
Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.
Happy reading (◠‿◕)
Jinyoung Flashback on
Tut Tut Tut Tut
Bunyi hp Jinyoung dikamar, ia langsung mengambil dan melihat siapa yang mengirimkan pesan padanya.
Nomor tidak dikenal.
"Hai Young, apa kabar?"
"Hmm, siapa lo? Tau darimana nomor gue?"
"Gue Daniel, nggak penting gue tau darimana nomor lo. Yang jelas lo harus jauhin Naeun."
"Daniel Hyung? Apa urusannya Naeun noona denganmu? Kalo gue nggak mau gimana?"
"Eits, kalo lo nggak nurutin permintaan gue, gue pastikan Naeun akan menderita selamanya. Gue yakin lo pasti nggak mau itu kan?!"
"Baiklah, tapi jangan ingkari janji lo hyung."
Sebenarnya Daniel itu punya dendam sama Naeun karena keluarganya telah dipermalukan oleh keluarga Naeun.
Setelah itu semua, Daniel menyimpan dendam ini bertahun tahun untuk mencari tahu kelemahan Naeun. Ia pun menemukan kalau Jinyoung dan Naeun sangat dekat, bahkan Naeun pernah menyukai Jinyoung.
Makanya ia membalas Naeun dengan menjauhkan Jinyoung dengan nya.
Flashback off
Itu sebabnya sekarang Jinyoung berusaha untuk menjauhi Naeun dan merelakannya pada Byungchan. Karena dipikirannya Naeun kini tidak lagi menyukainya.
Hiks hiks
"Kenapa lo tega sih bilang begitu young?! Apa lo nggak terima gue marah sama lo?"
"Siapa lagi yang akan ada buat gue kalo gue sedih? Cuma lo yang selalu berhasil ngehibur gue Young."
"Walaupun gue selalu berkata kasar dan benci sama lo, tetap aja lo masih nggak nyerah. Kenapa sekarang lo pergi ninggalin gue saat gue mulai membuka hati lagi buat lo?"
"Waktu itu Byungchan, sekarang lo Young. Terus siapa lagi yang ninggalin gue?" Gerutu Naeun di kamarnya.
Drrt Drrt
"Hayoung? Kenapa dia malam malam begini nelpon gue? Kira kira ada apa yah?" Tanya Naeun pada dirinya dan mengangkat telpon dari Hayoung.
"Naeun eonni, sedang apa?"
"Gue lagi tiduran di kamar, kenapa lo hubungi gue?"
"Gue cus kesana yah. Sampai nanti. Jangan lupa dibukain pintunya." Jawab Hayoung dan menutup telpon.
"Kenapa sih ini anak?" Tanya Naeun kesal.
Diperjalanan Hayoung singgah di supermarket untuk membeli beberapa makanan.
"Itu kan Subin, ngapain dia disini?"
"Gue samperin nggak yah?" Tanya Hayoung pada dirinya.
Subin yang sadar dilihatin, langsung menuju ke Hayoung.
"Lah, noona ngapain disini?"
"Gue maksud lo Bin?" Balas Hayoung sambil celingak celingukan.
"Ya iyalah, masa orang lain sih. Cuma ada kita berdua doang disini." Balas Subin.
"Mau beli kimchi sama susu strawberry dua, buat Naeun satunya."
"Lo mau beli apa Bin?"
"Gue mau beli potato buat Byungchan hyung sama Seungwoo hyung."
"Lagi diet gue noona."
"Gue duluan kalo gitu, udah ditunggu sama hyung dirumah." Subin segera membayar ke kasir dan meninggalkan Hayoung.
"Ah gue hampir lupa kalo Naeun eonni lagi nungguin gue juga sekarang."
"Dasar Hayoung bodoh." Ucap Hayoung.
Sesampainya dirumah Naeun, Hayoung mengetuk pintu utama Naeun.
"Eonni, keluarlah gue sudah diluar nih."
Hening.
"Mana sih eonni? Gue kan nyuruh dia bukain pintu tadi."
"Masa dia lupa terus tidur duluan? Kan kasian gue nunggu disini."
Tak lama kemudian.
Kriet
"Hayoung, ayo masuk. Disini dingin cuacanya." Titah Naeun dan dianggukin sama Hayoung.
"Lo sendirian eonni? Mana kakak lo yang ganteng itu?"
"Oh maksud lo Ho Jun oppa? Dia mah kerja lembur bagai kuda tiap hari."
"Jadi kedatangan lo kesini ngapain?"
"Hehehe, gue mau nginap lah eonni. Nggak lihat audah ada tas gue rangkul berat banget." Ucap Hayoung sambil nunjuk ransel nya yang besar itu.
"Cuma itu? Ya udah lo mandi terus ganti baju. Gue makan duluan."
"Ok eonni, kamar lo mana?"
"Kek orang baru lo, tuh di lantai dua sebelah kanan ada tulisan didepan kamar nama gue."
Hayoung pun naik ke lantai dua dan pergi ke kamar yang bertuliskan nama Naeun disana.
"Wow, kamar nya nggak banyak berubah cuy. Mandi dulu ah."
Skip
"Udah mandi? Turun makan cepetan, gue lapar nungguin lo daritadi." Teriak Naeun
"Bentar eonni, lagi keringkan rambut gue nih. Makan duluan aja sana."
"Ini apaan? Tanya Hayoung.
Hayoung mengambil sebuah buku kecil harian Naeun. Dan mulai membacanya. Dia kaget ketika tau Naeun ternyata menyukai Jinyoung dulu.Terlebih sekarang dia juga suka sama Byungchan.
Seusai membaca diary Naeun yang tidak terkunci itu ia langsung buru buru menaruh diary itu dan turun agar Naeun tidak curiga padanya.
Suasana menjadi sunyi karena Hayoung sangat hemat bicara sekarang.
"Lo kenapa sih Hay? Kesambet setan dikamar mandi?"
"Hello Hayoung? Kok kayak bicara sendiri gue yah?"
"Hayoung!!!" Teriak Naeun dan menyadarkan Hayoung yang tengah melamun itu sejak tadi.
"Eonni, gue mau nanya nih. Boleh nggak?"
"Tanya aja, gue nggak masalah." Balas Naeun.
"Jawab jujur yah eonni!!" Serius Hayoung.
"Oke." Naeun mengangguk.
"Apa eonni menyukai Byungchan dari dulu?"