
Keesokan harinya.
"Bang,Gia hari ini sama Dad ya." Ucap Gia.
"Kenapa gak bareng abang aja."
"Abang kan hari ini ada kelas,aku sama Dad aja."
"Yaudah nanti pulangnya abang yang jemput,gak ada penolakan."
"Hm."
Setelah itu Gia berangkat di antar Gavin.Sesampainya di sekolah Gia turun dari mobil tapi sebelum itu Gavin mencium pucuk kepala Gia.
Setelah itu Gia masuk ke dalam kelasnya. Ternyata sedari tadi Devan melihat interaksi antara Gia dan Gavin.
Saat jam istirahat,di kantin heboh dengan kepindahan siswa yang katanya goodboy dan sangat tampan.
Pada saat makan dengan Iffy,tiba-tiba ada yang menutup mata Gia.
"Ih siapa sih yang iseng." Pekik Gia.
"Kenzooo." Teriak Iffy.
"Hahh." Bingung Gia . Setelah Gia membalikkan badan ternyata ada Kenzo spupu kesayangan Gia dan Iffy,umur mereka sama tapi Gio menegaskan kalau Kenzo lebih tua dari mereka.
Kenzo Andra Handoyo. Putra tunggal dari pasangan Anastasya dan Rendy Fauzan Handoyo.Kenzo tipe orang yang cuek bagi orang luar,tapi kalau sudah dengan keluarganya sikap itu akan hilang dari Kenzo.
Dulu Kenzo sempat suka dengan Gia saat berada di London,tapi setelah tau mereka adalah saudara ,Kenzo merubah rasa sayang dan cintanya menjadi rasa persaudaraan,itulah yang Gia suka dari Kenzo. Kenzo bisa menerima kenyataan atas mereka.
Back to Gia.
Gia langsung memeluk Kenzo tanpa melihat situasi kantin.
"Kapan lo balik." Tanya Gia.
"Tadi malem."
"Aunty Sasya sama Uncle Rendy juga?." Tanya Iffy.
"Enggak,gw sendiri di jemput bang Gio."
"Hah ko bisa." Tanya Gia.
"Iyalah gw di suruh jagain nih dua spupu gw yang cantik-cantik."
"Hahahha baguslah." Ucap Iffy.
"Pantes sekolah heboh dari tadi,jadi murid pindahan yang di maksud adalah spupu gw yang ganteng ini." Ucap Gia .
"Tapi boong.Hahahaha." Gia tertawa sangat keras sedetik kemudian dia sadar kalau dia menjadi bahan tontonan di kantin. Gia merasa sangat malu,tapi Gia adalah orang yang bodoamat.
Sementara Devan melihat Gia sedari tadi dengan pandangan tidak suka.
_Cihh murahan_ Batin Devan.
Sepulang sekolah..
Gia dan Iffy sedang menunggu Kenzo di parkiran,karena mereka bertiga sudah janjian dengan Kenzo untuk pergi ke rumah Gia. Karena hari ini Dena dan Fano akan pergi ke rumah Dea.Kenzo juga tinggal di rumah Gio dan Gia.
Tiba-tiba Devan menghampiri Gia dan membisikkan sesuatu kepada Gia.
"Dasar murahan,yang pertama mas-mas,yang kedua om-om,dan yang ketiga siswa baru.Cih menjijikkan." Setelah itu Devan pergi tanpa melihat keadaan Gia.
Deggg...
Hampir saja Gia menangis kalau saja Kenzo tidak menghampirinya. Gia sangat bingung kenapa Devan bisa berbicara seperti itu,karena memang dari awal mereka selalu bertengkar. Gia sangat sakit hati dengan Gio,Gia berjanji tidak akan pernah berbicara dengan Gio lagi.
Iffy menjadi bingung,karena setelah Devan menghampirinya tadi ekspresi Gia berubah menjadi sedih bercampur kesal.
"Gi kenapa diem aja." Tanya Kenzo.
"Gapapa lagi badmood aja."
"Oh yaudah ini udah mau nyampe." Ucap Kenzo.
_____***_____***_____
Beberapa saat kemudian,mereka sampai dan di sana sudah ada mobil Dena.
"Assalamualaikum." Teriak Kenzo. Mereka bertiga langsung masuk ke dalam.Di ruang keluarga sudah ada Gio, Dea,Gavin,Dena,dan Fano.
Sementara Gia hanya murung mulai dari pulang sekolah tadi,membuat semua orang yang ada di sana bingung. Gia menyalami semua orang satu persatu,tapi tiba-tiba Gia seperti menahan rasa sakit.Gio yang melihat adiknya itu merasa khawatir.
"Gia,apa ada masalah?." Tanya Gio,membuat semuanya melihat ke arah Gia.
"Eh engga kok bang,Gia ke kamar dulu ya cape banget ini.Maaf ya tante,om Gia pamit dulu." Ucap Gia dan berlalu pergi,semua orang di buat bingung oleh sikap Gia.
"Eh Iffy susul Gia dulu ya." Pamit Iffy dan langsung menyusul Gia.
.
.
Maaf agak lama upnya:)