High School Love Story

High School Love Story
Chapter 21



Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.


Happy reading (◠‿◕)


"Udah dong Na, kalo lo nangis terus kayak gini Byungchan pasti sedih. Kita berdoa saja semoga Byungchan bisa cepat sadar dan kembali sama kita."


"Permisi dik, saya mau memeriksa keadaan pasien Byungchan sekalian diberi suntik sedikit." Ucap dokter tampan itu.


"Kalo gitu kita keluar dulu Dok, takutnya bisa menganggu aktivitas Dokter." Ucap Chorong.


"Yuk keluar Na." Ajak Chorong.


"Iya eonni." Nurut Naeun.


Selama Dokter memeriksa dan memberi suntikan pada Byungchan, Chorong dan Naeun keluar menemui yang lainnya.


"Gimana Byungchan hyung?" Tanya Subin.


"Ada perkembangan?" Tanya Seungwoo.


"Ya masih gitu gitu aja Woo, Bin. Nggak ada kemajuan sama sekali. Gue harap nanti ada perubahan." Balas Chorong.


Dokter pun keluar dari ruangan Byungchan dan memberi kabar.


"Gimana dok? Ada perubahan tadi?" Tanya Seungwoo.


"Saya mau memberitahu bahwa Byungchan sudah melewati masa kritis nya dan bisa dibawa ke ruang yang sama kayak Naeun." Balas Dokter itu dan pergi mengurus pasien lain.


"Syukurlah kalo gitu makasih Dok." Ujar Subin.


"Eh Dok, kita mau lihat Byungchan boleh nggak?" Tanya Seungwoo menahan Dokter itu.


"Iya tapi ingat jangan lama yah, dia butuh istirahat. Dan Naeun juga lebih baik kamu segera ke kamar, kondisimu belum terlalu bagus untuk bisa menjenguk Byungchan lagi."


"Gue anterin lo ke kamar yah Na." Saran Hayoung dan menarik Naeun ke kamar.


Hayoung pun membawa Naeun ke kamar dan kembali lagi ke ruang ICU.


"Byungchan sudah dipindah?"


"Lagi dalam proses noona, duduk aja lo entar mengeluh capek lagi."


"Makasih Bin, tapi gue nggak ngeluh lagi tenang aja."


"Gimana hyung? Byungchan hyung dipindah ke ruang apa?"


"Dia dipindah ke ruang VIP nomor 1426."


"Tunggu apalagi, kita kesana susul Byungchan hyung." Ajak Subin.


Seungwoo, Chorong, Subin, dan Hayoung pergi dari ruangan ICU menuju ruangan baru Byungchan di kamar VIP samping kamar Naeun.


"Lah sebelahan dong sama Naeun noona?" Celetuk Subin.


"Iya, supaya si Naeun nggak capek kalo mau jenguk si Byungchan." Jelas Chorong.


"Oooo."


Kruyuk kruyuk


"Bunyi apaan tuh?"


"Bunyi perut lo yah noona?" Tanya Seungwoo ke Chorong.


"Heheh, gue lumayan lapar sih Woo. Tapi gue nggak mau ke kantin sendiri."


"Gue temenin yah?" Izin Seungwoo.


"Lo mau?"


"Apa sih yang nggak buat noona." Gombal Seungwoo.


"Masih aja lo gombal Woo." Tawa Chorong.


"Kalian mau nitip nggak?"


"Gue sama Hayoung noona pesan roti dua aja sama minuman nya terserah kalian." Ucap Subin.


"Ok, jaga Byungchan baik baik." Titah Seungwoo.


"Siap." Jawab Subin dan Hayoung.


"Eh noona jagain Naeun noona aja gih. Kasian dia nggak ada yang temani." Saran Subin ke Hayoung.


"Ok deh Bin, lo hati hati yah disini."


"Nggak usah khawatirin gue noona, ini kan bukan rumah sakit berhantu." Canda Subin.


"Duduk disini aja Woo kayaknya lebih bagus."


"Hmm."


