High School Love Story

High School Love Story
HSLS 43



"Berbicara tentang privasi seseorang sangatlah tidak sopan." Balas Dea dengan tatapan tajamnya,membuat proff Jemmy tambah mengagumi sosok Dea.


Sungguh sangat mempesona.Batin proff Jemmy.


Sebelum Dea meluapkan emosinya,dia lebih memilih keluar dari ruangan itu.Karena tidak ada kelas lagi akhirnya Dea mengajak Bella pulang.


***


1bulan


2bulan sampai


3tahun sekarang,Dea sudah kuliah sampai pada 3semester,kurang 1 tahun lagi dia akan mendapat gelar S1.Dan Dea juga dengan setia masih menunggu kembalinya Alden dalam hidupnya.


Sementara Farel dan Juan semakin gencar untuk berebut hati Dea,proff Jemmy? jangan di tanya lagi,dia sekarang sudah hilang entah kemana semenjak kejadian Dea yang mempermalukannya di depan umum.Dea juga sudah tidak sedingin dulu terhadap Bella.Tapi Dea masih tertutup soal Gavin


Hari ini adalah hari weekend,baik Dea maupun Bella tidak ada yang keluar rumah atau jalan-jalan.Bella yang merasa bosan,akhirnya berniat mengajak Dena dan Sasya jalan-jalan tanpa Dea.


Dena dan Sasya juga sudah kuliah semester 2,tapi mereka tidak satu universitas denga Dea,mereka berdua memilih universitas yang sama dengan pasangannya masing-masing.Dena dengan jurusan hukum dan Sasya yang memilih jurusan Dokter.Sasya juga sudah tidak tinggal lagi di rumah Dena,dia lebih memilih tinggal secara mandiri di apartemen.


*


Malam harinya,Bella meminta izin kepada Dea untuk nongkrong di cafe.Awalnya Bella ingin mengajak Dea,tapi Dea yang pada dasarnya memang susah untuk di ajak jalan jadinya Bella mengajak Dena dan Sasya,tapi dengan seizin Dea.


"Del gw izin bawa adek-adek lo." Pamit Bella.


"Kemana." Jawab Dea.


"Nongkrong,bosen gw."


"Jam 9 sudah di rumah."


"Lo gak mau ikut atau nitip apa kek."


"Gak."


"Yaudah bye."


Bella keluar dari kamar Dea menuju ruang tamu,di sana sudah ada Dena dan Sasya,memang sebelumnya mereka sudah janjian.


Setelah itu mereka bertiga berangkat menggunakan mobil Dena di antar oleh supir,karena Dea melarang mereka membawa mobil sendiri.


20menit kemudian,mereka sampai di salah satu cafe yang lumayan ramai pengunjung.Mereka cuma pergi bertiga karena Bella yang melarang untuk mengajak Fano dan Rendy.


Setelah masuk ke dalam,mereka langsung memesan makanan,minuman,dan camilan.Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang dan mereka langsung menyantapnya.


Beberapa saat kemudian,mereka sudah selesai makan.Bella sengaja mengajak mereka berdua karena ada hal yang ingin Bella tau.


"Eh gw boleh tanya gak." Ucap Bella tiba-tiba.


"Yaelah,tinggal tanya aja kak,pasti kita jawab." Jawab Dena.


"Iya,asalkan jangan yang aneh-aneh." Sambung Sasya.


"Masih kecil pikirannya mesum,dasar bocah." Ucap Bella sambil tertawa.


"Gw mau tau masalalu Dea." Tanya Bella dengan nada yang berubah menjadi serius.Meskipun sudah bersahabat selama 3tahun tapi Dea masih sangat tertup dengan Bella.


Dena dan Sasya saling pandang,tidak mungkin mereka membicarakan privasi Dea kepada orang asing apalagi mereka baru saling kenal.Bella yang tau isi pikiran mereka mendengus kasar.


"Setelah gw kasih tau siapa gw sebenarnya apa kalian masih belum mau terbuka sama gw." Tanya Bella.


"Maksud kakak apa." Tanya Dena.


"Iya jangan bikin kita bingung." Sambung Sasya.


"Arabella Carolline Raymond." Ucap Bella dengan menekan setiap ucapannya.


Satu detik


Dua detik


Dena dan Sasya belum mengerti maksud Bella sampai Bella jengah sendiri.


"Alden Gavin Raymond." Sambung Bella.


"Hah bang Alden?." Pekik Dena tiba-tiba.


"Kok bisa kak Bella tau tentang bang Alden." Sambung Sasya.


"Ihhhh,coba kalian inget lagi nama gw sama bang Ray." Ucap Bella.


"Gak usah bercanda kak,gak lucu." Kali ini Sasya tidak percaya.


"Oke gw buktiin." Ucap Bella mengalah,setelah itu Bella mengotak-atik hp nya dan sepertinya dia lagi menghubungi seseoranh lewat vidcall.


Tak berapa lama vidcall tersambung,dan terlihat seorang pria tampan yang baru selesai mandi.


"Ada apa." Tanya pria itu.


"Nih ada yang gak percaya kalo gw adek lo." Ucap Bella.Bella langsung mengarahkan hp nya ke wajah Dena dan Sasya membuat mereka berdua kaget.


"Bang Aldennn" Pekik mereka bersamaan.


"Sans aja lah bocil,ntar gw budek." Ucap Gavin


.


.


.


Maaf aku percepat ceritanya:(


Karena setiap hari ceritanya hampir sama:)


Tapi tenang aja pasti tambah seru:)


Luvv:*