High School Love Story

High School Love Story
Chapter 23



Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.


Happy reading (◠‿◕)


"Chorong noona dan Seungwoo hyung darimana?" Tanya Subin yang melihat kedua orang itu kembali.


"Habis bicara empat mata sama si mesum ini." Ucap Chorong melirik ke Seungwoo.


"Kok gue dikatain mesum noona?"


"Ya iyalah Woo, orang lo mimpi nya kayak gitu. Gimana nggak dibilangi mesum sama Chorong eonni." Tambah Naeun.


"By the way kalian berdua habis ngapain tadi? Nggak kiss kiss lagi kan?!" Tebak Byungchan.


"Nggak lah, udah ah bahas ini mulu. Mending Byungchan dan Naeun kembali ke kamar kalian sana!" Titah Chorong.


Byungchan dan Naeun pergi ke ruang masing masing sesuai perintah dari Ratu es Chorong.


"Eh Hayoung daritadi tidur?" Tanya Chorong.


"Ha'a. Kayaknya dia kecapean deh noona." Balas Subin ke Chorong.


"Lo bawa pulang ke rumah gih Bin, kasian tau kalo tidur terus disini." Ucap Seungwoo.


"Oke hyung, kalo gitu gue sama Hayoung noona pulang dulu yah, Jangan macam macam sama Chorong noona disini kalian kan belum jadi pasangan resmi!!" Teriak Subin terus kabur sambil tertawa.


"Dasar binnie nakal, ya kali gue macam macam sama Chorong noona. Yang ada gue yang di balikin!!" Batin Seungwoo.


Hening.


"Permisi, Dokter Sunggyu mau berbicara dengan kalian berdua di ruangannya. Mari saya antar." Ucap suster yang diperintahkan Dokter Sunggyu.


"Beliau ada didalam, silahkan masuk."


"Suster nggak masuk?" Tanya Seungwoo.


"Oh saya ada pekerjaan yang lain." Ujar Suster itu dan pergi.


Tok tok tok


"Iya, silahkan masuk."


"Dokter manggil kita?" Tanya Chorong.


"Oh benar, kalian wali dari Byungchan dan Naeun kan?!"


"Eh iya benar Dok. Ada apa?" Seru Seungwoo.


"Hmm, jadi gini. Naeun bisa keluar dari rumah sakit bersamaan dengan Byungchan besok. Saya akan mencoba mencarikan donor mata buat pasien Byungchan tapi mungkin agak lama. Dan Byungchan harus kesini untuk berobat 1 kali seminggu." Jelas Sunggyu panjang lebar.


"Hanya itu Dok?" Tanya Seungwoo.


"Iya."


"Kalo begitu kami berdua permisi dulu, terima kasih atas infonya Dok." Pamit Chorong dan mengajak Seungwoo keluar.


"Woo, kita kasi' tau Naeun sama Byungchan lah. Gue ke Naeun lo ke Byungchan."


"Woke noona laksanakan!" Semangat Seungwoo.


"Gue antar noona dulu ke ruang Naeun yah, terus gue ke Byungchan."


"Nggak usah Woo, lo kira gue anak kecil apa!!"


"Elah jangan nolak dong noona, prince charming Seungwoo ini sukarela kok."


"Jijik gue dengarnya."


Sesampai nya di ruangan Naeun.


"Gue cabut ke sebelah yah. Kalo ada apa apa panggil gue aja."


"Iya bawel, sana pergi!!" Balas Naeun.


"Jadi kenapa eonni kesini? Ada yang mau lo sampaikan?" Tanya Naeun.


"Kata Dokter lo sama Byungchan bisa keluar besok."


"Serius?! Cepat banget, baru juga Byungchan sadar." Heran Naeun.


"Entah, Dokter nya yang bilang."


"Ooo."


Line


Line


Line


"Eh eonni, tolongin gue ambil HP gue disana dong." Tunjuk Naeun ke meja di samping nya.


"Malas banget lo Na." Omel Chorong tapi tetap bergerak.


"Nih, siapa sih?"


