High School Love Story

High School Love Story
HSLS 53



"Bicaralah jangan bikin aku penasaran." Ucap Gavin dengan nada yang mulai emosi.


"Ada saja boss." Ucap Rico dan segera pergi karena dia sengaja ingin mengerjai bossnya.


"Awas kau Richardo." Gumam Gavin.


Setelah kepergian Rico,tiba-tiba ada yang mengetuk pintu ruangan Gavin.


"Masuk." Perintah Gavin.


Deg...


Ternyata yang masuk ke ruangan Gavin adalah Zanna,Gavin awalnya terkejut dengan kedatangan Zanna tapi sebisa mungkin dia menyembunyikan ekspresinya.


"Hahh,lo Gavin kan?." Tanya Zanna dengan nada bergetar.


"Hm." Jawab Gavin dengan deheman.


"Gak,gak mungkin.Ngapain lo disini,ini kan ruangan CEO."Sungut Zanna.


Gavin tidak berbicara,dia hanya menunjuk ke arah meja,dan disana ada nama Gavin dan juga beberapa foto Dea.


"Mr.Alden Gavin Raymond." Ucap Zanna,dan Zanna juga melihat beberapa foto Dea yang di pajang di ruangan itu,serta yang ada di atas meja Gavin.Ada rasa benci di hati Zanna.


"Jadi lo CEO di sini." Sambung Zanna.


"Ya,dan gw gak mau Adelia tau semua ini,kalau sampai dia tau lo akan berurusan sama gw.Dan satu hal lagi,kalau di kantor lo harus sopan sama gw supaya lo lebih di hargai di sini." Jelas Gavin.


Sementara Zanna masih mematung di tempatnya,mencerna semua ucapan Gavin.


Gak akan gw biarin Adelia ketemu sama lo,dari awal lo udah jadi target gw. Dulu memang gw benci sama lo waktu sekolah,tapi sekarang gw harus dapetin lo.Dan buat Farel,maaf gw harus kesampingin lo dulu.Batin Zanna.


"Nona Zanna,apa masih ada yang harus di pertanyakan." Tanya Gavin dengan nada dingin.


"Ehh,engga kok Vin,emm maksud gw pak Gavin." Ucap Zanna gugup.


"Panggil saya pak Ray."Ucap Gavin.


Zanna mengangguk dan berlalu pergi dari ruangan Gavin. Gavin merasa curiga dengan tatapan Zanna tadi,Gavin tau sikap seseorang seperti Zanna. Gavin langsung menghubungi Rico.


Tut....


Iya hallo bos.


Aku ada tugas penting buat mu Rico.


Ada apa bos.


Mulai sekarang kamu cukup awasin anak magang yang bernama Zanna di jam kantor maupunn di luar kantor.


Tapi boss...


Oke siap bos.


Tut...


"Gw gak akan biarinn lo sakitin Adelia gw Zanna." Ucap Gavin sambil tersenyum sinis.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 19.00,Dea masih sibuk dengan laptop di depannya.Memang kerja Dea sangat bagus daripada yang lainnya,itu juga karena Dea yang sudah lebih dulu tau tentang bisnis.


Gavin juga masih setia menunggu Dea untuk pulang,tidak mungkin dia membiarkan Dea sendirian di kantor.Sementara Rico asik bertukar kabar melalui vidcall dengan Bella adik dari Gavin.


"Masih lama boss." Teriak Rico.


"Sebentar Rico,ibu negara belum selesai." Jawab Gavin.


Sementara Bella tertawa melihat muka Rico yang di tekuk,setelah itu Bella meminta Rico untuk memberikan hp nya kepada Gavin.


"Boss ibu negara aku mau bicara." Ucap Rico.


"Hmm." Ucap Gavin.


Setelah itu,Bella dan Gavin berbincang ringan sampai akhirnya Bella meminta Gavin untuk melihat Dea.


"Bang,cameranya arahin ke laptop dong,gw pengen liat sahabat langka gw." Ucap Bella dengan nada bercanda.


Sejujurnya Bella tidak pernah marah kepada Dea,hanya saja dia harus melanjutkan semester empatnya di negara tetangga.


Setelah puas melihat Dea,Bella mematikan vidcallnya karena dia sudah mengantuk. Begitu juga dengan Dea yang bersiap pulang ke rumahnya. Rico senang mengetahui hal itu.


"Boss ayo kita pulang." Ajak Rico.


"Hmm." Jawab Gavin dengan deheman.


Setelah itu,mereka berdua pulang ke rumah masing-masing.


Sementara di lain tempat.,


.


.


.


.


:???