
Limabelas menit kemudian mereka sampai di kampus dan langsung menuju kelas.Banyak yang melihat Dea dan Bella,karena penampilan mereka berdua yang sangat elegan.
Saat sudah sampai di depan kelas Dea dan Bella di hadang oleh senior laki-laki,membuat mereka berhenti.Dea tampak acuh karena dia memakai earphone di telinganya.
Sementara Bella dengan santainya menatap kakak seniornya itu.
"Ada apa kakak-kakak yang tampan ini." tanya Bella.Memang Bella memiliki sifat yang sangat bar-bar.
"Minggir lo,gw mau kenalan sama temen lo bukan lo." ucap senior sambil menunjuk-nunjuk Bella,membuat Dea emosi.Bagaimanapun juga Bella temannya.
Daripada terjadi keributan akhirnya Dea mengajak Bella masuk ke kelas tapi tangan Dea di tahan oleh senior itu,membuat Dea tidak bisa menahan emosinya lagi.
"Lepas."Bentak Dea sambil mepis tangan seniornya itu.
"Sok jual mahal banget sih." ucap senior itu.
Tanpa menjawabnya Dea segera menarik Bella masuk ke dalam kelas.Mata kuliah di mulai.
***
Jam kuliah sudah selesai,sekarang Dea dan Bella sudah tidak ada kelas lagi.Bella bingung,dia tidak tau setelah ini mau pulang kemana,karena dari awal niatnya ingin tinggal dengan Dea sesuai rencananya.Bella hanya diam membuat Dea akhirnya buka suara.
"Kenapa." Tanya Dea.
"Gw bingung harus pulang kemana,gw di sini orang asing,gw cuma punya temen lo,gw ga punya sodara ataupun keluaraga." Ucap Bella panjang lebar.
"Apart." jawab Dea.
"Ckk,gw gak biasa tinggal sendiri Delia,nanti kalo gw di apa-apain sama orang yang gak gw kenal gimana?." Ucap Bella dramatis.
"Drama." balas Dea sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.
"Mungkin gw akan cari tempat penginapan daerah sini yang banyak penghuninya." Ucap Bella dengan lesu,berharap Dea akan membujuknya untuk tinggal bersamanya.
Tapi dugaan Bella salah,Dea tidak merespon dia hanya melangkah pergi keluar kelas.Membuat Bella harus terpaksa mencari apart untuk tempat tinggal dia yang terpenting dia sudah tau rumah Dea.
Saat sudah sampai di pintu tangan Bella di cekal oleh Juan,membuat Bella tertegun tangannya di pegang oleh pangeran tampan.
"Woy." Teriak Juan di depan wajah Bella.
"Ehhh iya ... ada apa." Tanya Bella gugup.
"Kenapa dengan Delia." Tanya Bella.
"Lo kan temennya gw pengen tau rumah dia."
"Sory itu privasi Delia gw gak berhak buat ngasih tau siapapun."
"Tinggal bilang aja apa susahnya."
"Kalo enggak ya enggak,gw gak mau bikin sahabat gw kecewa,paham gak." Ucap Bella ngegas.
"Kalo lo gak mau ngasih tau gw akan..." Ucapan Juan terhenti di kala Dea menghampiri mereka berdua.
"Sampah." Ucap Dea tiba-tiba.
"Delia,lo belum pulang?. Gw anterin ya." Ucap Juan dengan lembut tidak seperti dengan Bella tadi.Membuat Dea sangat muak dengan Juan,karena sedari tadi Dea tidak sengaja mendengar percakapan Juan dan Bella.Tapi Dea kagum dengan Bella,dia bisa menghargai pertemanannya tanpa membuka identitasnya.
"Pulang." Ucap Dea sambil menarik tangan Bella.Bella hanya menurut saja tangannya di tarik Dea.
"Thank's." Ucap Dea tiba-tiba.
"Buat?." tanya Bella.
"Yang tadi,lo udah lindungi privasi gw."
"Oke sama-sama kita kan sahabat."
"Hm." Setelah itu tidak ada yang berbicara lagi,memang tadi Dea sudah sampai di parkiran tapi dia kembali lagi karena kasihan dengan Bella.Tidak ada salahnya dia mengajak Bella tinggal di rumahnya toh juga Bella bisa jaga rahasia.
Sementara Juan menahan emosinya akibat di acuhkan oleh Dea. "Baru kali ini gw tidak dihargai seorang perempuan,tunggu aja Delia gw akan bikin lo jatuh cinta sama gw,karena gw udah jatuh cinta saat pertama kali liat lo." Ucap Juan dengan senyum simriknya.
.
.
.
Sabar ya guys,bakalan up tiap hari:)