"Tunggu, biar gue lihat dulu." Balas Naeun.


Daehwi teman Jinjin


"Noona ada nggak lihat Jinyoung hyung?"


"Ada sama noona nggak?"


"Nggak tuh Hwi, gue sama yang lain udah pulang dari vila."


"Dia nggak bilang sama lo mau kemana?"


"Katanya mau pamit ke noona karena dia harus kembali ke Jepang."


"Tapi belum nyampe nyampe juga di bandara."


"Nanti kalo gue ketemu dia pasti gue kabarin lo Hwi."


"Kabarin gue juga kalo Jinyoung udah ada disana."


"Siap noona."


"Lo dimana sih young? Bikin pusing gue tau nggak?! Gue harus disini jaga Byungchan, tapi gue nggak bisa kehilangan lo juga." Batin Naeun.


"Kenapa Na?" Tanya Chorong.


"Nggak papa eonni." Jawab Naeun.


"Nggak baik bohong Na, cerita aja susah amat deh." Paksa Chorong.


"Jadi gini, Daehwi bilang Jinyoung hilang. Katanya sih kesini buat pamit karena mau ke Jepang tapi nggak kesini terus nggak ada juga di bandara." Jelas Naeun panjang lebar.


"Terus dia kemana?" Tanya Chorong lagi.


"Nggak tau, kalo tau udah gue samperin tuh anak." Kesal Naeun.


"Jadi Jinyoung hilang?!" Kaget Byungchan yang baru datang sama Seungwoo.


"Kalian nguping pembicaraan kita berdua?"


"Sorry, kita awalnya mau main aja kesini karena bosan." Balas Seungwoo.


"Gini aja, gue bantu cari Jinyoung. Chorong noona jagain Byungchan sama Naeun disini. Boleh nggak?!" Saran Seungwoo.


"Sip Byung, awas kalo macam macam sama Chorong noona lo!!" Ancam Seungwoo.


"Tapi kalo lo berbuat sama Naeun yah nggak peduli gue."(≧▽≦)


"Bye bye Chorong noona. Gue mau pergi dulu sebentar cari anak ayam." (◠‿◕)


Blam


Pintu tertutup dan tidak memperlihatkan lagi wajah ngeselin nya Seungwoo. Naeun, Chorong, dan Byungchan ditinggal bertiga.


"Byung, sini duduk samping gue."


"Noona, gue kan nggak bisa lihat."


"Oh iya gue lupa, sini gue bantu." Naeun mengajak Byungchan ke tempat tidurnya.


"Ehem, ehem." Chorong tiba tiba batuk.


"Kenapa noona? Sakit yah? Kalo sakit, ke kamar gue di sebelah aja."


"Na, pacar lo bego atau memang polos sih?! Masa' nggak ngerti juga."


"Eh maaf eonni, kita nggak bakal jadikan eonni nyamuk lagi deh."


"Btw, Byung sudah dengar nggak lo lagi dicarikan donor mata?"


"Udah kok, dari Seungwoo hyung tadi."


Ditempat lain, Seungwoo yang lagi mengemudi berpikir untuk menemui Daehwi dulu sebelum mencari Jinyoung.


"Telinga gue panas." Batin Seungwoo yang lagi mengemudi.


Beberapa menit kemudian sampailah dia di bandara Incheon dan menemui Daehwi yang lagi duduk di kursi tunggu.


"Hwiii!!"


"Eh Seungwoo hyung, ngapain?"


"Gue mau dengar kenapa Jinyoung bisa hilang."


"Jadi Jinyoung hyung tadi kembali ke rumah gue naik taksi, ninggalin mobil Byungchan hyung di vila. Tau tau dia langsung ambil koper terus bilang mau ke Jepang. Gue iyain aja dan dia bilang sebelum ke Jepang mau mampir ke rumah sakit dulu jenguk Naeun noona sama Byungchan hyung. Tapi nggak datang datang juga kesini dan nggak kesana." Jelas Daehwi.


"Hmm, tadi kita keluar dari vila mobil nya tinggal satu. Gue kira sama anak anak si Jinyoung ninggalin kita terus bawa mobil Byungchan."