"Lo mau pesan apa noona? Gue bakal pesanin buat lo."


"Lo traktir nih ceritanya?"


"Sekali kali kan cowok memang harus traktir sama cewek."


"Apalagi kalo cewek yang dia suka." Lanjut Seungwoo.


"Gue mau mie kuah sama jus naga deh Woo."


"Ok, tunggu bentar disini gue mau pesan disana dulu."


Seungwoo pergi ke tempat pemesanan dan memesan makanan yang dia dan Chorong inginkan.


"Nih, makanan sudah datang noona." Seungwoo datang sambil membawa beberapa makanan.


"Thanks Woo."


"Mau gue suapin nggak?" Tawar Seungwoo.


"Elah, cari kesempatan lo Woo. Makan gih punya lo selagi masih hangat. Entar dingin lagi."


"Woke noona."


"Eh noona, di wajah lo ada makanan tuh." Tunjuk Seungwoo.


"Mana? Disini?" Tanya Chorong sambil meraba wajahnya.


"Ini nih noona, gitu aja nggak bisa." Ejek Seungwoo.


"Saranghae noona, mau nggak jadi pacar gue?"


"Ehem." Ucap Subin yang datang tiba tiba.


"Ngapain kesini Bin? Ganggu aja lo gue sama Chorong."


"Byungchan hyung sudah sadar tadi dokter bilang sama gue. Nggak mau nengok hyung?"


"Serius?! Ayok noona kita kesana." Ucap Seungwoo.


"Dasar Seungwoo hyung, selalu saja tinggalin gue sendiri. Mentang mentang ada Chorong noona." Kesal Subin.


Seungwoo, Chorong dan Subin pergi ke ruangan Byungchan untuk menjenguk nya yang telah siuman.


"Eh Byung sudah sadar lo?"


"Hyung lo dimana? Gue nggak bisa lihat lo sama sekali. Semuanya gelap."


"Jangan bercanda deh Byung, gue, Chorong sama Subin ada disini tepat dihadapan lo."


"Gue nggak bercanda hyung!! Gue nggak bisa lihat kalian, kenapa ini?!" Ucap Byungchan tidak tenang.


"Gue panggil dokter dulu, tenang dong Byung." Pinta Seungwoo.


Tak lama dokter datang dan menyuruh yang lain keluar sementara ia memeriksa kondisi Byungchan di dalam.


"Bagaimana dok? Ada apa dengan Byungchan?" Tanya Chorong khawatir.


"Seperti yang saya bilang tempo hari,  retina nya rusak dan menyebabkan dia menjadi tidak bisa melihat lagi kecuali di operasi."


"Apa?! Bagaimana mungkin dok?!" Kaget Naeun yang baru keluar dari kamarnya.


"Jadi gue buta dok?! Akh, nggak mungkin!! Ini nggak mungkin terjadi!!" Umpat Byungchan tak terima.


"Eonni, gue rasa kita keluar dulu deh. Biarin Byungchan sama Naeun berdua di sini. Mungkin saja Naeun bisa menghibur nya."


"Baiklah Hay." Chorong dan lain memutuskan keluar dari sana meninggalkan Naeun dan Byungchan.


"Byung, yang sabar yah. Gue tetap akan selalu ada buat lo."


"Gue nggak bisa noona, sekarang gue nggak bisa melihat lagi!!"


"Byung, walaupun lo nggak bisa lihat kan lo masih punya kita. Gue dan lain nya pasti bakal bantu Lo sebisa kita." Ucap Naeun meyakinkan Byungchan.


"Gue hanya akan jadi beban buat kalian noona, lebih baik kalian tinggalin aja gue."


"Nggak Byung lo salah, walaupun lo buta nggak akan mengurangi rasa sayang dan cinta gue ke lo. Jadi gue harap lo bisa yah nerima gue disisi lo."


"Apa gue pantas nerima cinta dan ketulusan lo noona?" Tanya Byungchan.


"Tentu saja Byung, makanya lo harus berjuang yah sama gue." Balas Naeun memeluk Byungchan.