
Hari ini adalah hari pertama Dea menjadi CEO di perusahaannya sendiri. Dea di antar Gavin menuju kantornya,awalnya Dea menolak tapi karena Gavin yang memaksa akhirnya Dea mengalah.
Beberapa menit kemudian,Dea sampai di kantornya setelah berpamitan dengan Gavin,Dea segera masuk dan Gavin juga pergi menuju kantornya.
Saat pertama kali menginjakkan kaki di kantornya sendiri Dea merasa bahagia,karena para karyawannya yang sopan kepada Dea dan menerima kehadiran Dea dengan baik.
"Selamat datang miss Adelia." Ucap semua karyawan dan para staff di depan Dea yang ternyata sudah menunggu kehadiran Dea sedari tadi.
"Terimakasih kalian sudah menyambut saya. Saya harap kalian semua dapat bekerja sama dengan baik dan bisa membantu saya untuk mengembangkan perusahaan ini." Ucap Dea sambil terus tersenyum.
Semua karyawan dan staff mengagumi sosok Dea yang menjadi pemimpin baru mereka yang tidak sombong dan angkuh.
Setelah itu Dea menuju ruangannya.
"Permisi Miss. Perkenalkan saya Mila sekretaris Miss Dea." Ucap Mila.
"Baik,mohon bantuannya Mila." Ucap Dea lembut,Mila mengangguk mengiyakan.
Dea segera masuk ke dalam ruangannya dan langsung memeriksa laporan perkembangan perusahaannya karena Dea tidak mau kalau sampai ada kesalahan sekecil apapun.
Saat tengah sibuk,tiba-tiba ada notif pesan dari Gavin.
[My husband : Bagaimana hari pertama sayang? ]
[Sangat baik.]
[My husband : Baiklah lanjutkan pekerjaanmu]
Dea hanya membaca pesan terakhir dari Gavin tanpa membalasnya.
Saat jam makan siang,Dea masih disibukkan dengan berkas yang ada di depannya.
Tok...tok...tok.
Permisi Miss.
"Iya masuk."
"Maaf Miss,ini ada pesanan buat Miss Dea."
"Letakkan di atas meja saja Mil,terimakasih."
"Baik Miss,permisi."
Dea menuju ke sofa dan melihat pesanan yang di bawa Mila tadi,ada sepucuk surat di atas nya.
_Semangat sayang jangan lupa di makan_
"Selalu saja bisa membuat aku tersenyum." Ucap Dea. Setelah itu Dea memakan makanan yang dipesankan Gavin untuk Dea.
Begitulah keseharian Gavin dan Dea. Mereka selalu saja bisa melengkapi satu sama lain.
****_***___****
Satu bulan kemudian.
Sekarang Gavin dan Dea tidak tinggal lagi di kediaman Steve karena Gavin lebih memilih tinggal di rumah yang sudah dia beli sebelumnya saat belum nikah dengan Dea.
Bunda Anggi dan ayah Steve juga lebih memilih stay di London karena perusahaan pusat Steve berada di sana.
Sementara Dena tinggal berdua bersama Sasya karena orang tua Sasya yang juga stay di surabaya dan Sasya tidak mau jika harus berpisah dengan Rendy. Jadi Sasya lebih memilih tinggal dengan Dena.
_
Hari ini seperti biasa Dea siap-siap pergi ke kantor,sementara Gavin sudah berangkat terlebih dahulu karena ada meeting pagi. Di rumah Dea,ada bi Ima yang sudah bertahun-tahun bekerja dengan keluarga Gavin,Gavin sengaja menyuruh bi Ima kerja dengannya supaya bisa membantu Dea di rumah.
Saat ini Dea sudah berada di meja makan.
"Bibi masak apa,kok baunya enek banget."
"Bibi masak nasi goreng kesukaan nyonya."
"Tapi kok baunya gini ya bi."
"Kena_"
Belum sempat bi Ima meneruskan ucapannya,Dea langsung berlari ke kamar mandi yang ada di dekat dapur karena dia merasa sangat mual dan lemas. Bi Ima segera menyusul Dea.
"Nyonya kenapa." Tanya Bi Ima cemas.
"Entahlah bi,rasanya mual banget."
"Nyonya pasti masuk angin. Mari saya bantu kembali ke kamar."
"Hm."
Setelah sampai di kamar,bi Ima segera menghubungi dokter. Beberapa saat kemudian dokter itu sampai dan langsung memeriksa Dea,sementara bi Ima membuatkan air hangat untukDea.
.
.
Aktif lagi yaa kaa:)