
Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.
Happy reading (◠‿◕)
"Gue juga nggak mau kayak gini Woo." Batin Chorong dan pergi dari sana.
Chorong tidak menyadari bahwa sedari tadi Byungchan melihat dan mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Lama banget lo balik Byung, ketemu sama anggur nya?"
"....."
"Woii Byung!! Jawab napa!" Ucap Naeun lagi.
"Maaf noona, barusan lo ngomong apa?"
"Lo mikirin apa sih Byung sampai nggak dengerin kata gue."
"Nggak ada apa apa kok noona, ayo masak nanti yang lain protes karena udah lapar." Ajak Byungchan.
"Ya udah kalo lo belum bisa cerita Byung, tapi kalo ada yang bisa gue bantu cerita aja ke gue." Ucap Naeun.
"Iya noona."
Setelah selesai membuat makanan mereka berdua menuju ke ruang makan dan membawanya.
"Biar gue aja yang bawa noona."
"Noona panggil Seungwoo sama yang lain gih."
"Ok Byung, gue pergi dulu." Setelah itu Naeun pun pergi mencari yang lain.
"Apa Chorong noona belum melupakan gue yah? Kenapa dia kelihatan ragu waktu menjawab pertanyaan Seungwoo hyung tadi? Apa gue tanya langsung ke dia? Ah sial, gue harus melupakan Chorong noona, bagaimanapun juga dia yang mutusin gue." Umpat Byungchan dalam hati.
"Aw, lihat lihat kalo jalan Byung."
"Ah maaf, Noona nggak papa?" Tanya Byungchan.
"Gue bantu berdiri yah, nih raih tangan gue." Lanjut Byungchan memberikan tangannya ke Chorong.
"Lho Chorong eonni disini rupanya, gue cari dari tadi."
"Naeun? Seungwoo mana?" Ucap Chorong.
"Ciee yang cari Seungwoo, sudah mulai suka sama dia?"
"Nggak kok, gue cuma nanya aja." Ngelak Chorong.
"Seungwoo katanya mau istirahat dulu di kamar, dia nyuruh kita duluan makan."
"Hayoung noona dan Subin?" Kali ini Byungchan yang nanya.
"Mereka kan biasa lagi berduaan, gue tadi langsung diusir sebelum ngajak."
"Kita makan duluan aja noona."
"Ok Byung." Jawab Chorong dan Naeun bersama.
Hening.
"Noona mau apa?" Tanya Byungchan.
"Gue ambil sendiri, nggak usah sok perhatian sama gue lagi." Ketus Chorong.
"Kalo Naeun noona mau apa?" Tanya Byungchan pada Naeun.
"Gue mau steak nya dikit saja Byung soalnya lagi diet."
"Oh oke." Angguk Byungchan.
Mereka bertiga makan tanpa ada yang bicara yang membuat suasana di ruang makan hening seketika. Dan akhirnya Byungchan duluan bicara.
"Naeun noona ada rencana besok nggak?" Tanya Byungchan.
"Nggak tau, memang kenapa Byung? Tumben lo nanya jadwal gue."
"Gue mau ngajak lo jalan jalan habis pulang dari vila malam ini."
"Hm, gue kabarin lo kalo nggak ada yang penting."
"Sip noona, lo bisa pc gue aja."
"Gue duluan, udah selesai makannya." Ucap Chorong tiba tiba.
"Nggak nambah eonni?" Tanya Naeun.
Hiks hiks
"Apa gue salah yah kalo merelakan Byungchan ke Naeun? Gue masih sayang banget sama Byungchan. Kenapa sih Naeun harus suka sama Byungchan?!"
"Jadi itu penyebab lo putusin Byungchan?!" Ucap Seungwoo.
"Seungwoo? Sejak kapan lo disini?Lo dengar semuanya?"
"Gue kan sudah bilang sama noona kalo gue akan selalu ada disisi noona."
