High School Love Story

High School Love Story
S2#09



Setelah kejadian itu,baik Gia maupun Devan tidak saling bertegur sapa kembali.Devan yang takut Gia akan semakin membenci dirinya sedangkan Gia yang sudah tidak mau berurusan lagi dengan Gia.


Sekarang teman Gia dan Iffy bertambah satu lagi yaitu SISILIA ZEHA mereka memanggilnya Zea ,Zea gadis polos nan lugu dia anak yang manis sifat mereka bertiga sangat bertolak belakang. Mereka menerima Zea sebagai sahabat karena Zea yang tidak munafik seperti lainnya yang hanya ingin pansos semata.


Zea juga menjadi orang yang mempunyai pikiran lebih dewasa daripada Gia dan Iffy. Banyak juga yang mengagumi sosok Zea karena dengan sikap lemah lembutnya Zea.


"Ze lo mau ikut kita gak?." Tanya Iffy.


"Kemana."


"Biasalah kita hangout ntar pulang sekolah setelah itu kita nginep di rumah Gia,karena abang Gio hari ini pulang dari inggris." Jelas Iffy,memang Gio melanjutkan studynya ke inggris sekalian memantau perusahaan cabang GAV'S STAR yang ada di sana.


"Tapi gue harus bantu ibu dulu di panti soalnya ada penyumbang yang mau mengadakan syukuran di panti." Jawab Zea. Yaps Zea adalah anak yatim piatu,kedua orangtuanya sudah meninggal semenjak Zea masih berumur lima tahun,semenjak itu juga tantenya Zea menitipkan Zea ke panti asuhan karena tantenya yang tidak mau direpotkan mengurus Zea. Hal itu juga yang membuat Gia dan Iffy merasa kasihan kepada Zea.


"Yaudah kita berdua temenin lo ke panti,gak ada penolakan." Seru Gia.Iffy juga mengiyakan.


"Baiklah." Jawab Zea.


.....


Sepulang sekolah,sesuai janji Gia dan Iffy,mereka berdua menemani Zea ke panti asuhan tempat tinggalnya Zea. Sesampainya di sana mereka disambut dengan sangat baik oleh semua orang yang ada di sana. Banyak juga yang langsung akrab dengan Gia maupun Iffy,karena memang mereka berdua sangat suka kepada anak-anak apalagi ditambah dengan kelucuan mereka.


Malam harinya giliran Zea yang ikut ke rumah Gia, sepanjang perjalanan ke rumah Gia,Iffy dan Gia tidak ada hentinya beradu mulut lain halnya Zea yang memang pendiam tidak seheboh mereka berdua.


"Lo udah kasih hadiah buat bang Gio?." Tanya Iffy.


"Udah dong,dan hadiah gue pasti lebih disukai bang Gio." Jawab Gia.


"Jangan PD dulu ferguso,karena nanti hadiah gue lebih spesial dari punya lo."


"Punya gue lah,gue kan tau kesukaan dia secara dia abang gue."


"Yee dia juga abang gue."


"Lebih tepatnya suadara spupu,ingat itu."


"Tapi kata mama gue sama lo dan bang Gio udah seperti saudara kandung."


"Iddih najis gue punya sodara kek lo."


"Serah lo deh marpuah."


"Kalian berdua kapan akurnya coba,padahal kalian saudara setiap hari ngeributin hal kecil yang gak penting pusing tau gak." Oceh Zea.


"Gak." Seru mereka berdua bersama.


"Dia yang mulai duluan Ze." Bela Iffy.


"Enak aja lo duluan yang ngajak adu bcd." Jawab Gia.


"Lo."


"Lo."


"Lo."


"Lo."


"Lo."


"Astagaaa." Seru Zea.


"Yaudah gue minta maaf Gi." Ujar Iffy tulus.


"Maafin gue juga Fy." Jawab Gia.


Lalu mereka berdua berpelukan membuat Zea menggelengkan kepalanya,tidak heran mereka berdua beradu argumen seperti tadi apalagi ditambah Kenzo lengkap sudah penderitaan Zea. Memang Zea juga akrab dengan Kenzo bahkan tidak jarang Kenzo juga mendapat ceramah dari Zea,awalnya Kenzo menyukai Zea tapi karena Zea yang menolaknya secara halus akhirnya Kenzo melupakan perasaannya kepada Zea dia lebih memilih bersahabat dengan Zea daripada harus dibenci Zea.


Back to Gia.


"Nah gini dong akur,seneng kan gue liatnya." Seru Zea.


"Iya bunda Ze." Jawab mereka kompak membuat Zea memutar matanya malas.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah Gia.