
Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.
Happy reading (◠‿◕)
"Enaknya gue apain yah nih Naeun?"
"Apa gue siksa aja seperti lo Young?"
"Sialan! Berani lo sentuh dia gue bakal bunuh lo!! Ucap Jinyoung.
"Dramatis banget sih lo Young, kasian cinta lo bertepuk sebelah tangan."
"Setidaknya gue pernah dicintai sama noona, nggak seperti lo yang nggak pernah dicintai sama siapapun." Balas Jinyoung.
"Kurang ajar!! Berani lo hina gue?! Rasakan ini!"
"Akkhh!" Teriak Jinyoung setelah mendapat pukulan balok dari Daniel.
"Dasar psikopat lo Niel, gue nggak nyangka lo tega melakukan hal selicik ini."
"Suka suka gue dong, ini hari adalah kuburan kalian berdua."
"Ada pesan terakhir nggak?!" Tanya Daniel dengan senyum smirks nya sambil mengambil pistol dari saku bajunya.
"Gue harap lo menyesali perbuatan yang lo lakuin ini Niel."
"Udah kan?! Selamat Tinggal Bae Jinyoung dan Son Naeun."
Dor dor
"Akkhh, siapa yang nembak kedua kaki gue?"
"Maaf lambat datang Young, gue harus telpon polisi dulu." Ucap Seungwoo.
"Hai Niel, polisi sudah kesini. Lo mau melawan gue atau kabur dari mereka? Tapi lo nggak bisa lari sih dengan kedua kaki yang sudah luka luka gitu."
"Brengsek lo Woo!! Tau darimana lo gue disini?"
"Lo nggak perlu tau soal itu. Sampai ketemu di kantor polisi Kang Daniel."
"Kang Daniel anda kami tangkap dengan tuduhan menculik dan menyiksa. Anda bisa jelaskan semuanya di kantor polisi, ikut kami sekarang!!" Ucap polisi yang baru datang.
"Young lo nggak papa?"
"Nggak hyung, thanks yah sudah datang kesini..."
"Tentu, gue kan paling jago kalo soal main detektif detektif an."
"Gue mau langsung ke Daehwi aja hyung, tolong bawa noona ke rumah sakit yah."
"Lo nggak mau ikut sebentar? Obatin dulu luka lo."
"Nggak, gue udah terlambat. Duluan yah."
Seungwoo membawa Naeun kembali ke rumah sakit sedangkan Jinyoung menuju ke bandara untuk menemui Daehwi.
"Eh Woo, Naeun kenapa?" Tanya Chorong yang melihat Naeun digendong sama Seungwoo.
"Emm, ketiduran dia waktu di mobil." Balas Seungwoo bohong.
"Lah hyung ketemu Naeun di mana?"
"Tadi waktu cari Jinyoung dia minta ikut, terus pas udah ketemu Jinyoung nya dia ketiduran di mobil."
"Lah Jinyoung nya mana?" Tanya Byungchan.
"Dia menuju ke bandara langsung, takut Daehwi khawatir sama dia."
"Lo nemuin Jinyoung dimana hyung?"
"Ehm, gue lupa. Udah ah, daripada bahas itu terus mendingan lo istirahat gih Byung. Lo juga noona."
"Oh oke, gue balik ke kamar dulu. Jagain Naeun noona baik baik yah hyung." Pesan Byungchan.
"Siap."
"Nggak tidur lo Woo?" Tanya Chorong.
"Nggak ah, masih fresh gue noona. Noona duluan aja kalo mau tidur."
"Kalo gitu gue bobo duluan deh."
"Hmm, jangan lupa mimpikan gue noona." Ucap Seungwoo sebelum keluar.
Keesokan paginya, Seungwoo dan Chorong membantu membereskan barang barang Byungchan dan Naeun. Kata Dokter mereka sudah bisa pulang.
"Em, gue antar lo mau Na?" Tanya Seungwoo.
"Nggak perlu Woo, gue sama Byungchan. Lo antar Chorong eonni ke rumah, eonni pasti capek banget."
"Owh ok, hati hati Byung, Na."
