
Hari ini adalah hari yang sangat sibuk di rumah Dea karena besok adalah hari pernikahannya bersama Gavin.
Di rumah Dea sudah berkumpul semua keluarga besar Dea. Dea juga tidak boleh bertemu dengan Gavin sampai besok,jadi kemarin dia sempatkan untuk memilih baju pengantin dan juga foto prewed.
Dea merasa sangat senang sekaligus gugup karena ini hal pertama yang baru di dalam hidupnya. Kabar pernikahan mereka berdua juga sudah mendunia.
Besok acara paginya adalah akad nikah,dan malam harinya pesta resepsi pernikahan.
Dea mengajak Dena dan Sasya untuk pergi ke salon dengan diikuti beberapa anak buah Steve,karena Steve tidak mau putri-putrinya sampai celaka.
Sementara di lain tempat.
Gavin sangat gugup dan takut salah saat akan mengucapkan ijab. Sampai Bella yang melihatnya merasa jengah sendiri.
"Ishh abang bisa diem gak." Jengah Bella.
"Abang takut Ara."
"Udah deh bang tinggal sebutin nama aja ribet."
"Kamu kan cewek gak akan ngerasain hal yang kayak gini."
"Iya tau tapi kalo abang gugup nanti yang ada bukan nama Dea yang di sebut tapi nama Ara. Hahahhahaa."
"Awas aja kalo nanti kamu nikah sama Rico."
"Rico pasti gak akan seperti bang Ray."
"Kita lihat aja nanti." Ucap Gavin berlalu pergi ke dalam kamarnya.
"Hmmm besok status aku udah beda. Semoga keputusan yang aku ambil ini tidak salah." Ucap Gavin lirih.
****
Di salon.
Dea memanjakan adik-adiknya dan juga dirinya. Dia masih belum percaya kalau akan menikah dengan Gavin besok. Sahabat yang hanya di anggap saudara tapi sekarang malah menjadi calon suaminya.
"Kak Dea,gimana perasaan kakak sekarang?." Tanya Dena.
"Pasti kak Dea seneng banget Den,apalagi ini yang di tunggu-tunggu oleh kak Dea." Sambung Sasya.
"Aku turut bahagia kak,do'ain juga semoga aku sama Fano cepet nyusul kakak." Ucap Dena.
"Aku juga kak sama Rendy." Sambung Sasya.
"Masih bocah jangan aneh-aneh." Ucap Dea pura-pura marah.
"Jangan lupa kak,kita tahun depan udah S1 sama seperti kak Dea." Ucap Dena.
"Hahhahahaha iyadeh yang udah gede." Ucap Dea sambil memeluk Dena dan Sasya.
Setelah dari salon mereka bertiga pergi ke mall untuk berbelanja. Tapi Dea merasakan kejanggalan ,seperti ada yang mengikutinya mulai dari salon tadi.
Tiba-tiba Dea berhenti karena melihat sesorang yang mirip seperti orang yang berada di bandung beberapa hari yang lalu kemarin.
Dengan perasaan tidak enak,Dea cepat-cepat mengajak Dena dan Sasya untuk pulang. Beruntung mereka berdua tidak curiga dengan gelagat Dea.
Setelah di dalam mobil, Dea mengirimkan pesan kepada Bella. Kenapa Dea tidak mengirim pesan kepada Gavin? Karena Dea tidak mau membuat Gavin khawatir,dia akan menjelaskannya nanti setelah resmi menjadi sepasang suami istri.
Arabella* Bell,gw liat orang yang sama seperti di bandung kemarin. Gw takut dia ngincer gw Bell. Sementara lo rahasiain ini dulu dari Alden.
Itu isi pesan Dea kepada Bella.
Sementara Bella yang membaca isi pesan Dea , merasa sedikit khawatir takutnya ini berpengaruh dengan acara pernikahan abangnya. Bella segera menghubungi anak buah Daddynya untuk semakin memperketat penjagaan di sekitar rumah Bella.
Begitupun Dea melakukan hal yang sama seperti Bella. Dea meminta anak buahnya sendiri untuk menambah penjagaan di bantu oleh anak buah Steve.
"Siapapun kamu,semoga kamu tidak berniat menghancurkan acara pernikahanku." Ucap Dea lirih dan beristirahat di kamarnya.
.
.
.
dibaca terus yaaa:))
lopeyouuu:*