High School Love Story

High School Love Story
S2#32



Hari ini Gia berangkat agak siang ke sekolah karena dia masih merasa pusing di kepalanya.Terpaksa dia harus membawa mobil sendiri karena supir sedang mengantar Rheina sementara Gio ada jam kuliah pagi.


Awalnya Rheina mengira Gia tidak akan sekolah karena tidak enak badan jadi Rheina meninggalkan Gia sendirian di rumah. Sementara Gia saat ini sudah berada di jalan menuju sekolahnya di persimpangan yang tidak jauh dari sekolahnya Gia melihat Zea yang berjalan sendirian.Gia pun menghentikan mobilnya.


"Woy kakak ipar,tumben berangkat siang." Ujar Gia membuka kaca mobilnya.


"Iya tadi masih ngurusin panti dan gak dapet angkot." Jawab Zea.


"Yaudah masuk bareng gue biar gak telat." Ajak Gia dan diangguki oleh Zea.


Setelah itu Gia menjalankan mobilnya agak ngebut karena takut telat,tapi tiba-tiba ada yang menghadang mobil mereka berdua.


"Gila nih orang cari masalah aja." Ujar Gia kesal.Setelah itu beberapa orang berbaju hitam turun dari mobil dan menyuruh paksa mereka berdua untuk keluar.


"Gi udah kita diem aja gue takut." Seru Zea ketakutan.


"Udah lo tenang aja mungkin mereka minta uang." Ujar Gia santai meskipun sebenarnya dia udah takut.Gia membuka kaca mobil kemudinya.


"Apa sih om gue mau sekolah nanti telat." Ujar Gia tenang.


"Cepat kalian berdua turun." Ucap salah satu pria itu sambil memegang pistol membuat Gia dan Zea menelan ludahnya kasar.


"Wuihh sans om,kalau mau uang itu kerja om gak baik malak anak SMA gini. Om mau apa nanti Gia kasih asal jangan main pistol om bahaya nanti kalau kena kan gak lucu." Cerocos Gia berusaha tenang.


"Kalian berdua turun atau pistol ini yang akan bertindak." Bentak pria itu membuat Gia dan Zea merasa ketakutan.


"Gi gue takut,mending sekarang kita hubungin Gio." Seru Zea lirih.


"Lo gak perlu takut kita ikutin aja apa mau mereka,kalau nanti hubungi bang Gio yang ada nyawa kita melayang lo gak liat kita udah di kepung sama pistol." Ujar Gia kemudian Zea melihat sekelilingnya dan benar saja mereka berdua telah di kepung dengan pistol yang ada di masing-masing pria asing itu.


Akhirnya mau tidak mau Gia dan Zea turun dari mobil pria itu mendekat dan langsung membekap mulut Gia dan Zea sampai pingsan.


Gia dan Zea di bawa ke sebuah rumah di dekat hutan atas suruhan seseorang.Satu jam kemudian mereka sampai di rumah itu dan segera menyeret Gia serta Zea dengan kasar,lalu mengikat mereka berdua di atas kursi.


Setelah itu orang yang menyuruh menculik Gia dan Zea mengirimkan video kepada Gio.


"Rencana awal hanya akan menangkap satu mangsa tapi malah mendapat keduanya." Ujar gadis dibalik topengnya itu dengan senyuman jahatnya.


Sementara gadis yang satunya tersenyum puas karena sebentar lagi dendam nya akan terbalaskan.


"Gue gak sabar lihat keluarga kalian menderita." Seru gadis bertopeng satunya itu.


Mereka mengirimkan video Gia dan Zea dengan caption.


Pinjam dua boneka lo yang lucu ini untuk mainan.


Sementara di lain tempat,saat ini Gio sedang berada di kelas nya dan berberes untuk pulang karena sudah tidak ada kelas lagi.


Saat Gio mengecek hp nya dia terbelalak kaget mendapat isi pesan itu dari seseorang yang tidak dia kenal.


Shit!!.


Gio langsung menghubungi Gia,tapi ponsel Gia tidak dapat dihubungi begitu juga dengan ponsel Zea. Rasa ketakutan semakin besar di dalam diri Gio. Bagaimana tidak dia melihat isi video itu dimana Gia dan Zea terikat di atas sebuah kursi dengan kondisi pingsan.