"Apa noona nggak bisa merasakan ketulusan gue yang serius sama noona?!"
Seungwoo berjalan mendekati Chorong dan memeluknya sangat erat. Chorong bisa merasakan kehangatan dan ketulusan Seungwoo saat bersamanya. Dan dia juga mulai merasa aneh ketika bersama Seungwoo, berbeda sekali saat bersama Byungchan.
"Gue tau gue belum bisa mendapatkan hati lo sepenuhnya noona. Tapi gue nggak akan nyerah sampai kapanpun!"
"Dan gue juga nggak akan buat lo menangis seperti ini jika saja lo menjadi pacar gue!!" Lanjut Seungwoo.
"Thanks Woo udah selalu bisa menghapus air mata gue. Gue akan coba buat membuka hati gue sama lo."
"Gue akan selalu nungguin lo noona. Sampai lo benar benar bisa menghapus perasaan lo sama Byungchan." Balas Seungwoo.
Malam itu Byungchan, Naeun, Seungwoo, Chorong, Hayoung dan Subin pergi dari vila dan kembali ke Seoul.
"Hm, sepertinya cewek cewek kecapean banget sampai mereka tertidur pulas begitu." Ucap Subin di belakang.
"Lo enak banget Bin, bisa duduk sebelahan sama Hayoung. Lah gue malah di depan sama si Buyung." Celetuk Seungwoo.
"Lo pikir gue juga mau sama lo hyung? Mendingan gue sama Subin kali."
"Bilang aja kalo mau sama Naeun noona Byungchan hyung." Balas Subin.
"Kampret lo Bin!! Awas saja gue balas lo kalo udah sampai di Seoul."
"Gue itu lebih kuat dari lo hyung!" Jawab Subin.
"Bacot kalian berdua! Jangan ribut dong! Entar ceweknya bangun."
"Iya iya hyung, kita ngerti kalo lo itu bucin sama Chorong noona."
"Sudah sampai?" Tanya Hayoung yang terbangun.
"Belum noona, tidur lagi aja. Pasti lo capek." Ujar Subin.
"Makanya jangan ribut lo Bin! Kan Hayoung jadi kebangun tuh."
"Bawel lo hyung, nyetir aja sana."
"Gue nggak bisa tidur lagi kalau kebangun Bin."
"Apa sih ribut ribut?! Gue lagi tidur juga jadi keganggu kan."
"Tidur lagi aja napa, kan masih jauh." Balas Seungwoo ke Naeun.
"Nggak bisa Woo!! Gue sama Hayoung itu kalo sudah kebangun susah tidurnya."
"Alah lebay lo!!"
"Hyung, lo jangan ngomong gitu dong ke Naeun noona. Jahat banget sih!"
"Lah kok lo yang sewot Byung?! Nyetirnya cepat aja nggak usah ngomong lo!"
Dan berakhir lah Seungwoo dan Byungchan yang adu mulut tak henti hentinya.
Bruk
Mobil yang mereka berenam tempati menabrak pembatas jalanan dan jatuh ke jurang karena tiba tiba sebuah mobil besar mau memblokir jalan.
"Akh, kalian semua nggak ada yang serius lukanya?" Tanya Seungwoo.
"Gue sama Hayoung nggak papa hyung cuma luka kecil doang." Balas Subin.
"Lo nggak papa noona? Tanya Seungwoo ke Chorong.
"Gue oke Woo, Naeun sama Byungchan keknya parah."
"Terus kita harus ngapain?!" Tanya Subin panik.
"Tenang dulu Bin, pasti ada jalan kok." Ucap Hayoung menenangkan Subin.
"Kita keluar dulu dari sini dan telpon ambulans secepatnya!!"Titah Seungwoo.
Seungwoo pun menarik Chorong, Subin dan Hayoung. Kemudian lanjut menarik Naeun dan Byungchan bergantian keluar dari mobil.