
"Bang Aldennn" Pekik mereka bersamaan.
"Sans aja lah bocil,ntar gw budek." Ucap Gavin.
"Ini beneran bang Alden kan." Tanya Dena memastikan.
"Iya bawell." Ucap Gavin gemas.
"Ada apa." Sambung Gavin.
"Itu bang mereka berdua gak percaya kalau gw adek lo." Celetuk Bella.
"Oh gitu,Dena,Sasya Ara itu adek abang.Namanya aja sama kan." Ucap Gavin.Panggilan Gavin untuk Bella yaitu Ara,sedangkan Bella memanggil Gavin bang Ray.
"Tapi gak ada mirip-miripnya sama sekali." Ucap Sasya.
"Cuma Adelia yang bisa tau kalau Ara itu sama dengan abang." Ucap Gavin.
"Kok bang Alden bisa tau." Tanya Dena.
"Nanti juga kalian akan tau." Balas Gavin.
"Yaudah sambung nanti lagi,abang masih harus ke kantor hari ini.Oiya Ara inget pesan abang." Ucap Gavin.
"Okee bossku." Jawab Bella sambil mematikan sambungan vidcall nya.
"Jadi sekarang kalian percaya." Tanya Bella.
"Kenapa kak Bella baru bilang sekarang." Tanya Dena dengan nada mengintimidasi.
"Ini semua kemauan bang Alden." Jawab Bella lesu.
"Kalo aja bang alden izinin,pasti gw udah jujur dari awal sama kalian apalagi sama Dea,tapi sayangnya gw harus pura-pura dulu." Sambung Bella.
"Tujuannya?." Tanya Sasya.
"Cuma satu hal,yaitu jagain Dea,Selalu kasih kabar tentang Dea,dan menjadi sahabat yang baik buat Dea."Jelas Bella.
"Karena gw gak tinggal sama bang Alden,gw tinggalnya di Canada sama grandpha.Dulu gw sempet kesini buat jemput bang Alden sama granma tapi gw cuma ketemu sama bibi Anggi dan paman Steve." Jelas Bella.
"Ooo gitu,jadi kak Dea belum tau dong siapa kak Bella." Tanya Dena.
"Belum,masih belum waktunya,dan kalian tau pesan yang bang Alden bilang tadi?." Tanya Bella.
Dena dan Sasya hanya menggelengkan kepala.
"Jangan sampai Dea tau,sebelum Dea bertemu dengan bang Alden." Ucap Bella.
"Tapi kapan bang Alden balik ke sini." Tanya Sasya.
"Tunggu setelah Dea dan Gw selesai S1." Ucap Bella.
"Yahhh,masih lama.Gw udah kasian banget sama kak Dea,tiap hari selalu nungguin bang Alden." Ucap Dena.
"Itulah pengorbanan,kalau Dea yakin bang Ray pasti kembali,Dea akan menunggu selama apapun itu." Jelas Bella membuat Dena dan Sasya mengangguk paham.
Setelah itu,Dena menceritakan semua tentang masalalu Dea mulai dari Dea pindah dari London,Dea yang berpacaran dengan Farel dan terakhir pengorbanan seorang Gavin.
Sampai jam setengah sembilan mereka bertukar cerita, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Dena dan Sasya cukup kaget mengetahui fakta yang ada hari ini sementara Bella sudah mengetahui semua tentang Dea.Ada rasa sedikit kecewa di hati Bella karena Dea yang sampai sekarang masih tidak mau terbuka dengannya,padahal mereka bersama sudah lebih dari 3tahun.
Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai,Sasya yang terlebih dahulu di antarkan pulang tadi ke apartemennya.Kemudian Dena dan Bella masuk ke kamar masing-masing.
Bella mendapati Dea yang tertidur sambil memeluk foto Gavin dan ada juga sisa-sia air mata di pipi Dea,Bella sudah tau pasti Dea sedang merindukan Gavin.
Perjuangan kamu tidak akan sia-sia sayang,terus berjuang sampai bang Ray merasa kalau kamu memang pantas untuk di pertahankan.Batin Bella,kadang Bella juga tidak tega saat melihat Dea melamun di taman,kadang juga menangis saat mau tidur.Tapi Bella juga kecewa karena dulu Dea tidak melihat seberapa besar perjuangan Gavin.
"Selamat tidur kakak ipar." Ucap Bella sambil mengelus pucuk kepala Dea.Setelah itu Bella membersihkan diri dan menyusul Dea ke alam mimpinya.
.
.
Insyaallah ceritanya masih panjang yaa readers yang setiaa😘 jadi jangan pernah bosan dengan cerita receh aku.terimakasi.