
"Woyyy ngapa bengong." Tanya Bella melihat Dena dan Sasya bengong.
"Eh itu,kak Dea kenapa." Tanya Dena.
"Iya kak Dea kok beda." Sambung Sasya.
"Hmmm bukannya emang Dea seperti itu ya." Jawab Bella,Bella tidak ingin memberitahu Dena dan Sasya atas apa yang terjadi tadi di kampus,karena dia ingin tau dulu tentang masalalu Dea lewat Dena dan Sasya.
"Beda kak Bella." Ucap Dena lagi. Bella hanya mengedikkan bahu acuh dan menyusul Dea ke kamar
Malam harinya Dea benar-benar menepati janjinya untuk pergi ke cafe bersama Bella.Mereka berdua nongkrong sambil mengerjakan tugas kuliah.
Awalnya Bella merasa kesal karena niatnya dia ingin merefresh otaknya tapi malah di suruh ngerjain tugas oleh Dea.Mau tidak mau Bella menuruti keinginan Dea karena Bella tidak mau dia di cap sebagai orang pemalas.
Sampai jam 10 malam mereka baru selesai mengerjakan tugas dan Dea mengajak Bella untuk pulang.Tanpa mereka berdua sadari,ternyata Juan dari tadi mengkutinya.
Lo gak akan pernah lepas dari gw.Batin Juan.
***
Keesokan harinya.
Seperti biasa Dea berangkat ke kampus bersama Bella.Hari ini mereka ada kelas jam 11,dan mereka masih punya waktu setengah jam untuk bersantai.
Dea dan Bella berada di taman,Dea membaca novelnya sambil mendengarkan lagu sementara Bella sibuk dengan media sosialnya.
"Del kalo di pikir-pikir lo sama si nenek sihir itu cantikan lo,tapi kenapa mantan lo itu lebih milih tuh nenek-nenek." Ucap Bella mencoba mengajak Dea berbicara.
Dea melepas earphone di telinganya.
"Entah." Jawab Dea seadanya.
"Ihh Delia mah gak seru." Sungut Bella kesal.Membuat Dea tersenyum tipis,lama-kelamaan Dea sudah merasa nyaman dengan Bella.
Saat lagi berbicara,tiba-tiba Farel menghampiri Dea.
"Boleh duduk gak." Ucap Farel,padahal dia sendiri sudah duduk.
"Udah duduk aja masih nanya." Sengit Bella karena merasa kesal.
"Diem lo." Balas Farel.
"Kenapa? gak suka?." Ucap Bella lagi.
"Bella kita pergi." Ajak Dea.Membuat Bella menjulurkan lidahnya ke arah Farel.
Bella yang merasa khawatir karena masalalu Dea yang kembali apalagi ada Juan yang gencar mengejar Dea. Bella melaporkan semuanya.
~Gw yakin kalo lo lebih lama lagi di sana lo akan kehilangan Delia.Isi pesan itu.
Sementara di lain tempat. Gavin mengamuk di ruangannya setelah melihat isi pesan dari seseorang beserta video yang di kirim.
Tapi sayangnya Gavin tidak bisa secepatnya kembali,karena ada hal penting yang harus Gavin selesaikan terlebih dahulu.
Gavin hanya bisa memantau kekasihnya dari anak buahnya.
Back to Dea.
Setelah dari taman tadi Dea mengajak Bella masuk ke dalam kelas.Dan hari ini proff Jemmy yang akan mengisi kelas Dea.
Proff Jemmy memberikan materi dengan sangat serius tetapi pandangannya tidak pernah lepas dari Dea,membuat Dea sedikit risih selalu di tatap proff Jemmy.Bukan hanya Dea tapi Bella juga merasa kalau sedari tadi dosennya itu selalu memperhatikan Dea.
"Stt, Del tu dosen matanya jelalatan banget sih.Gak pernah liat cewek cantik paling." Ucap Bella berbisik. Dea hanya menggedikkan bahunya acuh.
Tiba-tiba proff Jemmy memanggil Dea.
"Adelia,bisa ikut ke ruangan saya sebentar." Ucap proff Jemmy.
"Hm." Jawab Dea singkat,karena Dea merasakan hal yang lain dari proff jemmy.
Dea mengikuti proff Jemmy ke ruangannya.Setelah sampai di ruangan proff Jemmy,Dea di suruh duduk.
"Delia saya tau ini tentang privasi kamu,tapi apa boleh saya tau kenapa kamu mempunyai sifat dingin seperti ini? Sikap kamu yang seperti ini kesannya tidak pernah bisa menghargai seseorang.Kalau kamu memang punya masalah,kamu bisa bercerita kepada saya.Karena dari yang saya lihat,kamu orang yang lembut tidak pantas bersikap seperti ini." Ucap proff Jemmy panjang lebar.Sementara Dea merasa jengah kenapa dosennya yang satu ini terlalu ingin ikut campur dengan masalahnya.
"Maaf saya permisi."Pamit Dea,membuat proff Jemmy merasa sedikit kesal karena tidak di hargai oleh Dea.
"Delia saya belum selesai bicara." Bentak proff Jemmy.
"Berbicara tentang privasi seseorang sangatlah tidak sopan." Balas Dea dengan tatapan tajamnya,membuat proff Jemmy tambah mengagumi sosok Dea.
Sungguh sangat mempesona.Batin proff Jemmy.
Sebelum Dea meluapkan emosinya,dia lebih memilih keluar dari ruangan itu.Karena tidak ada kelas lagi akhirnya Dea mengajak Bella pulang.
.
.
.
Maaf kalau ceritanya gak seru:/
Tapi aku usahain akan membuat cerita yang unik.:)
thank's.