
"ma... Mana sih anak ini lama banget kita bisa telat" nampak papa yang mulai geram karena sudah hampir satu jam menunggu rita berdandan
"sabar dong pa, namanya juga anak cewek lagi pula ini kan acara spesialnya rita, pertunangan yang hanya di lakukan sekali pa" jawab mama yang mencoba menenangkan
"papa gimana sih bajunya berantakan gini" sambil membetulkan kerah leher anton wijaya
"sengaja biar mama benerin, papa kan juga pengen romantis romantisan sama mama" anton mengedipkan mata genit ke arah istri cantiknya itu,
Wilna yang malu malu menundukkan wajahnya, malu jika anton melihat selama mereka menikah anton selalu bersikap romantis pada istrinya
Hari ini mereka tampak serasi dengan setelan baju couple Wilna dengan dress panjang hitam bermotif batik senada dengan kemeja yang digunakan anton, dengan menjinjing tas hitam dilengan kanannya nampak sederhana tapi itu adalah tas branded yang dibeli diluar negeri
Sementara Rita masih mematung menatap pantulan dirinya di cermin, meraih bedak lalu memoles tipis wajahnya rita yang memang sudah cantik dengan kulit putih bersih tampak manis walaupun tanpa polesan make up sambil sesekali mengambil nafas panjang
"huhhh... Gua masih gak nyangka gua bakal tunangan hari ini, di usia semuda ini tapi ini semua demi keluarga demi papa gua gak mau bikin papa malu" gumam rita pada dirinya sendiri
Lalu mengambil lipstik Pink muda dan memoles tipis pada bibirnya sempurna bak putri yang lembut dan elegant
Rita juga memakai beberapa aksesoris mutiara, itu hadiah dari mama beberapa hari lalu, mama ingin rita menggunakannya di acara pertunangan.
"cantik banget kalungnya" rita kagum dengan kalung mutiara yang di desain sederhana tapi sangat menawan itu
"oke gua siap" rita memberi semangat pada dirinya sendiri
Ia lalu bergegas keluar kamar dan menuruni tangga, disana masih ada mama dan papa yang menunggunya dari tadi
"maa.. Paaaa" sapa rita saat melihat sosok orang tuanya duduk di sofa
Wilna dan anton menatap kagum putri sematawayang nya itu, seperti putri negri dongeng berjalan lemah lembut dengan dress hitam selutut make up natural, dan kalung mutiara indah tergantung di lehernya, kaki jenjang nya yang mulus di alasi heels 5 cm senada dengan warna gaunnya melangkah menuruni anak tangga.
" astaga bener nihh inces nya papa, cantik banget" anton meraih tangan putrinya dan diletakkannya di lengan
"iya dong anak mama" Wilna tak mau kalah
"anak papa juga tuh" anton menimpali dengan gemas
"ihhh malah rebutan anak biar adil anak berdua aja dehh" rita mengambil jalan tengah karena orang tuanya terus saja berebut
"nahhh boleh nih"jawab anton renyah dibarengi tawa Wilna dan rita
" udah ah yuk jalan keburu mereka nungguin "
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju mobil yang sudah disiapkan sopir sejak tadi anton langsung membukakan pintu untuk kedua princesnya itu
"silahkan masuk tuan putri" anton mempersilahkan anak dan istrinya masuk
"makasih papa Sayang" dan hanya di balas anggukan kecil oleh anton
Mobil mereka melaju membelah kemacetan ibu kota hingga sampai di sebuah restoran mewah yang terlihat sepi karena sudah di Booking oleh keluarga mahendra hanya ada beberapa kerabat yang datang, dekorasinya sagat indah dengan bunga mawar merah kesukaan rita.
Rita sengaja tidak mengundang teman temannya karena tidak ingin ada orang yang tau tentang ini.
Mereka berjalan memasuki restoran dengan wilna menggandeng tangan kiri anton dan rita di tangan kanannya. Rita nampak gugup karena dia *** lengan anton cukup kuat dari tadi
"sayang kamu tidak perlu gugup percaya sama papa om dan tante mahendra orangnya sangat ramah dan penyayang begitu juga dengan putranya" anton mencoba menenangkan putrinya
Rita hanya tersenyum kecut ke arah papanya
"selamat malam calon besanku" sapa mahendra menyambut mereka dengan ramah
"ahhh.. Mahendra tidak menyangka kita akan menjadi besan" mereka berpelukan dengan hangat khas laki laki
"wilna dan ani(ibu arga) juga melakukan hal yang sama
Melupakan rita yang sedari tadi berdiri di samping papanya
" oh iya... Ini pasti rita kan calon menantu kita wahh cantik sekali, liat pas cantik kan calon menantu kita"ani gembira begitu juga mahendra hanya mengambang kan senyum dari tadi
Rita mencium tangan ani dan hendra memberi hormat
" malam om...tante"sapa rita sedikit canggung
" ehhh jangan panggil om dan tante dong sayang, kamu kan akan menjadi menantu dikeluarga kami mulai sekarang kamu panggil mama dan papa ya"ucap ani sembari mengelus rambul sebahu rita yang dibiarkan tergerai.
