
"Sisilia Zeha,gadis pemilik surat yang diam-diam menyukai donatur panti yang ditinggalinya saat ini."
Degg.Zea mematung di tempatnya,mendengar penuturan Gio.
"Maksud lo apa." Seru Zea dengan tubuh yang gemetar.
Gio menyerahkan surat yang dia simpan duabelas tahun yang lalu itu kepada Zea.Zea dengan tangan yang gemetar mengambil surat itu,surat yang ia hafal.
"Di surat itu lo secara terang-terangan nulis kalau suka sama gue tapi lo gak pernah berani buat nemuin gue langsung."
"Ini bukan punya gue." Ujar Zea mencoba membohongi Gio.
"Setelah gue bertahun-tahun mencari pemilik surat itu,sampai gue seperti orang gil* dan sekarang lo bilang kalau ini bukan milik lo?." Ujar Gio tersenyum sinis,jujur saat ini Gio merasa kecewa dengan Zea. Jelas-jelas di surat ini Zea menuliskan bahwa Zea menyukainya.
Sementara Zea masih mematung di tempatnya,ternyata dugaannya selama ini benar bahwa Gio adalah orang yang di sukainya waktu berumur lima tahun.Zea sudah menyadarinya saat pertama kali berkunjung ke rumah Gia.
Flashback...
Saat ini Zea dan Iffy sedang berada di kamar Gia. Gia masih berada di kamar Gio karena ingin meminjam gitar Gio.Secara tidak sengaja Gia melihat foto masa kecil Gia dengan Gio di atas meja belajar Gia.
Zea kaget melihat foto masa kecil Gio yang sama dengan anak laki-laki yang disukainya dulu.
"Fy,ini foto Gia sama Gio." Tanya Zea.
"Iya itu foto Gia sama bang Gio,lucu banget kan." Ujar Iffy,seketika itu Zea mematung di tempatnya.
"Tapi lebih lucu foto masa kecil gue." Sambung Iffy yang hanya di balas deheman oleh Zea.
Mulai dari waktu itu,Zea menjadi selalu ingin tahu semua tentang Gio tanpa diketahui Gia dan Iffy.Zea merasa sangat bahagia karena bisa bertemu lagi dengan pria yang disukainya dulu.
Flash on..
Gio yang kecewa beranjak ingin pergi karena melihat respon Zea yang hanya diam saja.Zea tersadar setelah Gio melewatinya,langsung saja Zea berlari dan memeluk Gio dari belakang.
" I'm sory." Seru Zea menangis sambil memeluk Gio.Gio langsung berbalik dan membalas pelukan Zea dengan erat.
"Gue gak izinin lagi lo pergi dari gue,dulu gue gak ngerti saat pertama kali kita ketemu yang gue tau saat ngelihat mata lo gue seperti terhipnotis karena teduhnya mata lo." Ujar Gio mengusap kepala Zea.
"Gue masih gak percaya Gioo." Seru Zea.
"Yang terpenting sekarang lo udah milik gue."
"Gue malu." Cicit Zea pelan membuat Gio menggelengkan kepalanya.
"Mending sekarang kita turun,gue bawa lo ke suatu tempat." Ujar Gio menggandeng tangan Gia secara perlahan.
Gue masih gak percaya,orang yang gue suka selama duabelas tahun mencari gue dan sekarang memfonis gue miliknya.Batin Zea.
Setelah beberapa saat kemudian,mereka berdua sampai di sebuah danau yang sangat indah dan teduh di mata.
Gio mengajak Zea duduk di sebuah kursi panjang yang ada di sana.
"Gia yang ngasih tau gue,semalam dia setelah pulang dari panti langsung bilang semuanya ke gue."
"Pantas saja,setelah melihat foto kecil gue Gia langsung pulang."
"Gue bukan orang yang romantis tapi gue mau lo milik gue selamanya.Saat lo lulus nanti gue akan langsung ngelamar lo sebagai calon istri gue."
"Gue takut keluarga lo gak nerima hubungan kita.Status gue yang hanya anak panti asuhan sementara lo berada tinggi di atas gue." Seru Zea lirih.
"Zea,lo gak ingat bagaimana keluarga gue memperlakukan lo? . Giana yang sayang sama lo sebagai sahabatnya,Mom dan Dad yang udah anggep lo seperti anaknya sendiri." Jelas Gio.
"Humm,makasih lo selama ini mau cari gue." Ujar Zea tulus.
