
Setelah pertunangan itu mereka kembali ke aktivitas masing masing pertunangan mereka dirahasiakan atas permintaan Rita.
Pagi sekali saat keluarga wijaya sarapan mobil ferari hitam melaju memasuki halaman rumah besar bak istana itu. Itu adalah mobil arga dia menjemput rita atas permintaan mama wilna tentunya dengan sedikit paksaan.
Arga melangkah masuk
"selamat pagi semuanya" arga menyapa dan. Membuat semua mata tertuju ke arah pintu
"loh arga, calon mantu kita dateng nih ma, ayok sini duduk sarapan bareng" anton wijaya menyambut arga dengan ramah
Ani berdiri dan mengambilkan sarapan untuk arga, arga hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih dia sedang tidak mau berdebat apalagi kalau menolak sarapan dua orang ini pasti akan memaksa
Rita hanya menyaksikan perbincangan mereka sambil terus menyendokkan nasi goreng sosis kemulutnya
"oh iya arga ada apa nih tumben kamu pagi pagi berkunjung" anton membuka pembicaraan
"jadi gini om, ehh paa (arga masih canggung dengan panggilan baru itu) arga mau jemput rita buat bareng ke sekolah. Jelasnya
Rita yang mengunyah makanan tiba tiba berhenti dan memelotot ke arah arga tidak percaya
" wahhh bagus kalian mulai dekat ya "ani tersenyum ke arah rita dan itu membuat pipinya memerah
" yaudah siap siap sana rit, keburu siang gak enak kan bikin calon suami nunggu "anton dengan tatapan genit menggoda putrinya
" ihhh papa apaan sih"rita malu malu
"yaudah pa maa,, rita berangkat ya" rita mencium tangan dan pipi kedua orang tuanya seperti biasa
arga juga bangkit dari duduknya perpamitan lalu keluar mengikuti rita
"jangan buru buru pulang ya, jalan jalan dulu juga gapapa" papa anton berteriak dari meja makan dan hanya dibalas senyum titis oleh arga
Rita sengaja menunggu didepan pintu mobil dengan tersenyum manis
"kenapa gak masuk" tanya arga heran
"mauu di bukain pintu gitu biar romantis"
"astaga manja" arga membukakan pintu dan mempersilahkan rita masuk dengan gaya pelayan yang membukakan pintu untuk putri kerajaan
Rita hanya tersenyum lalu masuk dan duduk di jok depan mobil. Arga bergegas lari menuju kemudi
"itu sabuk pengamannya di pasang tar ada polisi" arga mengingatkan
"pasangin" rengek rita manja dengan memasang wajah puppy face
"astaga, oke oke" arga hanya menurut dan memasang sabuk pengaman, tanpa sadar wajah mereka begitu dekat bahkan nafas rita berhembus kearah telinga arga dan itu membuat naluri nya sebagai pria bangun dia mencoba menahan, rita hanya melihatnya bengong
"heyyy, kenapa bengong" arga mengejutkan dengan menarik hidung rita gemas
"ahhh gak kok, udah yuk jalan" rita malu karena ketahuan mengagumi arga, pipinya mulai memerah seperti tomat dan hanya bisa memalingkan wajah keluar cendela
Mobil hitam ferari itu mulai memasuki parkiran,
"Aku masuk dulu ya baru kamu, nanti kalau masuknya barengan bisa heboh satu sekolah"
"iya tau kok, gih masuk belajar yang bener jangan tebar pesona doang"
"ihhh possesif calon suami, iya gak tebar pesona kok tapi gak tau kalau mereka yang terpesona" candaan rita garing
Arga hanya terdiam menetap lurus kedepan di jok kemudi
Rita mendekat kearah arga dan memberikan sebuah ciuman disana
"byeee, aku masuk dulu ya semangat kerjanya bebeb gemess, rita nylonong keluar seperti tak punya dosa setelah mencium sembarangan pipi arga
Agra masih terdiam dan terkejut dengan perlakuan perlahan menyentuh pipi kirinya jantungnya berdebar
" sial kenapa gua deg degan gini" gumamnya dalam hati lalu segera masuk menunuju ruangannya.
Saat melewati kelas rita arga sengaja menoleh dan mendapati rita sedang duduk bersebelahan bahkan tertawa akrab dengan yuda hal itu tentu saja membuat arga menggertakan gigi
"awas aja lu, rita punya gua dan cuma punya gua" arga melirik pesimis dan berlalu begitu saja dalam hatinya sendiri ia bingung rasa apa ini apa mungkin dia sedang dan cemburu atau dia sudah mulai mencintai rita perempuan manja yang di jodohkan dengannya. Dia bahkan mulai melupakan luka yang pernah diukir intan di hatinya
Sepulang sekolah mereka mengadakan latihan mengingat perpisahan yang hanya kurang 2 hari ini
Yuda dengan bandnya tentu saja dikawal arga karena dari awal arga bertanggung jawab atas semua namun ia lebih fokus pada band karena ini yang akan menjadi perhatian
"Rita mana lama banget" adi bertanya mulai kesal
"tau tuh ke kamar mandi sih tadi katanya" yuda menimpali
"paling juga dandan tuh bocah" benar saja pintu ruang musik dibuka dengan kencang nampak sosok cantik dan anggun berjalan masuk
"sorry ya gua telat, maklum lah cewek"
"iya gapapa kok, emmm lu cantik" yuda memuji rita dan perlakuan itu tentu saja membuat pipinya memerah
"cieeee,,, cieeee" saut adi irfan dan danang
"udah gebet aja yud, keburu diambil orang cewe kaya gini mah udah gak banyak stok ya" adi meledek di barengi tawa anggota lain
"proses" jawab yuda singkat
Tanpa sadar ada orang yang memperhatikan mereka dengan tatapan sinus dengan tatapan cemburu
"kalian mau latihan atau bercanda" arga dengan nada bicara dingin seperti biasanya
"latiahan pak" serentak mereka menjawab lalu menuju alat musik masing masing rita dengan mikrofonnya adi dengan drump, Danang dengan piano, irfan dan yuda dengan gitar masing masing
"yuk mulai, surat cinta untuk starla ya" yuda memberi instruksi di balas acungan jempol oleh rita
Petikan gitar yuda memenuhi ruang musik mengiringi rita menyanyikan lagu yang lagi trend itu
*Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu
Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu
Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu
'Kan teramat panjang puisi 'tuk menyuratkan cinta ini
Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
Aku pernah berpikir tentang hidupku tanpa ada dirimu
Dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini?
Aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu
Tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi
Bila habis sudah waktu ini tak lagi berpijak pada dunia
Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu
Dan telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia
Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu
Untukmu…*
Mereka bernyanyi dengan penuh penghayatan layaknya sepasang remaja yang dilanda cinta kemistri diantara mereka begitu terbangun dan itu membuat arga kembali terbakar cemburu bahkan untuk setengah hari ini saja entah berapa kali arga cemburu
Latihan selesai mereka bergegas beres beres untuk pulang
"Rit gua anterin pulang ya" yuda menawarkan diri
Rita melirik arga seolah meminta persetujuan namun dibalas gelengan kepala dari arga kerena ia bertanggung jawab mengantar rita pulang
"emmm maaf ya yud tapi gua udah ada janji" rita menolak secara halus
"ohhh yaudah deh gua duluan kalo gitu" yuda melangkah dengan langkah kecewa
Setelah semua pulang hari memang sudah mulai sore arga menarik tangan rita dan berjalan menuju parkiran membukakan pintu dan memasangkan sabuk pengaman mobil langsung melaju membelah macetnya ibu kota, karena ini memang jam pulang kantor
"pak arga" rita membuka pembicaraan
"emmm" arga menjawab singkat sambil melirik wanita di sampingnya
"boleh nggak kita mampir dulu beli es krim aku pengen" rita dengan nada membujuk dan puppy face andalannya
"baiklah" arga dengan mudah menyetujui permintaan itu karena memang dia ingin mengajak rita jalan hanya saja bingung mau kemana
Setelah sampai rita berlari menuju outlet es krim memesan satu cup besar ea krim vanilla kesukaannya dan satu cup es krim coklat untuk arga sedangkan arga lebih memilih duduk di meja paling pojok dan menikmati suasana sore yang tenang
"kak nih es krimnya" suara rita membuyarkan lamunan arga
"ahh iya makasih" arga tersenyum tipis
Banyak mata memandang kagum kearah arga terpesona dengan karisma pria 21 tahun itu
Rita tampak tidak suka melihat wanita itu memperhatikan bebeb gemesnya
"pak, lain kali kalau keluar pake masker ya diliatin cewek cewek tuh" rita sedikit manyun
"kenapa emang, kamu cemburu?" selidik arga
"ahhh apaan enggak kok, cuma gak enak aja kayak artis"
Bahkan status sosial arga lebih dari itu dia adalah pewaris tunggal mhd group orang terkaya di Asia
"Emm, maaf" arga mengarahkan tissu kearah bibir rita dan mengelap bekas es krim yang belepotan
"emmm saya bisa sendiri pak" rita canggung dan merik wajahnya yang mulai memerah ke arah lain
"kalau makan jangan kaya anak kecil belepotan gitu"
"emm iya" rita masih tidak melihat ke arah arga
Acara makan es krim selesai mereka beranjak meninggalkan outlet itu rita terus berjalan di sisi arga tali sepatunya lepas dan itu membuat rita jatuh tersungkur
"ahhh" arga yang kaget refleks menarik tangan rita tapi terlambat
"kamu gapapa mana yang sakit" arga mengintrogasi dengan nada perhatian
"emmm ini kaki kayaknya kesleo deh," rita meringis kesakitan sikunya juga berdarah
"yaudah ayok aku gendong" arga menggendong tubuh rita yang masih meringis kesakitan mobil melaju dengan cepat dan memasuki halaman keluarga wijaya arga kembali menggendong arga masuk rumah ani yang sedang menyiapkan makan malam terkejut
"ada apa ini, rita kenapa"
"rita jatoh maa, kakinya kesleo tolong telfon dokter ya ma
Arga bergegas naik kamar dan menbaringkan tubuh rita dengan lembut sedangkan ani menghubungi dokter keluarga
Tidak lama dokter datang dan memeriksa kondisi rita
" gimana dok? "
" Tidak apa apa bu ini hanya kesleo mungkin hanya butuh istirahat"
"baik dok terima kasih,mari saya antarkan" mama ani menemani dokter keluar
Didalam kamar hanya ada rita dan arga
"kamu gapapa kan"
"gapapa kok, cuma butuh istirahat kan"
"iya sih kalau belum baik jangan ke sekolah dulu ya"
"siap bos"
"yaudah aku pulang mama udah nelfon"
"kamu hati hati ya"
Arga tersenyum manis dan mengangguk kemudian bergegas pulang.