
Di kantin....
"Gia lo mau apa." Tanya Ansel.
"Gue mau bakso sama lemon tea aja" Jawab Gia.
"Iffy?."
"Samain aja sama Gia." Jawab Iffy.
"Gue juga samain aja sama mereka." Seru Devan sambil memainkan hp nya.
"Lah yang nawarin lo siapa." Goda Ansel dan berlalu pergi memesan sebelum Devan marah.
"Dasar Ransel." Seru Devan lirih.
Saat sedang menunggu pesanan,tiba-tiba Iffy dikagetkan dengan Aly dan Rizky yang masuk ke kantin dengan Aly yang menggandeng tangan perempuan dengan sangat mesra. Masih ingat kan pacarnya Iffy.
"Fy,itu kan kak Aly sama kak Iky?." Tanya Gia,sedangkan Iffy masih mematung dengan pandangan terus ke arah Aly.
Melihat Gia di acuhkan oleh Iffy,Devan menjadi penasaran dengan mereka berdua Devan mengikuti arah pandang Iffy.
"Iffy kenapa." Tanya Devan.
"Diem dulu." Jawab Gia,akhirnya Devan diam dan masih setia memandang Gia yang sedang menenangkan Iffy.
Tiba-tiba Ansel datang membawa pesanan mereka. Ansel menjadi heran kenapa suasana di sana menjadi sedikit mencekam. Ansel akhirnya mengikuti arah pandang Iffy.
"Oh si ketos itu sama anteknya. Udah jadian aja tuh si Aly sama Maya padahal dulu Maya kek cacing kepanasan setiap di deketin Aly." Cerocos Ansel tanpa memikirkan tatapan tajam dari Gia.
"Apa,jadi mereka pacaran dan sudah saling suka dari dulu." Seru Iffy menahan air matanya.
"Iya tapi sepertinya cuma Aly yang suka sama Maya,tapi lihat sekarang mereka sweet banget." Ujar Ansel,Gia langsung melempar Ansel dengan kerupuk yang ada didepannya sedangkan Devan membungkam mulut Ansel yang tidak ada remnya itu. Devan bisa membaca suasana karena Gia yang menenangkan Iffy dari tadi.
"Wah perang nih." Seru Gia sambil mengikuti Iffy.
"Anj*g lo Dev,ngapain tangan lo bekep gue hah?." Marah Ansel.
"Udah mendingan lo diem nanti Gia bakalan jelasin sama kita, kita liatin mereka berdua dulu nanti kalau Rizki ataupun Aly main kasar kita turun tangan." Jelas Devan dan Ansel menganggukkan kepalanya meskipun dia tidak tau apa permasalahannya.
"Hebat ya Al, lo masih ada hubungan sama gue tapi udah gatel sama cewek lain." Bentak Iffy sehingga semua orang yang ada di sana memperhatikan Iffy.
"Kenapa? Sudah jelas kan sekarang jadi lo gak perlu drama seperti ini." Ucap Aly santai.
"Drama lo bilang? yang drama itu lo dasar sampah murahan,dan lo nama lo Maya kan. Gue tegasin sama lo,jadi cewek jangan mau sama cowok yang masih punya pacar gak laku apa gimana lo." Bentak Iffy sambil menatap Maya sinis. Maya yang tidak terima hendak melayangkan tangannya untuk menampar Iffy tapi dengan cekatan Gia menahan tangan Maya.
"Wow tidak semudah itu mbak Maya yang terhormat. Sekali lo sentuh dia habis lo sama gue." Ujar Gia dengan tatapan tajamnya sementara Iffy langsung meninggalkan kantin itu.
"Udah Gia mendingan lo gak usah ikut campur urusan mereka." Seru Rizki sambil memegang tangan Gia.
"Lepasin pacar gue." Bentak Devan sambil menarik kasar tangan Gia. Gia kaget dengan ucapan Devan barusan,tapi Gia juga tidak suka tangannya dipegang Rizki iya memang awalnya Gia suka sama Rizki tapi hanya sebatas mengagumi. Tapi lama kelamaan sikap Rizki semakin terlihat jelas,dia hanya menggunakann jabatan ketosnya untuk menindas murid yang lemah dan ngebaperin semua siswi di sekolah.
"Alah sok sok an jadi pacar Gia lo,lo aja belom bener jadi orang malah sok pacaran." Ucap Rizki.
"Bgs*t lo."
Bughhh...
"Jangan mentang-mentang lo ketos di sini,jadi berucap seenaknya." Bentak Devan setelah puas memukul Rizki. Setelah itu Devan menarik tangan Gia untuk pergi dari kantin di ikuti Ansel.
Sebelum pergi Gia sempat berucap kepada Rizki.
"Gue kecewa dan sangat kecewa sama lo kak."
.