High School Love Story

High School Love Story
HSLS 63



Hari ini adalah hari wisuda Dea untuk gelar S1 nya. Dea merasa bahagia sekali,karena dia mendapatkan kado spesial di dalam hidupnya. Satu minggu lagi dia akan resmi menjadi seorang istri.


Dea di dampingi oleh kedua orang tuanya sementara Gavin masih ada meeting di kantornya awalnya Dea merasa kecewa tapi dia harus mengerti kondisi Gavin.


Acara demi acara sudah di laksanakan,Dea mendapat gelar mahasiswi berprestasi dalam bidang bisnis ekonomi . Sekarang tinggal sesi-sesi foto saja,Dea berfoto dengan keluarnganya.


Tiba-tiba Gavin datang dan langsung memeluk Dea sambil membawa buket bunga dan coklat untuk Dea.


"Selamat ya sayang,tidak sia-sia perjuangan kamu selama ini." Ucap Gavin sambil mencium kening Dea.


"Terimakasih sayang." Jawab Dea.


"Terus setelah ini mau lanjut kemana?." Tanya Gavin.


"Mungkin mimpin perusahaan aku yang di sini karena bunda sama ayah mau kembali ke London jadi aku harus mimpin perusahaan aku yang selama ini di bantu oleh Ayah. Boleh kan??." Tanya Dea karena bagaimanapun Gavin adalah calon suaminya.


"Boleh sayang selama itu baik buat kamu." Jawab Gavin karena dia tidak mau membatasi Dea.


"Terimakasih Al." Ucap Dea sambil memeluk Gavin.


Sementara di lain tempat Zanna dan Farel menatap Dea dan Gavin dengan penuh kebencian. Zanna yang mengharapkan Gavin dan Farel yang mengharapkan Dea. .


"Kita kerjasama." Ucap Farel tiba-tiba.


"Oke." Jawab Zanna mengerti arah pembicaraan Farel.


***


Setelah dari kampus Gavin membawa Dea pergi jalan-jalan setelah tadi Gavin pamit kepada ayah dan bunda Dea.


"Mau kemana Al." Tanya Dea.


"Ke tempat yang kamu suka." Jawab Gavin.


Dea hanya diam menuruti Gavin.


Tidak terasa sudah satu jam perjalanan mereka.


"Sayang kapan sampainya." Rengek Dea.


"Bentar lagi sayang,sabar ya." Jawab Gavin sambil mengelus kepala Dea.


Meskipun lelah Dea merasa bahagia karena Gavin membawanya jauh dari keramaian kota.Ternyata Gavin membawa Dea ke rumah neneknya yang berada di bandung. Dea merasa senang karena pemandangan di sana yang sangat indah terlebih lagi jauh dari perkotaan.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di kediaman nenek Gavin. Tapi Gavin di buat gemas karena Dea yang ternyata sudah tertidur pulas di samping Gavin. Gavin tidak tega jika harus membangunkan Dea,akhirnya dia menggendong Dea masuk ke dalam.


Ternyata di dalam sudah ada neneknya Gavin dan juga Bella. Bella juga sudah selesai wisuda satu bulan yang lalu di luar negeri. Sekarang dia lebih memilih kembali ke indonesia karena dia sedang belajar cara berbisnis dari nenek nya dan Gavin.


"Dea kenapa bang." Tanya Bella saat melihat Gavin menggendong Dea.


"Tidur." Jawab Gavin singkat.


"Yaudah masukin kamar Ara aja." Ucap Bella. Gavin mengangguk dan langsung menuju kamar Bella.


Setelah sampai di atas Gavin menidurkan Dea dengan perlahan sambil menyelimuti Dea dan setelah itu Gavin turun menghampiri Bella.


"Gimana bang wisudanya Dea lancar?." Tanya Bella.


"Ya begitulah sangat lancar. Kamu gak mau ikut abang ke jakarta."


"Ikutlah bang nanti,Rico juga minta aku balik ke sana."


"Kenapa gak minta jemput Rico."


"Ish kenapa sih abang gak mau kalau aku ikut sama abang."


"Iya ganggu aku sama Delia."


"Yaudah mau balik sendiri aja." Ngambek Bella.


"Hahahhaha, Ara Ara. Kamu itu adek abang yang paling abang sayang gak mungkin lah abang ninggalin adek abang yang langka ini balik sendirian ke jakarta." Ucap Gavin sambil mengacak rambut Bella.


"Tuh kan berantakann. Abang sihh." Ucap Bella memanyunkan bibirnya.


"Ray.. Cukup jahilin adik kamu." Ucap Nenek Gavin tiba-tiba.


"Eh nenek. Apa kabar." Jawab Gavin sambil menyalami tangannya.


"Baik nak. Kamu sama siapa kesini dimana Cucu menantu nenek."


"Masih tidur nek,mungkin dia capek."


"Yaudah Ara,bantuin nenek masak buat kakak ipar kamu." Ajak Neneknya Gavin,Bella pun mengiyakan.


"Aku juga mau bantu nek." Ucap Dea tiba-tiba yang sudah ada di belakang mereka.


"Loh sayang udah bangun. " Tanya Gavin cengengesan.


"Jahat banget sih gak bangunin aku kalo udah sampek." Kesal Dea,Gavin hanya tertawa melihat tingkah Dea.


"Udah-udah ayo nak ikut nenek masak sama Ara." Ajak neneknya Gavin . Dea dan Bella mengikutinya dari belakang.


"Bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati dengan kamu Adelia,semua keluargaku saja menerima kamu dengan sangat baik. Berbeda dengan yang di luar sana harus berpura-pura baik di depan keluargaku." Ucap Gavin lirih sambil memperhatikan orang-orang tersayangnya dari jauh.