High School Love Story

High School Love Story
HSLS 58



"Tapi tidak harus dengan cara kotor seperti itu." Bentak Gavin.


"Rico cepat bawa dia keluar dari kantor ini,saya tidak ingin melihatnya lagi dan pastikan juga dia tidak akan kembali lagi." Ucap Gavin dengan tegas,Rico mengangguk dan menyeret OB itu keluar.


"Pak jangan pak,saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Pak saya masih punya tanggungan keluarga pak." Teriak OB itu tapi tidak di perdulikan oleh Gavin,sekarang Gavin akan mengurus kedua perempuan yang hampir menghilangkan nyawa Dea.


Sesaat kemudian Rico kembali ke ruangan Gavin.


Gavin sangat emosi melihat Zanna.


"Zanna kenapa lo masih aja cari masalah sama gw dan Adelia,lo udah dapetin Farel dan bikin sakit hati Adel." Tanya Gavin.


"Karena gw gak suka sama Dea,cewek miskin yang bisa dapetin lo,bisa dapetin Farel dan semua orang. Gw benci sama Dea karena Dea gw kalah dalam segala hal." Teriak Zanna.


"Tapi tidak harus dengan cara sampah seperti itu." Timpal Rico.


"Mulai sekarang lo keluar dari kantor ini dan gw gak mau ngeliat lo lagi." Bentak Gavin.


" Tapi Gav,gw suka sama lo gw cinta sama lo." Ucap Zanna mengaku dengan deraian air mata.


" Hah.. jangan jadi perempuan serakah Zanna,di hati gw cuma ada Adelia seorang kemarin,sekarang,besok dan selamanya." Ucap Gavin dengan tegas.


Deg....


Bukan hanya hati Zanna yang sakit tapi juga hati Brianna. Brianna berfikir Dea pasti sangat beruntung mendapatkan hati Gavin.


"Rico bawa Zanna dan semua barang-barangnya pergi dari sini." Perintah Gavin. Zanna hanya pasrah dengan hati yang sakit dan dalam keadaan emosi.


Sekarang hanya tinggal Gavin dan Brianna. Brianna canggung sedari tadi di tatap oleh Gavin.


"Bisa dijelaskan Bri." Tanya Gavin.


"Kenapa kamu berusaha melindungi rencana Zanna yang jelas-jelas bisa membahayakan nyawa Adelia." Ucap Gavin berusaha se biasa mungkin.


" Aku gak suka Ray,aku gak suka ngeliat kamu yang dari dulu selalu saja Adelia dan Adelia. Meskipun kamu di sakitin kamu masih saja memilih dia. Kenapa kamu gak pernah liat aku Ray,aku yang selalu ada buat kamu,selalu menjadi tempat keluh kesah kamu. Aku cinta sama kamu Alden Gavin Raymond,apa kamu tidak pernah tau hal itu? Aku benci di saat kamu selalu saja membahas tentang orang yang sama sekali tidak pernah memperdulikan kamu. Apa bedanya aku sama dia Ray aku bisa membuat kamu bahagia tanpa sakit. " Ucap Brianna,akhirnya dia bicara juga tentang isi hatinya kepada Gavin. Setelah bertahun-tahun dia simpan sendiri.


Brukk..


Brianna jatuh ke lantai dan menangis.


"Kenapa,kenapa kamu gak pernah pandang aku Ray,padahal aku yang selalu setia ada di samping kamu. Aku juga ga pernah kecewain kamu." Teriak Brianna frustasi.


Gavin diam,dia merasa kasihan dengan Brianna tapi dia juga tidak suka Brianna menyimpan rasa kepadanya karena Brianna juga tau dari dulu Gavin selalu berharap kepada Dea,Dea dan Dea.


"Cukup Bri,kamu tau di hati aku cuma Adel,kamu juga tau seberapa besar perjuangan aku sama dia. Memang dulu dia tidak pernah menghargai perjuangan aku,tapi aku yakin sekarang dia sedang menunggu aku. Maaf Bri tapi aku tidak mungkin menghianati hati dan janjiku sendiri,kamu bisa mendapatkan yang lebih dari ini. Banyak laki-laki di luar sana yang ingin memilikimu." Ucap Gavin memegang pundak Brianna.


"Sekarang pilihan ada di tangan lo,lo masih mau kerja sama gw atau lo mau pergi." Sambung Gavin,jujur dia tidak tega melihat keadaan Brianna. Sebenarnya Gavin tau kalau Brianna suka dengan dirinya,tapi Gavin sebisa mungkin berusaha bersikap biasa dengan Brianna.


" Gw tetep kerja,tapi gw izin hari ini gw ingin pulang. Besok gw tetap jadi sekretaris lo." Ucap Brianna berdiri dan berlalu pergi.


Setelah kepergian Brianna. Gavin memikirikan semua ucapan Brianna tadi.


"Kamu pantes dapat yang lebih Brianna. " Ucap Gavin lirih


.


Jangann pernah bosen bacanya yaa:))


Budayakan vote:).