
STOPPP...! Teriak Dea,membuat Gavin menghentikan langkahnya.
" Kenapa lo pergi ninggalin gw pas gw koma hah??." Tanya Dea dengan nada bergetar.
" Kenapa lo ninggalin gw di saat gw udah buka hati gw buat lo."
" Lo udah bikin gw nunggu lo selama empat tahun. Gw sendirian Al,gw kesepian hidup gw hampa tanpa adanya lo." Tangisan Dea mulai kencang membuat Gavin merasa sangat bersalah kepada Dea.
" Lo tau Al,gw cinta sama lo." Ucap Dea.
Buggg... Gavin langsung memeluk Dea dengan sangat erat. Pelukan inilah yang dirindukan oleh mereka berdua.
"Kalo lo datang cuma mau pergi lagi lebih baik lo pergi gak usah balik lagi." Ucap Dea sesegukan. Gavin yang mendengarnya semakin yakin niatnya untuk mengikat Dea.
" Jangan nangis lagi hmm.." Ucap Gavin dengan lembut sambil mengecup pucuk kepala Dea.
Dea tidak mau melepaskan pelukannya dari Gavin karena Dea benar-benar sangat merindukan Gavin. Akhirnya Gavin terpaksa melepaskan pelukannya dan berjongkok di depan Dea sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam sakunya membuat Dea semakin bingung.
" Will You Marry Me?." Tanya Gavin dengan sangat lancar.
Hahh. Dea melongo seketika,dia mencerna setiap ucapan Gavin. Dea juga berpikir apakah Gavin bercanda atau memang serius.
" Ayolah sayang,aku gak punya banyak waktu. Kita harus pergi ke pesta pertunangan kita nanti malam." Ucap Gavin merengek. Lagi-lagi Dea di buat bingung oleh Gavin.
Terimaa
Terimaa
Terimaa
Dea menoleh ke asal suara itu, ternyata di sana sudah ada keluarga Dea dan juga keluarga Gavin serta Bella dan Rico juga hadir. Dea sangat terkejut dengan semua yang terjadi hari ini.
Dea sejenak melihat ke arah bundanya untuk meminta persetujuan dari bundanya. Dan bunda Anggi menganggukkan kepala menandakan ia setuju begitu juga ayah Steve dan yang lainnya. Karena memang sebelumnya Gavin sudah meminta izin untuk mengikat Dea.
Dea meneteskan air matanya dan menjawab pertanyaan Gavin.
Cieeee....
Teriak mereka semua yang berada di sana. Gavin dengan tidak malunya memeluk Dea di depan semua orang.
"Akhirnya perjuangan aku selama ini gak sia-sia sayang." Ucap Gavin penuh haru.
" Terimakasih sayang." Balas Dea dengan tatapan yang sangat lembut.
" Apa tadi?? Gak denger." Ucap Gavin mulai jahil."
" Gak,gak ada apa-apa." Jawab Dea kesal.
" Hahahaha di ulang lagi dong." Rengek Gavin dengan manja .
" Iya terimakasih sayang." Ucap Dea dengan sangat manis,membuat semua orang yang ada di sana merasa iri dengan mereka.
" Uhhhh kakak ipar." Teriak Bella. Dea kaget dengan keberadaan Bella.
"Kakak ipar??." Tanya Dea dengan bingung.
" Iya mulai sekarang kamu kakak ipar aku. Aku adik kandungnya bang Ray. Dulu aku mau bilang sama kamu tapi kamu yang terlalu dingin malah gajadi ngomong. Nama gw Arabella Carroline Raymond." Jelas Bella.
" Ternyata dunia sesempit ini." Ucap Dea.
Buggg.
Bella langsung memeluk Dea,dia sangat merindukan sahabat langkanya itu.
" Sumpah De,aku kangen banget sama kamu meskipunn kamu kayak es tapi aku sayang banget sama kamu." Ucap Bella.
" Aku juga kangen kok Bel,maaf ya kalo aku dulu dingin sama kamu." Balas Dea.
" Iya lah,kalo gak gitu gak akan ada drama antara tuan Raymond dan Nyonya Krismantara." Ucap Bella membuat semua yang berada di sana tertawa.