High School Love Story

High School Love Story
Terkunci dalam satu ruangan



Rencananya siang ini akan di adakan latiahan musik oleh band yuda yang di beri nama BLUE FIRE grup ini adalah bentukan sekolah sejak meraka kelas 10 dan sudah memenangkan berbagai kejuaraan


BLUE FIRE menunjuk rita sebagai vokalis bukan tanpa pertimbangan karena memang suara khas rita yang mampu menghipnotis pendengarnya


Arga yang tau banyak mengenai alat musik memberi mereka arahan rita mulai menyanyikan beberapa lagu membuat sudut bibir arga sedikit terangkat


Diiringi alunan nada yang serasi menambah kesan sempurna grup band ini


Yuda mulai merasa ada yang aneh dengan dirinya tapi dia mencoba tetap konsentrasi


Memetik senar gitarnya, darah segar mengalir dari hidungnya dia segera mengelap dengan tissu dan menghentikan permainan musiknya


"ada apa yud" tanya arga heran karena permainan tiba tiba berhenti


"emm saya lupa pak saya harus jemput ibu, boleh saya izin pulang dulu pak" timpal yuda mencoba berbohong


"yaudah berhubungan waktu udah sore kita bubar dulu dan lanjutkan besok" jawab arga tegas


Semua personil mulai meninggalkan ruangan yuda berlari mengambil tas dan memacu mobilnya dengan cepat


Kini tersisa arga dan rita di dalam ruangan, rita membereskan tanya dan arga sibuk dengan ponselnya tiba tiba pintu tertutup dengan sendirinya kedua orang itu serentak berlari menuju pintu pintu ditarik tapi tidak membuahkan hasil memang pintu ruang musik rusak dan hanya bisa dibuka dari luar Rita yang parno teriak berharap ada orang yang menolong tapi ini jam 4 sore sekolah sudah sepi.


"Gimana nih pak" tanya rita panik


"ya gimana lagi mau nggak mau kita nungguin orang lain bukain pintu" arga santai menjawab pertanyaan rita


"aduhh mama bisa nyariin hp mati lagi sial banget" gerutu rita dari tadi seperti lebah yang tidak ada hentinya


"ehhh tapi gapapa deh kekunci juga bareng bebeb emess gua ini" rita mulai cengengesan mengingat dia terkunci bersama cowo cool


"Hadehhh, bisa berhenti panggil saya bebeb apalah itu tadi saya risih dengernya"


"gak bisa dong itu kan panggilan kesayangan incess buat bapak" rita tak mau kalah


"terserah" ucap arga singkat karena buang buang waktu saja berdebat dengan wanita seperti rita


Tiba tiba lampu padam, seluruh ruangan gelap gulita rita yang phobia terhadap gelap sontak menjerit ketakutan dan meringkuk di ujung dinding


Arga tidak sadar dengan situasi ini hanya diam saja cuek karena dia biasa dalam kegelapan tidurpun dengan lampu dimatikan tidak lagi mendengar celotehan berisik arga mulai panik dia menghidupkan flash hp nya dan menyoroti tempat terakhir rita berada


Benar saja rita dengan wajah pucat pasi tergeletak di sudut lantai dengan lemah, arga berlari dan memposisikan kepala rita bersandar di dada bidangnya


"pak sa sakittt saya gak bisa nafas" rita terbata bata dengan nafasnya yang mulai tak beraturan


" sa saya takut gelap" ucapnya lirih namun masih bisa di dengar oleh arga


"astaga dia phobia kegelapan gua harus ngapain bisa bahaya nih anak" arga ingat pernah belajar bertolongan pertama dia membuat rita senyaman mungkin


"kamu tenang ya ada saya kamu gak perlu takut disini gak ada apa apa" arga mencoba menenangkan rita


Nafas rita makin tak karuan arga panik dan refleks memberi nafas buatan


"cuppp bibir mereka bertemu entah ada rasa hangat yang menjalar ditubuh arga dia tidak pernah melakukan ini sebelumnya


Saat dirasa rita mulai tenang arga melepaskan bibirnya


" kamu tenang ya saya udah nyalain flash hp " hanya dibalas anggukan oleh rita,rita mulai tenang dan berani menatap arga mata mereka bertemu mereka bertahan dalam posisi itu beberapa saat


"pak terima kasih" ucap lirih rita hampir tidak terdengar dan hanya dibalas anggukan singkat oleh arga


Rita yang mulai tenang berlahan memejamkan mata didalam pelukan arga, dia tertidur arga yang kasian menggendong tubuhnya dan membaringkannya di sofa ruang musik arga berjaga semalaman takut jika rita terbangun dan ketakutan, dia mendekat pelan kearah rita mengusap dahi yang dipenuhi peluh,


"kamu anak kecil tapi entah kenapa malah kamu yang bisa membuat hati saya hangat"gumam arga mengelus rambut rita


Arga mencoba memejamkan mata sambil duduk rutinitasnya seharian cukup menguras tenaga


Di rumah rita


Seisi rumah panik karena rita belum pulang hingga selarut ini


"ini anak kemana sihh, hp nya gk bisa di hubungi lagi bikin orang tua khawatir aja" mama rita mulai mndar mandir seperti setrikaan


Didalam anton wijaya papa rita mencoba menghubungi semua teman terdekat rita tapi hasilnya nihil bahkan devi yulia dan wanda tidak tau keberadaan sahabatnya itu karena mereka pulang duluan tadi


"gimana pa" tanya mama yang khawatir dengan putri kesayangannya itu


"gak ada yang tau dimana inces kita ma" jawab papa dengan nada kecewa


"aduhh pa, kita harus lapor polisi gimana kalo inces diculik terus dijual keluar negeri aaaa mama gak bisa bayangin pa" mama mulai terisak


"mama tenang dulu ya kita gak bisa lapor karena belum 2x24 jam kita tunggu sampai besok ya" ucap papa mencoba menenangkan padahal dirinya tak kalah khawatir