Setelah itu Gio mencoba menghubungi Iffy tapi tidak ada jawaban,karena saat ini Iffy sedang berada di perpustakaan.Gio mencoba menghubungi ponsel Devan setelah tiga kali mencoba akhirnya Devan mengangkat sambungan telfon dari Gio.


*Halo Dev,lo bantu gue sekarang Gia dan Zea di culik.


Coba lo cek video yang gue kirim ke whatsapp lo*


Setelah itu Gio menghubungi Kenzo untuk membantunya mencari Gia,tidak lupa Rheina dan Iffy di beritahu.


Sementara Devan.


*Brakk.Bgs*t*.Umpat Devan marah sambil menendang meja yang ada di depannya membuat Ansel kaget.


"Anj*g lo kenapa Devan." Ujar Ansel.


"Kenapa Ans,setiap gue lagi marahan sama Gia ujung-ujungnya dia dalam bahaya." Seru Devan menyesal.


"Maksud lo apa,siapa dalam bahaya." Tanya Ansel bingung.


"Giana di culik Ans,Giana gue di culik." Teriak Devan frustasi,tidak lama kemudian Iffy dan Rheina masuk ke dalam kelas sambil menangis.


"Devan,gue mohon lo bantu cari Gia sama Zea.Ansel gue mohon cari spupu gue sama sahabat gue." Teriak Iffy menangis.


"Lo harus tanggung jawab Dev,lo kemaren udah bikin Gia sakit hati sekarang lo harus cari Gia sama Zea." Sambung Rheina menangis.


Tanpa berbicara sepatah kata apapun Devan beranjak dari kursinya dan keluar dari kelas.Sementara Ansel bingung kenapa kekasihnya dan juga Rheina menangis.


Akhirnya Iffy memberikan video penculikan Gia dan Zea kepada Ansel,membuat Ansel juga kaget.


"Siapa orang yang membenci Gia dan Zea." Seru Ansel lirih.Tiba-tiba Gio datang menghampiri mereka.


"Iffy,Rheina lebih baik kita pulang sekarang. Ansel lo ikut gue buat jaga mereka,ini perintah bang Gio dan om Al mereka tidak mau penculikan ini membahayakan Iffy dan juga Rheina." Jelas Kenzo.


"Tapi Kenz,Gia gimana." Seru Iffy.


"Kalian tenang aja,gue tadi udah nyuruh orang-orang gue buat bantu cari Gia dan Zea.Om Al nyuruh kita pulang sekarang." Ujar Kenzo,mereka pun mau pulang bersama Kenzo walaupun hati dan pikiran mereka tetap pada Gia dan Zea.


Tuhan,selamatkan saudari spupu dan calon kakak ipar spupu Iffy.Batin Iffy menangis.


Sedangkan Gio saat ini berada di markas DEV'S DEVIL'S,dengan muka datarnya Devan mengintrogasi dua orang yang bertugas menjaga Gia.Orang itu sudah babak belur karena Devan memukulnya tanpa ampun.


"Maaf boss kami tidak berani menghadapi mereka karena jumlah yang tidak sebanding apalagi mereka semua membawa senjata api." Ucap salah satu mata-mata Devan.


"Cepat katakan dimana terakhir kali kalian melihat Gia." Tanya Devan tegas dengan nada membunuh.


"Di daerah hutan tempat kita melakukan latihan boss." Jawab orang itu ketakutan.


"Siapkan beberapa orang untuk pergi ke sana. Lima belas menit lagi kita berangkat." Ujar Devan datar.


Setelah itu Devan menghubungi Gio untuk memberitahu


lokasi keberadaan Gia dan Zea.Devan meminta Gio untuk ikut dengannya berangkat lebih dulu mencari Gia dan Zea,sementara anak buah Gavin nantinya akan berpencar dan saling bekerja sama.


Kalau sampai gadisku lecet sedikitpun,tidak akan aku biarkan mereka semua hidup.Batin Devan emosi.


.


.