
"Eh bang,gue mau titip Rheina tinggal di sini boleh gak. Soalnya Rheina gak mau kalau sekolah di canada setelah tau punya keluarga di indonesia dia bersikukuh untuk tinggal di sini kalau kalian gak keberatan sih atau nanti biar Rico cariin Rheina apart di dekat sini." Seru Bella. Gavin saling pandang dengan Dea,sementara Gia saling pandang dengan Gio.
Gavin tidak keberatan kalaupun Rheina harus tinggal di rumahnya tetapi bagaimana dengan Dea.
"Bagaimana sayang." Tanya Gavin.
"Kalau aku sih gak papa lagian nanti kan tambah rame juga dan Gia ada teman juga di rumah. Kalau kalian berdua bagaimana sayang." Tanya Dea ke Gia dan Gio.
"Kalau Gia mah gak papa mom dia kan juga saudari Gia nanti Gia kenalin ke temen-temen Gia yang lain." Jawab Gia.
"Gio?". Kali ini Gavin yang bertanya.
"Kalau kalian sudah bilang iya semua terus Gio harus bilang apa lagi yang pasti Gio mau dad. Lagian benar kata Gia dia juga saudara spupu Gio. " Jelas Gio.
Mereka semua pun yang ada di sana merasa senang,nantinya untuk sementara waktu Rheina akan satu kamar dengan Gia sambil menunggu kamar Rheina yang ada disebelah kamar Gia selesai dibersihkan .
Setelah itu mereka semua makan malam bersama,Rico dan Bella juga akan pulang malam ini ke canada sebenarnya mereka hanya mampir sekalian menitipkan Rheina ke keluarga Gavin.
"Sayang baik-baik di sini sama aunty Dea ya sama uncel Al juga,dan jangan sampai bertengkar dengan Gia dan bang Gio inget di sini keluarga kamu juga." Ujar Rheina dengan berat hati meninggalkan anak perempuannya itu.
"Iya nak,nanti kalau sampai papi denger kamu nakal di sini,papi akan jemput kamu hari itu juga." Sambung Rico.
"Iya mami papi,Rheina akan selalu ingat pesan kalian. Kalau nanti gak ada Rheina di rumah jangan suka berantem lagi ya." Seru Rheina sambil memeluk kedua orangtuanya itu. Meskipun berat tapi ini keputusan Rheina untuk menetap di indonesia.
Setelah mengantar Rico dan Bella ke bandara mereka semua pulang ke rumah dan langsung istirahat di kamar masing-masing.
Di kamar Gia.
"Oh ya Rhein kata mommy besok kamu akan sekolah di sekolah gue juga ya." Tanya Gia.
"Iya Gi,soalnya gue orang baru di sini jadi kalau harus beda sekolah takutnya akan jadi masalah." Jawab Rheina.
"Yaudah besok gue kenalin lo sama temen-temen gue." Seru Gia,setelah itu Rheina pamit ingin ke kamar mandi sementara Gia membuka grup chat gibahnya.
_BAC*TAN UNFAEDAH
-S.Iffy.a. : Siapa Gi
-Ansel.a.b : Duain
-Dev.s.r : Tigain
-S.Iffy.a :Woy Gia ngapa jadi ngilang lo
-Ansel.a.b : Gia lagi pup itu jangan di ganggu
-Dev.s.r : Apaansih lo Sel paling juga Gia masih sibuk
-S.Iffy.a : Ada apa gerangan dengan bang Devan yang tiba-tiba peduli dengan Gia
-Ansel.a.b : Huuu Devan gercep nih
-S.Zea : Mendingan kalian semua belajar besok gurunya killer
-Ansel.a.b : Ibu pawang keluar kabur yuuu
-Dev.s.r : Tetangga gue keseringan belajar jadinya pas gede gak bisa lepas dari buku Ze
-Giana.z : Berisik bet dah
Setelah itu Gia tidak membuka grup chatnya lagi,dia lebih memilih istirahat menyusul Rheina ke dalam mimpinya.
.
.
.