"Lo mau antar gue Na?"
"Iya Byung, Lo nggak nolak kan?!"
"Tentu saja tidak, gue senang kok kalo lo antarin gue. Daripada Seungwoo hyung, dia kan cerewet." Ucap Byungchan dan diikuti tawa Naeun.
Byungchan dan Naeun memanggil taksi dan menuju ke rumah Byungchan dulu.
"Byung, gue antar sampai sini yah."
"Em noona boleh nggak tinggal disini lebih lama? Soalnya Beomgyu sore baru bisa pulang."
"Lah orang tua lo kemana?"
"Kapan perginya?"
"Em, mungkin dua hari lalu."
"Oke Byung, tapi gue mau bayar taksi dulu."
"Gue ke dalam duluan noona, jangan lama."
Setelah membayar taksi, Naeun pergi masuk ke rumah Byungchan. Tentunya dia melihat Byungchan lagi asik tiduran di sofa ruang tamu.
"Lo hafal sama tata letak rumah?"
"Eh iya, jadi biarpun gue nggak bisa lihat pastinya masih bisa merasakan."
"Emm, kita ngapain?"
"Ngapain bagusnya noona?"
"Gue boleh nggak lihat kamar lo?"
"Oh boleh noona, silahkan masuk aja."
"Dimana kamar lo?"
"Di lantai dua, ada tulisan nama gue depan pintunya."
"Kekanakan banget lo Byung, masih pake' gituan." Balas Naeun.
"Gimana nggak?! Beomgyu tuh yang saranin. Yah gue bisa apa kalo tuh anak udah rengek."
"Hahahaha."
"Gue naik dulu yah, tunggu disini jangan kemana-mana." Ucap Naeun.
Naeun melangkah ke lantai dua dan dengan cepat mendapatkan letak kamar Byungchan.
"Wah, berantakan banget. Sepertinya Byungchan tipe yang pemalas." Batin Naeun.
"Wow, apa nih? Ini Chorong eonni kan?!" Naeun melihat foto mesra Chorong dan Byungchan.
Ia kaget tambah kaget ketika mengetahui bahwa foto ini sudah sangat lama.
"Jadi Byungchan dan Chorong eonni sudah saling kenal sejak lama?"
"Kenapa nggak pernah cerita ke gue?"
"Apa jangan jangan pacar eonni yang waktu itu dia bilang Byungchan?"
"Ya udahlah, itu kan sudah lama lagipula Byungchan dan Chorong eonni sudah putus."
"Anggap aja gue nggak pernah lihat ini." Batin Naeun.
"Noona!! Lo masih lama?" Teriak Byungchan.
"Ah gue segera turun Byung, tunggu bentar!!" Jawab Naeun.
"Kenapa sih Byung?"
"Em, Beomgyu udah mau pulang. Noona udah bisa pulang sekarang kok."
"Oh gitu, gue pulang dulu yah."
"Eumm, hati hati."
Deep deep
"Eh tunggu noona!!"
"Apaan Byung?"
"Temani gue ke rumah sakit yuk, gue harus check mata gue."
Byungchan dan Naeun memesan taksi online dan tiba di rumah sakit dalam beberapa menit.
"Byungchan ssi." Panggil dokter Sunggyu.
"Eh iya dok, saya mau check mata saya."
"Emm, sebentar. Saya mau memberikan kabar baik."
"Kabar apa dok?" Tanya Naeun.
"Jadi tuh Byungchan dapat donor mata. Besok Byungchan bisa dioperasi jam 12.00."
"Benar itu dok?!"
"Iya, selamat yah Byungchan kamu itu beruntung sekali dapat donor secepatnya itu."
"Eh makasih dok."
"Jangan terlambat besok." Titah Sunggyu.
Sesudah pembicaraan itu Byungchan dan Naeun meninggalkan ruangan dokter Sunggyu.
"Noona, besok gue mau ngomong sesuatu sama lo kalo mata gue udah pulih." Ujar Byungchan serius.
"Tentu. Tapi kenapa nggak sekarang?" Tanya Naeun heran.
"Nggak, waktunya nggak pas."
"Ok Byung."