"Nggak kok hyung, Jinyoung hyung datang naik taksi."


"Wah ini nggak beres."


"Nggak beres gimana maksud hyung?!"


"Gini aja, Lo tetap nunggu Jinyoung disini sementara gue cari Jinyoung."


"Tapi hyung mau mulai darimana carinya?! Gue khawatir banget sama Jinyoung hyung, pasalnya dia itu nggak terlalu hebat dalam hal sihir."


"Tenang, nggak usah panik Hwi. Gue usahakan cari dia dan bawa kesini secepatnya." Ucap Seungwoo.


"Gue pergi dulu."


"Hati hati hyung, hubungi gue kalo ada apa apa."


Seungwoo pun mencari Jinyoung mulai dari menghubungi satu persatu teman teman Jinyoung.


"Halo? Ini siapa?"


"Gue Seungwoo, senior Daehwi dan Jinyoung. Lo Guanlin bukan?"


"Iya, kenapa?"


"Ada Jinyoung disana nggak?"


"Nggak. Jinyoung hyung kemana memang?"


"Kalo gue tau nggak bakal nanya oon!!"


"Santai dong, terus apa hubungannya sama gue?"


"Lo kan temannya. Kali aja sama lo. Kalo boleh tau Jinyoung sering kemana akhir akhir ini?!"


"Em, bentar gue mikir dulu. Ah, dia bilang waktu itu mau ke rumah Daniel hyung."


"Daniel? Bukannya Jinyoung sama dia musuhan?"


"Nah itu dia, gue juga nggak tau kenapa dia ngotot kesana."


"Oke thanks infonya Lin, dah."


Seungwoo akhirnya memutuskan mencari Daniel. Dia punya firasat buruk tentang Daniel. Dengan nomor yang diberi Guanlin, ia langsung melacak keberadaan Daniel dan menuju ke sana.


Deep deep


"Apalagi tuh?" Tanya Chorong yang mendengar ponsel Naeun bergetar.


"Tunggu bentar biar gue lihat." Balas Naeun.


Jinjin Bae


"Gue mau ngomong sesuatu sama lo sekarang. Kutunggu di tempat gue waktu nembak lo!!"


"Maksud lo bawah pohon? Ok, gue segera kesana."


"Siapa noona?" Tanya Byungchan.


"Nggak, cuma orang salkir kok."


"Eonni bisa tolong jaga Byungchan bentar nggak? Gue harus ke toilet."


"Oh oke Na. Hati hati yah."


Naeun pergi dari rumah sakit dengan pakaian yang belum diganti. Ia langsung menuju ke tempat Jinyoung waktu nembak dia yaitu di bawah pohon. Saat itu juga Seungwoo pergi melacak keberadaan Daniel menggunakan ponsel nya di GPS.


"Kalo masalah gini mah gampang. Gue paling jago." Puji Seungwoo dalam hati.


"Sepertinya Daniel sedang bersama Jinyoung." Itulah pikirnya.


"Noona!!" Teriak Jinyoung yang sudah menunggu.


"Jangan mendekat noona!!" Teriak Jinyoung lagi.


"Lo bilang apaan young?! Gue nggak dengar."


"Jangan kesini, bahaya!!"


Naeun yang tidak mendengar teriakan Jinyoung kesana untuk membawanya kembali.


Bukk


Daniel yang mengamati dari tadi akhirnya keluar dan memukul Naeun pingsan. Jinyoung kaget karena Daniel melakukan itu.


"Brengsek lo Daniel!! Sekali lo nyentuh Naeun noona gue nggak akan maafin lo!" Ancam Jinyoung.


"Emang lo bisa?! Lo sendiri babak belur di sana. Lo nggak bisa menang dari gue Young!!" Ucap Daniel meremehkan.


Seungwoo semakin membalap mobilnya berharap tidak terjadi sesuatu yang buruk pada Jinyoung.


"Biar gue bawa kalian pergi dari sini!! Bahaya kalo ada orang sampai lihat kalian!!" Ucap Daniel lagi.