
Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.
Happy reading (◠‿◕)
"Apa eonni menyukai Byungchan dari dulu?"
"....."
"Kenapa diam? Itu semua benar yah?"
"Darimana lo tau Hay?" Balas Naeun.
"Nggak penting darimana gue tau, yang jelas gue nggak mau persahabatan kita bertiga rusak karena Byungchan eonni."
"Jadi gue mohon sebaiknya lo lupakan Byungchan saja. Dia sudah bersama Chorong eonni."
"Gue akan pikirin perkataan lo Hay."
"Mendingan lo sekarang ke kamar terus tidur daripada bahas ini semua."
"Gue juga mau ke kamar."
"Baiklah eonni."
Malam yang dingin itu berlalu, Naeun sibuk memikirkan perkataan Hayoung dan Jinyoung bersamaan. Sementara Hayoung hanya ingin mereka kembali seperti dulu lagi.
Pagi telah tiba, Naeun yang duluan bangun pergi diam diam menuju sekolah karena kejadian kemarin ia dan Hayoung jadi cukup canggung.
Hayoung yang tidak melihat Naeun tentunya peka terhadap alasan Naeun yang tidak membangunkan nya.
Skip
Jinyoung yang telah datang melihat Naeun juga datang bersamaan dengan nya. Ia pura pura tidak melihat Naeun dan mempercepat langkahnya.
"Young, tunggu!!" Teriak Naeun.
"Young, lo yakin dengan kata kata lo kemarin?!" Tanya Naeun tetapi tidak ditanggapi Jinyoung.
"Young, kenapa lo tega sama gue?"
"Dasar cowok pengecut!!" Teriak Naeun lagi dan didengar Jinyoung.
Langkah Jinyoung terhenti sebentar dan ia berbalik mengatakan sesuatu.
"Gue harap lo bahagia noona, jangan ikutin gue lagi."
"Kebahagiaan lo kebahagiaan gue juga."
"Kita akan menjadi teman selamanya saja."
"Bye."
Setelah mengatakan itu Jinyoung langsung ke tempat biasa, yaitu di taman belakang. Disana lumayan sepi pada pagi hari.
"Eh Jinyoung hyung, ngapain duduk disini sendirian?" Tanya Daehwi.
"Gue pengen sendirian aja Hwi."
"Mau gue temenin nggak hyung?"
"Boleh deh Hwi, gue mau kasi' tau sesuatu sama lo."
"Apaan hyung?"
"Apa gue salah kalo menjauh dari Naeun noona?"
"Memang kenapa lo jauhin dia?"
"Gue diancam sama Daniel hyung, katanya gue harus jauhin Naeun kalo nggak mau dia kenapa napa."
"Hm, lo nggak salah sih hyung. Tapi gue rasa lo harus kasi' tau masalah ini ke noona supaya dia nggak salah paham sama lo."
"Naeun noona sepertinya mulai membuka diri lagi sama lo hyung." Lanjut Daehwi.
"Tapi bagaimana dengan Daniel hyung? Nanti dia bisa menyakiti Naeun noona Hwi."
"Kalo masalah Daniel hyung biar gue Jihoon sama Woojin yang urus."
"Lo urusin aja masalah kalian berdua."
"Thanks yah Hwi, lo bikin gue lebih baik." Ucap Jinyoung dan beranjak dari sana.
"Gue harap lo bisa bahagia sama Naeun noona Young."
Setelah Jinyoung yang meninggalkan nya dan berkata begitu Naeun langsung ke toilet dan menangis disana.
Ditempat lain, Chorong dan Byungchan bagai permen karet yang tidak bisa lepas. Kemanapun Chorong pergi Byungchan pasti ikut bersamanya.
Dan yang membuat Chorong tidak nyaman adalah Byungchan selalu menggenggam tangannya sehingga mereka jadi pusat perhatian disana.
"Kalian ngapain pegang pegangan tangan disini? Nggak malu dilihatin orang?" Tanya Seungwoo.
"Hyung seperti nggak pernah pacaran saja sama cewek, pasti kalau sudah pacaran lo juga nempel macam gue."
"Itukan lo Byung, gue nggak gitu juga terus sama pacar. Entar dia ilvil lagi sama gue." Balas Seungwoo.
"Chorong noona begitu?" Tanya Byungchan.
"Nggak kok Byung, gue nyaman." Jawab Chorong berbohong.
"Eh kalian semua disini rupanya. Gue sama Hayoung noona cariin tau daritadi."
"Lah kenapa emang Bin?" Tanya Chorong.
"Cuma mau ajakin kalian kumpul, sudah lama juga nggak kumpul kita."
"Naeun mana?" Tanya Seungwoo.
"Gue disini Woo." Balas Naeun tiba tiba datang melambai.
"Darimana lo?" Tanya Seungwoo.
"Kepo banget urusan gue, daripada kepo sama gue mendingan lo cari pacar sana! Gangguin gue terus."
"Idih, siapa juga yang ganggu lo. Cuma nanya aja keles."
"Jadi kita mau ngapain?" Tanya Hayoung.
"Em, ada yang punya ide?"
"Gimana kalo kita liburan di pantai?" Tanya Jinyoung yang barusan tiba.
"Lah kok lo disini? Mau berantem?" Celetuk Seungwoo.
"Gue mau ikut kalo ada Naeun noona."
"Bucin lo nak!" Balas Subin.
"Kek lo yang nggak aja. Ucap Jinyoung.
"Jadi gimana? Setuju kalo nih anak ikut?" Tanya Subin.
"Setuju aja sih gue." Jawab Seungwoo.
"Gue juga." Lanjut Hayoung.
"Gue sama Chorong noona juga setuju setuju saja."
"Nah kalo gitu nih anak ikut deh."
"Gimana? Setuju nggak dengan ide gue?" Tanya Jinyoung lagi dan diangguk sama yang lain.
"Sebelum itu, gue mau ngomong sama Naeun noona."
"Sama gue? Kenapa?"
"Sebentar saja noona, ada omongan yang harus lo tau."
"Baiklah, jangan lama lama. Gue ada urusan."
Mereka pun pergi ke tempat sunyi untuk berbicara empat mata.
"Noona, maafin gue atas sikap gue yang kemarin dan ini hari."
"Gue cuma nggak mau lo nggak bahagia sama gue."
"Lo mau ngomong ini doang?" Tanya Naeun.
"Nggak penting tau!!" Naeun pun beranjak dari situ dan pergi.
"Gue ngelakuin semua ini demi lo noona!!
"Gue tau gue egois, tapi gue nggak mau lo disakiti sama Daniel hyung."
"Dia mengancam gue kemarin dan bilang ke gue kalau harus jauhin lo atau lo bakal celaka!!" Teriak Jinyoung.
"Harusnya lo nggak ngelakuin itu semua sendiri Young. Lo harus bilang ke gue juga soal itu. Butuh waktu buat maafin lo yang kedua kalinya ini."