High School Love Story

High School Love Story
Bab 30 Anak-anak Pembuat Masalah



Geng Gavin dan si kembar berlari-lari kecil menuju Aula, dan semuanya sudah berkumpul menunggu adzan Maghrib.


"Untung belum adzan," bisik Putra dengan ngos-ngosan.


Abi Alwi geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka, Abi Alwi tahu kalau mereka akan sangat kesusahan tinggal di pondok pesantren karena dengan kehidupan mereka yang sangat bebas tapi Abi Alwi akan berusaha mengajarkan mereka supaya menjadi pribadi yang lebih rajin lagi dan belajar melakukan sesuatu tepat waktu.


Hingga tidak lama kemudian, suara adzan pun mengumandang semua orang segera berdo'a dan berbuka puasa.


Gavin dan yang lainnya lagi-lagi dibuat melongo karena di depannya yang ada hanya 3 biji kurma dan air putih.


"Busyet, masa iya kita buka puasa pakai ginian doang mana kenyang," keluh Arsya.


"Padahal gue sudah sangat lapar ini," sahut Gavin.


"Kita memang buka pakai itu dulu, karena harus shalat Maghrib dulu, habis itu baru kita makan," sahut salah satu santri.


"Astaga, sumpah gue pengen pulang," keluh Langit.


Akhirnya dengan wajah yang cemberut, mereka memakan 3 buah kurma itu. Setelah selesai, mereka pun berbaris untuk mengambil air wudhu. Geng Gavin begitu sangat lemas, bahkan perutnya tidak berhenti berbunyi saking laparnya.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba, selesai shalat Maghrib semuanya langsung melahap semua menu makanan yang sudah disediakan. Begitu pun dengan Geng Gavin, mereka benar-benar makan semua makanan yang sudah tersedia.


"Akhirnya kita bisa makan juga," seru Arsya dengan mulut penuh makanan.


"Heem, gue sudah lapar banget ini," sahut Gavin.


Sementara itu, geng Alea juga terlihat sedang melahap makanan mereka.


"Vin, kamu makan es buah kok gak di aduk dulu sih? itu gula sama susunya masih mengendap di bawah," seru Alexa.


"Sengaja gak di aduk biar manisnya terasa di akhir, soalnya aku sudah trauma dengan yang manisnya di awal," sahut Vina dengan santainya.


"Astaga, berarti kamu sudah pernah pacaran dong sebelum sama Kak Langit?" tanya Dira.


"Yaelah, aku sudah pacaran sejak kelas 5 SD cuma kebanyakan mereka semua ninggalin aku tanpa penjelasan," sahut Vina.


"Gila, sejak kelas 5 SD sudah pacaran, jadi curiga jangan-jangan si Fajar sadboy yang lagi viral itu termasuk mantan kamu lagi," seru Dira.


"Ogah, aku itu pacaran hanya sama anak-anak orang kaya doang," sahut Vina.


"Ishh..ishh..ishh...kata Abi aku, makan itu jangan sambil bicara," seru Aleena.


"Lah, itu kamu bicara juga," seru Gabby.


"Aku kan bicara hanya mengingatkan saja," sahut Aleena.


Aleena hendak meminum es buah, tapi Vira dengan sengaja berjalan ke arah Aleena dan menyenggol Aleena sehingga es buah itu mengguyur wajah Aleena.


"Astagfirullah Vira!" sentak Alea.


Semua orang langsung melihat ke arah mereka, termasuk geng Gavin.


"Ya ampun, calon jodoh gue kenapa itu?" seru Arsya khawatir.


"Pasti ini kerjaan si cewek songong itu, memang tuh cewek cocoknya sama si Garra sama-sama pembuat onar," ledek Putra.


"Apa Lo bilang? kalau mau ngatain orang itu ngaca dulu, pakai bilang gue pembuat onar, terus apakabarnya kalian si pembuat rusuh sekolah!" sentak Garra.


Gabby bangkit dari duduknya dan mencengkram baju Vira.


"Lo selalu saja buat masalah, dan tangan gue sudah gatal ingin memberi Lo pelajaran," geram Gabby.


"Astagfirullah Gabby, jangan Gab. Sudahlah, aku gak apa-apa kok," seru Aleena menahan Gabby.


