High School Love Story

High School Love Story
HSLS 55



Ya,itu adalah ulah Zanna,Zanna mendorong Dea ke dalam gudang dan mengunci pintu gudang. Setelah Itu Zanna langsung pergi dari tempat itu,sementara Dea di dalam kesulitan bernafas karena asap yang lama-kelamaan menyulitkan pernafasannya.


"Tolongggg." Teriak Dea.


"Tolongg,siapapun yang mendengar,tolong saya." Teriak Dea lagi.Lama kelamaan Dea merasa lemas karena terlalu banyak menghirup asap racun itu.


Dea langsung tidak sadarkan diri.Sementara Gavin yang sedang bersantai tiba-tiba teringat dengan Dea,langsung saja dia menghubungi Rico.


Tutt.


"Halo iya ada apa boss." Jawab Rico.


"Dimana nyonya." Tanya Gavin.


"Nyonya masih mengerjakan file yang diperintahkann dirimu bos."


"Cepat pergi ke ruangannya,aku merasa ada hal yang tidak enak."


Tanpa di perintah duakali Rico segera pergi ke ruangan Dea dengan telfon yang masih tersambung. Rico celingak-celinguk melihat seluruh ruangan Dea yang kosong.


Akhirnya Rico mencoba bertanya kepada Brianna.


"Anna,apa kamu melihat nyonya Adelia.?" Tanya Rico.


"Tidak pak,saya baru saja kembali ke kantor." Jawab Brianna dengan berbohong,padahal dia tadi melihat Adelia berjalan ke gudang belakang. Brianna juga tau rencana yang di lakukan oleh Zanan.


Awalnya Brianna merasa kasihan,tapi karena dia tidak suka dengan Dea jadi dia terpaksa berbohong kepada Rico.


"Baiklah nanti kalau kamu bertemu dengan Nyonya,suruh dia ke ruangan saya." Ucap Rico dan berlalu pergi,sementara Brianna hanya merespon ucapan Rico.


"Halo boss,nyonya tidak ada di ruangannya mungkin nyonya sedang pergi." Ucap Rico berusaha setenang mungkin.


"Cepat cari nyonya,kamu harus tau apa yang harus dilakukan." Ucap Gavin sambil menutup sambungan telfonnya.


Arghhhhh..


"Aku tidak boleh mengecewakan boss." Teriak Rico frustasi.


"Cepat cek semua cctv kantor,saya beri kamu waktu 1jam dari sekarang temukan nyonya Adelia." Perintah Rico dengan nada dingin.


"Adelia anak magang?."


"Hm." Ucap Rico dan berlalu pergi.Rico pergi menyusuri seluruh kantor untuk menanyakan dimana Dea berada.


Tapi hasilnya nihil,tidak ada siapapun yang tau keberadaan Dea.Juan dan Farel juga ikut membantu Rico mencari Dea,meskipun Rico merasa kesal dengan mereka berdua karena merasa kalau mereka adalah benalu hubungan Gavin dan Dea.


Rico sudah sangat mempercayai dan menghargai Gavin,karena mereka sudah bersama sejak kecil. Pernah Gavin ingin menjadikan Rico direktur utama di perusahaan cabangnya,tapi Rico menolak mentah-mentah dengan alasan ingin menjadi sekretaris pribadi Gavin saja.


Back to Rico.


Setengah jam kemudian Rico mendapatkan kabar dari IT kantornya. Rico segera menuju ke ruangan operator.


"Bagaimana." Tanya Rico to the point.


"Terakhir Nyonya berjalan menuju gudang belakang."


"Periksa cctv gudang." Perintah Rico cepat. Baik Gavin maupun Rico tidak mau kalau sampai mereka kecolongan hal sekecil apapun,maka dari itu Gavin dan Rico juga memasang cctv yang tidak disadari oleh seseorang.


Setelah mengutak-atik hampir lima menit akhirnya cctv di gudang belakang bisa di lihat. Di sana terlihat jelas mulai dari Dea yang berpapasan dengan Brianna.Rico mulai merasa aneh dengan Brianna.


Tapi yang membuat Rico kaget,adalah saat Dea berdiri di depan pintu gudang di sana juga ada Zanna yang sedang bersembunyi. Rekaman cctv itu terlihat sangat jelas di mata Rico semua perbuatan Zanna.


Rico sangat geram dan langsung menggebrak meja."Cepat copy semua rekaman itu dan salin ke flashdisk,boss harus melihat itu semua." Ucap Rico dan segera pergi.


Rico mengubungi anak buahnya yang bertugas di depan kantor untuk membantunya membuka pintu gudang itu,karena pintu gudang terkunci dengan rantai.


"Semoga boss masih mengampuni kamu Zanna Kirania." Ucap Rico dengan lirih.


.


.


Tungguin terus yaa:))