High School Love Story

High School Love Story
Rita Maharani



Sinar Matahari mulai manyeruak melewati ceendela kamar memaksa wanita cantik dibalik selimut membuka mata, bulu mata lentik dan rambut acak acak khas tidur membuat remaja 16 tahun ini tampak menggemaskan.


"Rita udah jam berapa nih, katanya masuk pagi ada pertemuan OSIS hari ini, ayo bangun anak gadis gak baik bangun siang tar susah dapet jodoh" teriak mama yang setiap hari memenuhi kamarku.


" ahhhh.... Iya ma iya nih buka mata" sahutku sedikit kesal karena jadwal tidur pagi yang terganggu


Kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi tak ada lulur pagi ini mengingat pertemuan yang harus ku hadiri memang menjadi wakil ketua OSIS harus stay kapanpun pak ketua butuh.


" sial kesiangan gua, mampus nih tar kena omel yudha." umpatku saat sadar jam di pergelangan tanganku menunjukkan pukul 6.30


" lohh, taa sarapan dulu mama udah bikinin nasi goreng" teriak mama saat aku lari lari menuruni anak tangga.


"udah gak sempet ma, udah kesiangan ini rita berangkat dulu ya tar sarapan di kentin aja daa mama" aku berlari masuk mobil kemudian menyuruh mamang segera melesat menuju sekolah


"mang nanti jemput kayak biasa ya" perintahku saat sudah turun dari mobil


"siap non, dibarengi senyum khas mang uang ahh memang sopirku itu selalu ramah


Aku buru buru menaiki tangga menuju ruang OSIS di lantai tiga sambil sesekali melihat kearah jam tangan yang terasa berputar semakin cepat.


Mampuss nih beneran, lu sih taa bisa bisanya telat bangun,, " Maki ku pada diriku sendiri


" Soo,, sorry gua telat" kataku ngos ngosan memecah keheningan di ruang osis yang anggotanya memang sudah kumpul


"lu kemana aja sih, kita rapat nungguin PROPOSAL yang lu bawa, liat udah jam berapa profesional dong" kata yuda ketua osis yang cool abis ini selalu profesional dan tegas saat menjadi ketua padahal asik banget kalo di luar


" ya maaf, gua bangun kesiangan" kataku sambil memasang puppy face


"hahh,, iya iya yaudah duduk kita rapat sekarang" kata yuda pasrah siapa yang bisa menahan puppy face ku.


Rapat selesai tepat pukul 8 tepat membahas rencana pentas seni yang akan diadakan 2 minggu lagi


" hay taa" sapa yuda dengan senyum menawannya


"ehhh yud, hay juga" jawabku tak kalah ramah


"mau masuk kelas ya, yuk gua anterin"


"Boleh" kami pun berjalan beriringan menuju kelas setiap mata tak pernah lepas dari kami mengingat statusku sebagai wanita terpopuler di kampus dan begitu juga dengan yuda sepanjang jalan banyak adik siswa yang meneriaki kami


"yahh, bidadari gua udah ditikung"


" cantik mending sama kakak aja yuk"


Begitulah teriakan yang hanyaku balas cuek kadang sesekali di balas tatapan tajam oleh yuda


Sampai di depan kelas kami tidak langsung berpisah yuda mendorong ku ke dinding, dan berjalan semakin mendekat hatiku tidak bisa di ajak kompromi lagi mungkin yuda bisa mendengar hatiku yang dag dig dug mau copot dari tempatnya


"Loo, lo,, mau ngapain yud" tanyaku sok polos tanpa sadar wajah kamu semakin mendekat kini menyisakan jarak beberapa centi saja aku refleks memejamkan mataku,,


" mau ngapain bu" jawab yuda meniup wajahku di barengi tertawa meledek tingkahku yang seolah berharap di cium.


"ihhhhh, dasar ya lu resek" rajukku sambil memalingkan muka dan memajukan bibir seksiku


"hayooo, ngarep ya barusan"


"apaan sih, enggak kok" jawabku sok cuek


"yaudah gih masuk, tar kena guru" katanya sambil menyelipkan rambutku di telinga


Wajahku memerah mendapatkan perlakuan itu walaupun aku tidak memiliki rasa tertentu pada yuda aku hanya menganggapnya teman tidak lebih tapi perlakuannya padaku selalu saja spesial


"iya" jawabku singkat dan pergi berpaling


"ta" katanya sedikit berteriak aku yang berada di ambang pintu menoleh tanpa menjawab sepatah katapun


"semangat ya belajarnya, jangan genit sama cowo cowo tar istirahat ketemu di kantin,


" oke " jawabku singkat dan berlalu menuju bangkuku


" cieeee yang di anterin sampe depan kelas"kata devi resek sambil mengedipkan matanya


"apaan sih lu, resek banget" jawabku ketus


"cieee udah sihh, tar cepet tua marah mulu pagi pagi"


Bu tika guru killer kamipun masuk sontak kelas yang tadinya riuh kini hening mendadak begitulah bu tika tidak akan segan memberi sanksi kalau perintahnya tidak di laksanakan.


Hayyy, viewers jangan lupa untuk like dan komen ya biar author makin semangat nulisnya😊