High School Love Story

High School Love Story
HSLS 67



Keesokan harinya...


Dea lebih dulu terbangun daripada Gavin,dia merasa semua badannya terasa skit. Dea sedikit meringis melihat bekas kelakuan suaminya tadi malam,jujur ini pertama kalinya bagi Dea.


Tiba-tiba Gavin bangun dan memandangi Dea dari belakang.


"Kenapa hmm ." Tanya Gavin lembut.


"Sakit." Ucap Dea lirih.


"Yaudah istirahat aja."


"Gak kerja.?"


"Besok sayang,hari ini masih capek."


"Yaudah aku mau mandi dulu."


"Eitsss suami gak kerja masak mau di tinggal."


"Hahh maksudnya?".


"Lanjutin yang semalem yuk,pengen cepet-cepet punya baby boy."


"Tapi sakit."


"Tenang sayang kali ini gak akan sakit."


"Hmm yaudah." Ucap Dea dengan tersenyum.


Akhirnya mereka berdua melanjutkan kegiatannya lagi yang sempat tertunda.


Sampai jam sebelas siang Gavin terbangun karena merasa lapar. Saat ini Gavin berada di rumah Dea karena itu permintaan dari Dea.


Gavin segera bersih-bersih,setelah bersih-bersih Gavin sejenak menyempatkan mencium kening Dea dan turun ke bawah untuk mengambil makanan untuknya dan juga Dea.


"Siang bunda." Ucap Gavin.


"Eh Alden,udah bangun." Jawab bunda Anggi.


"Iya bund."


"Delia mana.?".


"Masih tidur bund,mungkin dia capek."


"Hmm dasar pengantin baru."


"Hehehe biasalah bund."


"Yaudah bund Gavin mau ngambilin makanan dulu buat Dea."


"Biar bunda aja Al."


"Udah bund,Alden bisa kok."


"Yaudah bunda tinggal ke luar sebentar."


"Okee bunda." Jawab Gavin.


Memang sebelum menikahi Dea,Gavin sudah sangat akrab di keluarga Dea jadi tidak ada rasa canggung sedikitpun di antara mereka.


Beberapa saat kemudian,Gavin membawa nampan yang berisi nasi goreng dan juga air putih. Sengaja Gavin membawa satu piring supaya dia bisa menyuapi Dea. Karena Gavin tau pasti Dea merasa sangat lelah atas kelakuannya kemarin.


"Sayang,bangun. Sayangg..." Panggil Gavin pelan sambil menepuk pipi Dea secara perlahan.


"Mandi dulu yuk,habis itu makan." Ajak Gavin lembut.


Tidak ada respon dari Dea,Gavin langsung menggendong Dea ke dalam kamar mandi sebelumnya Gavin sudah menyiapkan air hangat di dalam bathup.


"Ihhh Aldennn." Pekik Dea kaget karena merasa dirinya basah semua.


"Maaf sayang,habisnya kamu dibangunin susah." Ucap Gavin cengengesan.


"Terus ngapain masih di situ?." Tanya Dea sinis.


"Salah kalau suami sendiri mau liat istrinya mandi?." Goda Gavin.


"Gak usah malu sayang,tadi malam aku udah liat semuanya." Sambung Gavin.


"Aldennnnn. Pergi gakkk!". Teriak Dea.


"Gak mau."


"Satu."


Gavin masih diam.


"Dua."


Tetap Gavin tidak merespon.


"Kalo sampek hitungan ketiga gak mau keluar,aku gak mau makan." Ancam Dea.


"Hahahaha oke oke sayang aku keluar,jangan lama-lama mandinya aku rindu kehangatan kamu." Goda Gavin. Sejujurnya Gavin tidak mau keluar,tapi dia takut Dea beneran marah.


Beberapa menit kemudian Dea selesai mandi.


"Hmm wanginya ibu negara." Goda Gavin.


"Iya lah nanti kalo bau gak ada yang mau." Jawab Dea.


"Awas aja macem-macem." Sinis Gavin.


"Ututu suamiku cemburu." Ucap Dea sambil mengecup pipi Gavin.


"Mulai berani yaa." Goda Gavin.


"Diajarin kamu mah." Balas Dea gak mau kalah.


"Yaudah makan dulu,aku suapin." Ajak Gavin.


Dea mengiyakan.


Jadilah siang itu Gavin menyuapi Dea dengan sangat romantis. Dea merasa sangat beruntung mempunyai suami seperti Gavin yang sangat perhatian.


"Terimakasih sayang." Ucap Dea.


"Semua untuk kamu sayang." Balas Gavin mengecup pucuk kepala Dea.


.


.


.


Maap lama ga up:)