
Tok.tok.tok. Permisi bu!
"Iya ada apa Ki."
"Saya mau nganterin murid baru bu."
"Oh yaudah suruh masuk,terimakasih Ki."
Setelah itu Rizki menyuruh Gia masuk,Gia juga menyuruh Rizki kembali ke kelasnya.
"Permisi bu."
"Iya silahkan masuk,perkenalkan diri kamu."
"Halo semua,saya Giana Zafra R panggil Gia aja.Mohon bantuannya." Ucap Gia sopan tidak lupa senyum manisnya.
"Baiklah ada yang mau bertanya?."
Kenapa pindah?.Tanya salah satu dari mereka.
"Kepentingan keluarga."
"Yaudah Gia silahkan kamu duduk di samping Steffy.Sekalian kamu bangunin dia,pagi-pagi udah tidur."
"Baik bu." Ucap Gia,sempat Gia menatap tajam cowo yang duduk di belakangnya itu. Siapa lagi kalau bukan orang yang bikin Gia kesal tadi.
"Apa lo liat-liat."
"Idih najis,gw liat ada iler lo tuh di pipi." Sungut Gia.
"Mana gak ada bohong lo."
"Yaudah sih terserah." Ucap Gia lalu duduk .
Sementara cowo tadi sibuk berkaca karena ucapan Gia tadi.
"Dasar anak unta."
Gia yang tidak terima membalas
"Dasar kutil kuda."
"Devannnn." Peringatan Bu Lia.
"Hehe iya bu maaf." Ucap Devan cengengesan.
Dia adalah Devan Septian Reegan,anak pemilik sekolah. Meskipun badboy tapi kepintaran Devan sudah tidak diragukan lagi,makanya dia berada di kelas unggulan. Devan orangnya friendly dengan siapapun,tapi jika ada yang mengganggu ketenangannya Devan bisa menjadi orang lain.
Tanpa sepengetahuan orang tuanya,Devan mempunyai anggota mafia yang diketuai dirinya sendiri. Devan membentuk kelompok itu untuk melindungi dirinya dan orang terdekatnya. Banyak yang tidak tau sifat asli Devan,yang mereka tau hanya Devan adalah orang yang bad dan tidak tau peraturan.
Back to Gia.
Gia berusaha membangunkan teman sebangkunya itu.
"Hey bangun,di depan ada guru. Gw temen sebangku lo." Ucap Gia pelan sambil mengguncang bahu Steffy.
"Hmm iyaya gw bangun."
"Whattt,Iffy. Ternyata lo."
"Hahhh Gia.. Kenapa lo bisa sekolah di sini,dulu aja gw ajak lo gak mau."
"Hehe di paksa bang Gio ini mah,gw pikir kita gak sekelas.Kok bisa kelas unggulan sih?"
"Elahh ngeremehin gw lo.Gw rindu." Ucap Iffy dan langsung memeluk Gia.
Steffy Denia Abraham,Putri tunggal Dena dan Fano. Iffy adalah spupu dekat Gio dan Gia.
"Kayak teletubbies." Ucap Devan.
"Bisa diem gak." Balas Gia.
"Sayangnya gak bisa."
"Serah." Ucap Gia jengah.
"Udah Gi,dia orangnya emang gitu."
"Gi,Gi,gigi kali.hahahaha" Ejek Devan.
"Diem lo ketan."
"Hah ketan?."
"Iya nama lo Devan,hampir sama dengan ketan.hahaha"
"Bodo." Ucap Gia.
Beberapa saat kemudian waktunya istirahat , Iffy mengajak Gia ke kantin.
"Gi kantin yuk."
"Ayo lah,laper gw abis debat sama tu ketan."
"Hahaha,sumpah Gi cuma lo yang berani debat sama dia."
"Sebelumnya?".
"Gak ada,semua pada takut soalnya dia anak pemilik sekolah."
"Ih ngapain harus takut sama si lambeturah kek gitu."
"Siapa lambeturah." Ucap Devan tiba-tiba di belakang mereka.
"Eh Fy,kayaknya ada yang ngomong,tapi gada orang." Ucap Gia sengaja mengerjai Devan dan langsung menarik tangan Iffy.
"Awas lo Gigi kecil." Ucap Devan tersenyum kecil.
Setelah sampai di kantin.Gia dan Iffy kesusahan mencari tempat karena sudah full semua. Tiba-tiba Rizki memanggil Gia untuk bergabung dengannya dan juga teman Rizki.
"Hey Gia,sini." Teriak Rizki.
"Eh kak Iki." Ucap Gia dan menghampiri Rizki.
"Sini gabung sama kita."
"Makasih kak."
"Oh iya Gia,lo pesen apa biar gw yang pesenin." Ucap Iffy.
"Samain sama lo aja tapi jangan pedes ya." Ucap Gia,Iffy mengangguk dan pergi memesan.
"Btw kok lo kayak akrab gitu sama Iffy." Tanya Aly teman Rizki.
"Eh itu kak,dia Spupu aku. Aku baru tau kalo dia sekelas sama aku." Ucap Gia.
"Ini tuh Aly,dia pacarnya Iffy."
"Oh pacarnya Iffy,kenalin kak aku Giana panggil Gia aja." Ucap Gia sopan.
Aly mengangguk merespon ucapan Gia.
Beberapa saat kemudian,Iffy kembali membawa pesanan Gia dan juga dirinya.
"Fy,kok lo gak bilang kalo kak Al pacar lo?." Tanya Gia.
"Eh itu Gi,gw takut lo bilang mama sama papa. Lo tau sendiri kan gw gaboleh deket sama cowok." Ucap Iffy lesu.
"Aku gak bakalan bilang sama tante Dena dan om Fano kok,paling cuma sama bang Gio.hahahah." Goda Gia.
"Giaaaa." Sungut Iffy kesal.
Gia tertawa melihat muka panik Iffy. Sementara Rizki dan Aly menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua.
"Lo kayaknya suka sama Gia Kii." Goda Aly.
Uhhukk. Gia tersedak mendengar ucapan Aly.
"Eh maaf Gia,gw gak sengaja."
"Santai aja kak,kelepasan barusan."
"Masih di usahakan." Ucap Rizki .
"Hah?? Ucap Gia kaget.
"Udah lanjutin aja makannya." Ucap Rizki,sementara Gia hanya mengangguk sambil berdebat dengan isi kepalanya.
Sementara di lain tempat,Devan melihat interaksi Gia dan Rizki membuat dirinya sedikit kesal. Entah kenapa.Devan tidak suka melihat Gia dekat dengan Rizki.
.
.
.
❤️