"Sekali-kali anak seperti dia itu harus dikasih pelajaran biar gak songong," kesal Gabby.


"Tidak tahu, Abi. Ayo sepertinya kita harus ke sana."


Abi Alwi dan Umi Annisa segera menghampiri semuanya.


"Ada apa ini?" tanya Umi Annisa.


"Ini Umi, si Vira sengaja menyenggol Aleena yang sedang minum sehingga minumannya tumpah di wajah Aleena," sahut Alexa.


"Aleena tidak apa-apa kok, Umi," seru Aleena.


"Gabby sayang, lepaskan Nak, jangan begitu," seru Umi Annisa lembut.


"Tapi Umi, dia itu selalu membuat masalah dengan kita," sahut Gabby.


Umi Annisa melepaskan tangan Gabby. "Tidak semua masalah harus diselesaikan dengan kekerasan Nak, coba istighfar dan tenangkan hati kamu," seru Umi Annisa dengan mengusap dada Gabby.


Abi Alwi hanya bisa geleng-geleng kepala, ternyata tidak hanya geng Gavin, geng perempuan pun ternyata bisa membuat rusuh.


"Baiklah, sekarang kalian berdiri di samping sana!" tegas Abi Alwi.


"Tapi Abi, kita belum makan," keluh Aleena.


"Siapa suruh kalian membuat masalah di waktu berbuka puasa? pokoknya kalian berdiri di sana dan kalian boleh makan jika semua orang di sini sudah selesai makan!" tegas Abi Alwi.


Aleena tahu kalau saat ini Abinya sedang marah, dan kalau Abinya marah tidak ada yang bisa membujuknya selain Uminya.


"Abi, kasihan mereka pasti sudah kelaparan," bujuk Umi Annisa.


Abi Alwi pergi meninggalkan semuanya menuju rumahnya tanpa berkata apa-apa, begitu pun dengan Umi Annisa yang ikut menyusul suaminya itu.


Aleena dan yang lainnya terpaksa berdiri di samping Aula.


"Tuh kan, ayang gue jadi kena hukuman juga," kesal Gavin.


"Ah, tuh cewek memang pembuat onar," sambung Putra.


"Ini semua gara-gara kamu, jadi kita semua kena hukuman. Puas kamu!" sentak Vina kepada Vira.


"Jangan nyalahin aku, teman kamu itu yang preman sok jagoan pengen mukul aku. Kalian tahu, sedikit saja di badan aku ada lecet, Mommy sama Daddy aku pasti bakalan menghukum kalian," sahut Vira dengan sombongnya.


"Dasar anak Dajjal, Lo duluan yang buat masalah, malah nyalahin orang!" bentak Gabby.


"Apa kamu bilang? berani sekali kamu menyebut aku anak Dajjal, kalau orangtuaku tahu, habis kamu. Bahkan kalau aku mau, bisa saja aku bilang sama orangtuaku buat hancurin usaha orangtuamu!" sentak Vira dengan sombongnya.


"Brengsek."


Gabby kembali menyerang Vira, kali ini Gabby dan Vira saling Jambak satu sama lain bahkan Alea dan yang lainnya sudah berteriak dan memisahkan Gabby dan Vira.


"Kak Gavin, tolongin!" teriak Alea.


Gavin dan teman-temannya langsung berlari menghampiri mereka. Gavin menarik Gabby dan memegang Gabby dengan sekuat tenaga.


"Lo tenang, Gab," seru Gavin.


"Gue gak bisa tenang Bang, cewek itu terlalu sombong gue gak suka," sahut Gabby dengan napas ngos-ngosan.


Sementara itu, Vira dipegang oleh Garra. Salah satu santri berlari menuju kediaman pribadi Abi Alwi untuk memberitahukan apa yang terjadi.


Abi Alwi dan Umi Annisa segera ke Aula, wajah Abi Alwi tampak tidak bersahabat sungguh Abi Alwi merasa pusing dengan kelakuan anak-anak itu.


"Kalian semua ikut saya!" tegas Abi Alwi.


Semuanya tidak bisa berkata apa-apa lagi, selain mengikuti Abi Alwi.