorong eonni gimana? Nggak dijemput gitu?" Tanya Hayoung.
"Gue yang jemput Chorong. Kalian tunggu si Sodu sama Naeun."
Seungwoo lekas pergi menjemput Chorong, berharap dia tidak terlambat membuat Chorong menunggu.
"Noona!!" Teriak Seungwoo dari mobil.
"Seungwoo? Ngapain kesini?"
"Jemput noona lah, masa mau bermalam."
"Diseriusin malah bercanda lo. Naik mobil?"
"Iya dong, gini gini gue bisa bawa mobil."
"Cepetan naik! anak anak sudah nunggu."
"Baiklah Woo." Chorong pun naik ke mobil.
"Nggak jalan?" Tanya Chorong.
"Lo pakai sabuk pengaman biar aman."
"Oo, ya udah." Chorong sibuk memasang sabuk dan tidak berhasil.
"Sini biar gue yang pasang. Kelamaan lo noona, entar anak anak marah lagi."
"Eh tung- belum sempat menyelesaikan kata katanya Seungwoo sudah maju memasangkan sabuk pengaman.
Alhasil kedua nya tatapan untuk kedua kalinya.
"Hati gue dugun dugun nih. Mampus bisa bisa gue sesak napas." Batin Seungwoo.
"Seungwoo kenapa dekat banget? Kan gue jadi malu." Batin Chorong.
"Lagian kenapa nih gue jadi dugun dugun juga? Masa gue suka sama si Seungwoo?"
"Noona, gue suka sama lo. Lo mau jadi pacar gue?"
"Hah?! Jangan canda Woo."
"Gue nggak bercanda, gue serius!! Kalo noona nggak percaya gue bakal buktikan!" Saat itu pula Seungwoo mencium kening Chorong.