"Lo gak perlu berterimakasih karena lo pantas di cari dan di kejar. Lo mau dampingi gue sampai gue dan lo tua nanti?."
"Iya gue mau Gioo." Jawab Zea.
"Aku Giofandi Zafrano mencintai Sisilia Zeha."
"Dan aku Sisilia Zeha mencintai Giofandi Zafrano."
Setelah itu mereka berdua berpelukan,melepas rindu setalah duabelas tahun hidup dibayangi masalalu.Tiba-tiba Gio melepaskan pelukannya dan menatap Zea dengan intens.
"Bentar,aku mau tanya kenapa kamu dulu bisa suka sama aku." Ujar Gio.Zea tersenyum dan menceritakan awal mulanya dia menyukai seorang Giofandi.
"Waktu itu secara tidak sengaja aku main di taman bersama anak panti yang lain.Dan tiba-tiba mereka berlari ke sebuah mobil yang barus masuk. Aku mencoba mencari tau kenapa mereka sampai seheboh itu,ternyata kata ibu panti donatur panti itu datang berkunjung dan setelah keluarga kamu keluar pandangan aku fokus dengan kamu yang baru turun sambil menggandeng Gia kecil.Saat itu pertama kalinya aku mulai menyukai kamu,sampai mengikuti kamu kemanapun kamu bermain di panti. Setiap weekend aku selalu menunggu kamu di taman depan panti hanya untuk menunggu kamu datang ke panti,sampai akhirnya terakhir kali aku melihat kamu yang sedang melamun sambil melangkah pergi ke atap dan aku ngikutin kamu.Sampai di atap aku melihat kamu mendekat ke pagar pembatas di atap,saat itu pikiranku takut kamu berbuat macam-macam sampai akhirnya aku bilang 'Kalo mau bunuh diri jangan di sini,mendingan berdiri aja di rel kereta api.Entah kenapa aku berkata seperti itu padahal aku tidak tau sebenarnya kamu kenapa.Dan setelah itu aku pergi meninggalkan kamu ,dan dari waktu itu aku tidak pernah lagi melihat kamu mengunjungi panti ini dan betapa bodohnya aku kehilangan surat yang berisi pernyataan kalau aku menyukaimu." Jelas Zea panjang lebar.
"Dan waktu itu kamu anak kecil yang sangat menggemaskan karena berceloteh seakan-akan tau apa yang akan aku lakukan.Padahal waktu itu aku hanya memikirkan Giana,karena sebelum berangkat ke panti waktu itu aku sempat bertengkar dengan Giana kecil.Dan aku tidak pernah ke panti lagi karena aku dan Gia ikut Daddy sama Mommy ke London,sampai akhirnya aku kembali lagi ke indonesia setelah lulus sma.Aku mencoba mencari kamu ke semua panti yang ada di jakarta tapi aku tidak pernah menemukan apa yang aku cari,sampai akhirnya aku sering mengantar Gia ke panti kamu baru aku merasa seperti tidak asing dengan panti itu."Jelas Gio.
"Aku harus berterima kasih kepada Gia." Seru Zea.
"Iya aku harus berterimakasih juga dengan gadis menyebalkan itu." Sambung Gio.
Setelah itu mereka berdua berbincang membahas kembali masalalu mereka dan saling bertukar cerita setelah berpisah selama duabelas tahun.
Sementara di lain tempat.
Saat ini,Gia dan Rheina berada di toko buku. Gia dengan kalapnya membeli beberapa buku yang baru dicetak dan mejadi best seller di toko itu. Gia sengaja karena untuk sekarang dia belanja tidak menggunakan uangnya sendiri melainkan uang abangnya.Tadi sebelum Gio berangkat,Gio menyerahkan black card nya kepada Gia.
"Ya ampun Gi,lo beli buku segini banyak buat apa.Sanggup lo baca semuanya." Ujar Rheina menatap spupunya itu yang sangat suka sekali mengkoleksi buku.
"Cuma buat pajangan aja Rhein,kalau ada waktu gue pasti baca." Seru Gia sementara tangannya masih tidak berhenti memilah buku yang sesuai dengan keinginannya.
Tanpa mereka berdua ketahui,sedari tadi Gia diikuti oleh orang suruhan Devan.Devan tidak mau ada yang sampai mencelakai Gia,dan dengan begitu Devan akan selalu mendapaat laporan tentang kegiatan Gia saat tidak bersama dengan Devan.
.
.
.