
"Tunggu aku sebentar lagi sayang,semuanya akan berubah." Ucap Gavin sambil memandangi laptopnya yang berisi semua tentang kegiatan Dea.
***
Dea mengerjakan semua pekerjaannya dengan sangat serius,sampai dia tidak sadar kalau sudah waktunya makan siang. Tiba-tiba Juan menghampiri meja Dea.
"Gak makan." Tanya Juan.
"Nanggung,tinggal dikit lagi." Jawab Dea.
"Ayolah,itu kerjaan bisa di selesain nanti lagi. Sekarang yang terpenting lo makan dulu,jangan sampe lo sakit."
"Bawel banget ih.Yaudah yuk." Jawab Dea mengalah.Karena pekerjaannya cuma tinggal 5%.
Di dalam ruangan CEO,Gavin sempat merasa kesal karena melihat Dea pergi dengan Juan. Dia beranjak dari ruangannya dan pergi untuk pertemuan rekan bisnisnya.
Tiba-tiba secara tidak sengaja Gavin menabrak Zanna yang sedang membawa beberapa berkas,Zanna terpana melihat wajah tampan Gavin dan juga penampilan Gavin.
Sementara Gavin berlalu begitu saja tanpa menegut atau menyapa Zanna,Zanna masih tidak mengenali Gavin karena waktu itu Gavin memakai kacamata.
"Gw harus dapetin pak Ray,apapun caranya." Ucap Zanna tersenyum licik,dia perlahan sudah melupakan perasaannya terhadap Farel,karena Farel yang masih saja terlalu berharap dengan Dea.
Di kantin....
"Pulang nanti gw anter."Ajak Juan tiba-tiba.
"Bawa mobil." Jawab Dea.
Juan tidak memaksa Dea lagi,karena dia tau kalau Dea orangnya tidak suka di paksa.
Beberapa saat kemudian,Dea selesai makan dan pamit untuk pergi ke kamar mandi kepada Juan.
"Gw ke toilet bentar." Pamit Dea yang langsung di balas anggukan oleh Juan.
Sesampainya di toilet Dea sedikit merapikan riasannya,tapi tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk ke dalam toilet dan melabrak Dea.
"Gapenting." Jawab Dea dan berlalu pergi.
Dia adalah salah satu teman Brianna memang sudah menyukai Juan dari awal,dan dia sangat tidak suka melihat Dea dekat-dekat dengan Juan.
Sementara Dea,tidak peduli dengan kejadian tadi dia langsung saja pergi ke ruangannya.Saat mau sampai tiba-tiba Dea menabrak bahu Rico.
"Mohon maaf pak." Ucap Dea dan berlalu pergi,memang Dea tidak terlalu peduli dengan orang asing.
Rico dibuat melongo atas tingkah laku Dea.Baru pertama kalinya Rico tidak dipandang oleh bawahannya sendiri apalagi itu anak magang.Rico segara menyusul bossnya ke dalam ruangan CEO.
"Lama-lama gw tertarik sama nyonya Adelia boss." Ucap Rico memancing amarah Gavin. Seketika Gavin mengalihkan pandangannya dari laptop kepada Rico.
"Jangan macam-macam kau Rico."Sungut Gavin mulai kesal.
"Bagaimana aku tidak kagum dengan Nyonya bos,tadi saja aku langsung bertatap muka dengan dia dan mengagumi betapa indahnya ciptaan tuhan yang satu itu bos.Pipinya seperti squisy,mata yang bulat,dan hidung yang mancung.So perfect bos." Cerocos Rico.
"Pantas saja kau tergila-gila dengannya bos, dia memang beda,tidak seperti perempuan pada umumnya.Kau tau bos,baru kali ini aku tidak dipandang oleh perempuan.Padahal tidak ada yang mampu menolak pesonaku bos." Sambung Rico.
Gavin diam karena kesal,tapi dia tau Rico hanya memancing kemarahannya.
"Kalau sampai kau macam-macam di belakang Bella,habis ku gantung kau di depan kantor Rico." Ucap Gavin dengan nada dingin.
"Heyyy santai bos,aku cuma bercanda.Tapi memang itulah faktanya bos,kau beruntung memilih dia.Sepertinya dia masih berharap kepadamu boss,karena tadi aku lihat sesuatu yang jatuh dari tas Nyonya." Ucap Rico dengan nada yang serius.
"Bicaralah jangan bikin aku penasaran." Ucap Gavin
.
.
Jangan pernah bosan yaa;)