High School Love Story

High School Love Story
HSLS 64



"Bagaimana mungkin aku tidak jatuh hati dengan kamu Adelia,semua keluargaku saja menerima kamu dengan sangat baik. Berbeda dengan yang di luar sana harus berpura-pura baik di depan keluargaku." Ucap Gavin lirih sambil memperhatikan orang-orang tersayangnya dari jauh.


Beberapa saat kemudian,mereka bertiga selesai masak Dea langsung pergi ke kamar Bella untuk bersih-bersih sama halnya dengan yang lain. Setelah itu mereka bersiap makan malam.


****


Keesokan harinya Dea bangun terlebih dulu daripada yang lainnya,Dea menginap bersama Gavin karena Dea masih betah berada di sana.


Dea keluar rumah mencari udara segar menuju perkebunan yang sangat indah di mata. Setelah dirasa matahari mulai naik Dea kembali lagi ke rumah Nenek.


"Sayang dari mana hmm." Tanya Gavin yang baru bangun tidur tapi sudah cuci muka,tadi Gavin sempat menanyakan Dea ke Bella tapi Bella bilang tidak tau.


"Jalan-jalan aja cari udara segar." Jawab Dea.


"Kenapa gak ngajak."


"Kamu kebo banget tidurnya."


"Alesan aja."


"Biarin."


Dengan gemas Gavin mengacak rambut Dea.


"Ihh,kebiasaan. Oiya sayang pulangnya ntar siangan aja ya,aku masih mau jalan-jalan di sini." Ucap Dea.


"Mau aku temenin."


"Gak lah ada Bella,tadi malem Bella cerita kalo di sini tuh banyak tempat-tempat yang bagus. Lagian aku kerjanya mulai besok ,bukan hari ini." Jelas Dea.


"Iya sayang tapi inget jangan capek-capek,masak calon pengantin wanitanya sakit kan gak lucu."


"Oke-oke siapp pak bosss." Jawab Dea dengan tangan menghormat.


Setelah itu Bella menghampiri Dea dan mengajak Dea jalan-jalan sesudah pamit dengan Gavin. Mereka berdua pergi berjalan kaki karena Dea mau menikmati suasana pedesaan yang ada di sana. Dengan senang hati Bella mengiyakan permintaan Dea.


"Bel kita mau kemana." Tanya Dea.


"Jalan aja dulu De." Jawab Bella.


Mereka terus berjalan ke pedesaan sampai akhirnya berhenti di depan toko kue.


"Bel gw pengen deh." Ucap Dea sambil menunjuk ke arah kue yang ada di dalam toko.


Mereka berdua masuk ke dalam toko kue sederhana itu,meskipun terlihat kecil tapi toko kue itu tidak pernah sepi dari pelanggan. Mulai dari kue nya yang enak tempatnya juga bikin nyaman.


"Sekalian nanti pesen buat orang rumah." Ucap Dea,Bella pun mengiyakan.


Tapi sedari tadi ada seseorang yang selalu mengawasi mereka,Bella dan Dea juga menyadarinya.


"Mendingan kita cepat pulang De." Ucap Bella.


"Iya ada orang asing yang dari tadi ngikutin kita." Jawab Dea.


"Jadi lo tau." Tanya Bella. Dea mengiyakan.


Mereka berdua berjalan biasa sperti tadi meskipun mereka tau,mereka sedang di ikuti.


"De,gimana nih gw takut." Rengek Bella.


"Tenang Bel,kalo emang dia orang jahat gw bisa sedikit bela diri. Tapi kita harus tenang." Ucap Dea menenangkan Bella meskipun dia juga sebenarnya panik karena sudah lama Dea tidak menggunakan ilmu bela dirinya.


Akhirnya mereka berdua sampai di rumah dengan bernafas lega,Gavin yang sedang meminum teh di depan sambil memangku laptopnya merasa aneh melihat gelagat Dea dan Bella yang celingak celinguk.


"Woy bocah,pada kenapa." Tanya Gavin mengagetkan mereka berdua.


"Itu bang,tadi pas kita lagi makan di toko kue ada orang asing yang ngikutin kita." Ucap Bella.


"Iya Al sampe kita pulang juga dia masih ngikutin. Memang kamu punya musuh.?. Tanya Dea.


"Tapi kalian gak papa kan?." Tanya Gavin khawatir,mereka berdua menggelengkan kepala.


"Yasudah kalian bersih-bersih dulu,soal itu biar aku yang urus. Setelah ini kita pulang sekalian bawa nenek." Ucap Gavin ,mereka berdua mengiyakan.


Gavin juga bingung,kenapa ada orang yang mengintai Dea dan Bella karena dia tidak merasa mempunyai musuh di sini .


"Mungkin cuma orang penasaran." Ucap Gavin lirih,karena Gavin orangnya terlalu tenang selagi tidak ada pergerakan yang bisa melukai seseorang tersayangnya. Tapi jangan pernah mengusik kehidupan rumah tangga Gavin.


.


.


.


jangan pernah bosan yaaa:)