
Tunggu beberapa bulan lagi.Batin Gavin.
***
Hari ini,Dea berangkat ke kampus sendirian dia sengaja berangkat lebih pagi padahal kelas di mulai jam9,Dea berangkat pagi karena di rumahnya sepi biasanya jika ada Bella,ada saja kelakuan Bella yang aneh-aneh menghibur Dea.
Beberapa saat kemudian,Dea sampai di kampusnya dan langsung duduk di taman sambil membaca buku novel dengan earphone di telinganya.
Tiba-tiba ada yang duduk di samping Dea,Dea menoleh dan melihat Juan tersenyum sangat manis dengannya.
Sementara Dea mengabaikan keberadaan Juan.
"Delia pulang kampus nanti jalan mau." Ajak Juan,Juan sekarang sudah mulai terang-terangan mendekati Dea meskipun tidak pernah ada respon dari Dea.
"Gabisa." Jawab Dea singkat.Sekarang Dea lebih menghargai setiap orang berbicara dengannya karena dia ingat dengan ucapan Bella.
_Kalau mau di hargai ya harus menghargai dulu_
"Ayolah Delia." Ajak Juan lagi dengan mengatupkan kedua tangannya.
"Maaf Juan tapi gw gak bisa." Jawab Dea lagi.
"Kalo gitu gw aja yang maen ke rumah lo,gimana?."
"Gw gak di rumah."
Saat Juan ingin berbicara lagi,tiba-tiba Zanna datang menghampiri Dea dan Juan.
"Juan,lo mau apa deket-deket sama cewek miskin ini." Ucap Zanna sambil menunjuk wajah Dea,memang sampai saat ini Zanna belum tau mengenai keluarga Dea.
"Apa urusannya sama lo." Jawab Juan.
"Gw gak suka aja lo deket sama cewek sok polos ini." Ucap Zanna.
"Lo gak ada hak buat ngelarang gw." Ucap Juan dingin.
Tiba-tiba Farel datang dan menghampiri mereka.
"Kenapa lo gak capek ganggu hidup Dea Zanna." Bentak Farel.
"Kenapa? lo mau ikut-ikutan Juan juga ngerebut hati Dea lagi?.Inget ya Rel,lo itu calon tunangan gw. Gw gak suka lo kayak gini." Ucap Zanna.
"Dan buat lo Adelia,gw benci sama lo." Ucap Zanna dan berlalu pergi.
Setelah itu Dea beranjak pergi meninggalkan Juan dan Farel.
"Jangan ganggu Adelia lagi,lo udah ninggalin dia." Ucap Juan dan beranjak pergi.
***
Dea kembali ke kelasnya disusul oleh Juan.
"Delia,gw cuma mau jalan sama lo doang." Ajak Juan lagi.
"Dibilang gabisa ya gabisa Juan.Aku ga suka di paksa." Bentak Dea.
Juan menghela nafas saat Dea membentaknya.
"Gw semakin tertantang sama lo Adelia." Ucap Juan pelan.
Setelah itu kelas di mulai.
Beberapa jam kemudian setelah selesai,Dea langsung pergi meninggalkan kampus,tapi saat melewati mading kampus ada yang menarik perhatian Dea.
Hmmm nyanyi ya.
Gumam Dea dalam hati.
Dea melihat pengumuman di mading kampus tentang perayaan ulang tahun kampus tepat pada akhir semester.
Setelah itu Dea pulang ke apartemennya karena dia malas jika harus pulang ke rumah utama.Setelah sampai di apart ternyata di sana sudah ada Farel menunggu kedatangan Dea membuat Dea jengah sendiri menghadapi kelakuan Farel.
"De gw mohon,kasih gw kesempatan satu kali lagi." Ucap Farel sambil memegang tangan Dea.Dea hanya diam.
"Gw tau,di hati lo masih ada gw De jujur sama gw." Sambing Farel.Dea tidak merespon.
"Lo pasti mau kan balik lagi sama gw." Ucap Farel lagi,Dea mulai jengah dan menjawab ucapan Farel.
"Denger baik-baik,dan gw gak mau ngulang lagi.Lo jangan berharap lebih karena di hati gw udah ada seseorang yang gw tunggu kedatangannya kembali. Udah ada nama seseorang yang tersimpan di hati gw dan juga ada jiwa seseorang di dalam tubuh gw dan gw gak mau dan gak akan pernah ganti itu semua dari gidup gw.Dan buat lo Farel Setya Gibran ,nama lo udah bersih dari hati gw dan gak akan pernah ada lagi jadi mulai sekarang stop ngucapin kata-kata bullshit semua yang keluar dari mulut lo itu.Terimakasih." Ucap Dea dan berlalu pergi.
Farel emosi dan berniat tidak akan pernah membiarkan Dea bersama dengan seseorang yang Dea sebutkan tadi.
Gak,lo hanya milik gw selamanya.Batin Farel dan berlalu pergi.
.
.
.
:?