" ahhh iya tan, emmm mama "rita masih canggung memanggil ani dengan sebutan mama
Ani nampak masih muda walaupun umurnya sudah lebih 40 tahun barang barang yang dipakai juga semua bermerk maklum saja keluarga mahendra adalah orang terkaya di Asia bahkan perusahaan nya sudah tersebar hampir di seluruh penjuru negeri
Anton yang melihat tingkah putrinya langsung mengerti dan angkat bicara
" emmm hendra mana putramu kita belum melihat dari tadi"
"ohh dia, maaf mungkin dia datang sedikit terlambat ada urusan mendadak yang harus di selesaikan dia sedang dalam perjalanan, padahal aku sudah memintanya mengosongkan jadwal hari ini"
"dia sama persis denganmu selalu menggilai pekerjaannya"
"ahhh anton itu sudah dulu aku sudah berubah sejak menikahi istriku ini" jawab mahendra dengan mengedipkan mata genit ke arah istrinya
Ani malu malu dan seketika suara riuh dengan tawa mereka
Di luar tampak sosok pria tinggi dengan setelan jas hitam turun dari mobil dan bergegas memasuki restoran
"malam semuanya, maaf saya terlambat" sapa pria itu begitu sampai di depan meja mereka
"nak, kenapa kamu lama sekali tidak baik membuat mereka menunggu lama" ucap mama ani
Merasa familiar dengan suara itu rita mengangkat kepalanya dan betapa terkejutnya saat pandangan mereka bertemu
"kamuuu...." teriak arga kaget
"pak arga" rita bahkan lebih terkejut
"jadi kalian sudah kenal" tanya mahendra kaget
"dia murid arga pa di sekolah" arga masih terkejut
"bagus dong kalau kalian sudah kenal tidak perlu lama mengenal lagi"
"tapi paa masa arga harus tunangan sama murid sendiri, apa kata yang lain" ucap arga mencoba menolak
"memang ada apa kalau kalian bersama dia dari keluarga baik baik, dia cantik apa yang salah"
"dia murid arga pa"
"itu bagus kamu bisa sambil menjaganya disekolah"
Rita hanya terdiam pasrah menunggu keputusan akhir
"tapi paaa" arga mencoba memelas
"tidak ada tapi tapi kamu sudah setuju dan semua sudah di persiapkan"kata hendra mantap dan membuat suasana hening rita hanya menundukkan kepala, memang mereka tidak ikut andil dalam acara ini semua sudah di siapkan oleh keluarga mehendra
" baik pa arga menerima ini semua,dan akan mencoba lebih baik kedepannya" ucapan arga membuat semua tersenyum puas
Pembawa acara memulai, arga dan Rita berdiri berdampingan di depan dekorasi rangkaian bunga yang indah tergantung inisial A & R disana, mereka sangat cocok tampan dan cantik smbil sesekali melemparkan senyum
Anak perempuan kecil dengan gaun putih dan flowercone di atas kepalanya tampak menggemaskan berjalan membawa nampan kecil yang dihiasi bunda dengan sepasang cincin disana.
Dia adalah callin keponakan arga putri dari tante fina adik perempuan mama ani
"om... Ayo pasangkan cincin ini dijari tante cantik" callin berbicara dengan suara kecilnya dan pipi chubby yang menggemaska
Arga hanya tersenyum kecil mengannguk dan mengambil cincin simpel dengan berlian putih kecil di atasnya mengambil tangan kiri rita
Jantung ya berdegup kencang dan hampir melompat dari tempatnya
"sial kenapa bisa begini" gumam arga dalam hati dia memasangkan cincin itu dijari manis rita sangat pas dan cocok. Arga sekilas memberikan senyum manisnya
Rita juga melakukan hal yang sama sebelum mengambil cincin dia masih sempat mencubit gemas pipi chubby callin
Dia juga memasangkan cincin dengan desain polos pada jadi manis arga
Sontak semua bertepuk tangan ada beberapa yang baper karena melihat pasangan yang sangat cocok ini
Tamu undangan menikmati hidangan yang disediakan
Keluarga wijaya dan mahendra nampak dipenuhi kebahagiaan
Acara berakhir sekitar jam 10 malam semua kembali kerumah masing masing
Rita yang sudah selesai mandi dan berganti. Baju tidur menatap kembali jari manisnya masih sulit untuk percaya bahwa kini ia bertunangan dengan bebeb gemess guru idolnya di sekolah, setelah beberapa saat rita tertidur dengan pulas
Arga yang sudah sangat lelah tidak sempat mandi langsung tidur tengkurap di kasur kesayangannya.