High School Love Story

High School Love Story
HSLS 54



Sementara di lain tempat.Zanna menggila karena mengetahi Gavin yang menjadi CEO perusahaan.Zanna berjanji dengan dirinya sendiri untuk memisahkan Dea dan Gavin.


****


Sudah tiga minggu Dea magang di perusahaan Gavin,tinggal satu minggu lagi dia akan menyelesaikan skripsinya.


Hari ini Gavin tidak bisa mengawasi Dea seperti biasanya,karena ada perjalanan bisnis yang tidak bisa dia tunda atau di wakilkan.Jadi Gavin menyuruh Rico untuk mengawasi sekaligus menjaga Dea.


Sementara Zanna sudah mempunyai rencana licik untuk mencelakai Dea. Sedangkan Rico sibuk dengan beberapa file perusahaan yang ada di ruangan Gavin.


Jam makan siang,Zanna mencari cara untuk bisa membawa Dea ke gudang yang ada di bagian belakang kantor.Di sana Zanna sudah menyiapkan asap beracun yang siap untuk di gunakan saat Dea ada di dalam gudang.


Zanna sengaja meminta bantuan kepada salah satu OB.


"Hey,cepet lo suruh Adelia pergi ke gudang belakang,bilang aja di suruh ngambil file sama pak Rico. Tapi jangan sampai lo bilang kalo di suruh gw." Perintah Zanna.


"Tapi..." Belum sempat OB itu melanjutkan ucapannya,Zanna sudah melemparkan satu amplop yang berisi uang.OB itu langsung mengiyakan permintaan Zanna,kebetulan dia lagi butuh uang.


"Baik bu. Sepuluh menit lagi saya pastikan bu Adelia sudah berada di gudang." Ucap OB itu dan berlalu pergi.


Sementara di lain tempat,Gavin merasa gelisah selalu memikirkan Dea langsung saja dia menghubungi Rico.


Tutt...


*Iya ada apa boss.


Nyonya dimana.


Aman bos,nyonya sedang mengerjakan file yang saya perintahkan.


Jangan terlalu memikirkan pekerjaan Rico,wanitaku lebih penting.


Oke siapp*.


Tutt...


Sambungan terputus. Gavin merasa sedikit tenang sudah mengetahui kabar Adelia,tapi tetap saja ada yang mengganjal di hatinya.


Tunggu sayang,dua hari lagi aku akan buktikan semua.Batin Gavin .


Dea sedang sibuk menatap laptopnya mengerjakan tugas dari Rico,semua itu perintah Gavin supaya Dea tidak bisa bertemu dengan Juan. Rasa cemburu Gavin kepada Dea sudah tidak bisa di biarkan lagi.


Tiba-tiba ada OB yang menghampiri ruangan Dea.


"Permisi bu,Bu Adelia di suruh pak Rico mengambil berkas keuangan yang ada di gudang belakang." Ucap OB itu.


Dea mengernyitkan kepalanya.


"Bukannya gudang itu udah lama tidak digunakan,kenapa berkas penting bisa ada di sana." Tanya Dea.


"Mohon maaf bu,saya hanya menyampaikan pesan dari pak Rico." Ucap OB itu dan berlalu pergi.


Dengan malas,Dea melangkah gontai menuju gudang belakang kantor.Sempat Dea berpapasan dengan Brianna sebentar,lalu Brianna mengalihkan pandangannya ke arah lain,karena Brianna sudah mulai tidak menyukai kehadiran Dea di kantor itu.


Alasannya karena Dea selalu menjadi pusat perhatian bagi staff maupun karyawan di sana. Apalagi Gavin yang selalu memantau Dea,membuat Brianna semakin jengah melihat Dea.


Sesaat kemudian,Dea sudah sampai di gudang belakang kantor.Dea merasa aneh,kenapa berkas sepenting itu bisa ada di gudang yang sudah tidak di pakai lagi.Tempatnya juga kumuh dan lembab,tanpa berlama-lama Dea beranjak ingin masuk ke dalam gudang itu,tapi dia merasa ragu.


Tiba-tiba.


Brukkk


Grepp.


Suara Dea terjatuh karena di dorong,di ikuti dengan suara pintu yang tertutup keras dari luar.


Ya,itu adalah ulah Zanna,Zanna mendorong Dea ke dalam gudang dan mengunci pintu gudang. Setelah Itu Zanna langsung pergi dari tempat itu,sementara Dea di dalam kesulitan bernafas karena asap yang lama-kelamaan menyulitkan pernafasannya.


.


.


.


Maaf jarang up🥺 lagi sibuk-sibuknya kerja:).


Terimakasih buat yang setia nungguin:))).