High School Love Story

High School Love Story
HSLS 41



"Asal kalian semua tau,perempuan yang sedang berada di depan gw sekarang ini adalah mantan kekasih calon tunangan gw.Dulu dia sangat sombong karena bisa bersama calon tunangan gw,tapi apa sekarang? Dia di tinggal,di campakkan gitu aja padahal sudah ada pria yang sangat mencintainya tapi dia tidak tau berterimakasih sampai-sampai pria itu rela mendonorkan ginjalnya demi dia,tapi malah dia usir dan dibuang gitu aja dan sekarang dia sendirian dan mau mengambil lagi calon tunangan gw." Ucap Zanna dengan memutar balikkan fakta sambil menunjuk ke arah Dea.


Plakkkkkk.


Dea tersulut emosi,dan menampar pipi Zanna dengan keras.


"Hebat ya lo,udah bikin fitnah demi ingin mengambil sesuatu yang dulu lo tinggalin,dan buat kalian yang mendengar semua ini terserah kalian semua percaya atau sebaliknya." Ucap Dea dengan keras,dia berusaha menahan air matanya karena teringan dengan Gavin yang pergi setelah operasi itu.


Sementara Bella hanya diam,karena dia tidak mengerti permasalahan mereka bertiga apa,tapi kalau soal operasi Bella tau.Tapi ucapan Zanna itu salah besar karena kenyataannya tidak seperti itu.


Tiba-tiba Farel datang dan bertanya kenapa pipi Zanna memerah.


"Ada apa Zanna." Tanya Farel tapi pandangan Farel tertuju pada Dea.


"Rel,Dea nampar gw." Ucap Zanna Drama.


"Tidak mungkin Dea menampar sembarang orang kalo lo gak cari masalah." Ucap Farel.Zanna merasa emosi sekaligus malu,karena Farel berpihak kepada Dea.


"Dea tolong jelaskan." Kali ini Farel bertanya pada Dea.


"Cukup jaga calon tunangan lo." Ucap Dea dengan menekan kata calon tunangan.


Farel di buat bingung,setelah itu Dea pergi di susul oleh Bella.Sementara di kantin banyak yang menghujat Zanna.


*Masih jaman fitnah orang


Kok munafik mbk nya


Nyatanya yang ngerebut bukan Delia


Sok cantik banget


Iya padahal masih cantikan Delia


Kurang belaian kali*


Masih banyak lagi yang menghujat Zanna membuat Zanna malu dan pergi dari kantin di susul Farel.


Memang keluarga Farel dan keluarga Zanna ingin menjodohkan mereka,karena kerja sama bisnis antara dua keluarga,Farel yang menolak keras tetap tidak bisa apa-apa,karena Farel jika menolak maka perusahaan keluarganya akan bangkrut.


Di lain tempat.


Dea dan Bella berada di taman.Dea diam sedari tadi sementara Bella berusaha mengajak Dea berbicara supaya Dea bisa lebih terbuka dengannya.


"Delia mau cerita gak sama gw."Tanya Bella pelan-pelan.


Dea langsung memeluk Bella dengan erat,Bella yang kaget reflek membalas pelukan Dea.


"Kalo lo belum siap cerita,gapapa kok gw gak berhak tau privasi lo karena gw orang asing." Ucap Bella lembut sambil mengelus kepala Dea.


"Maaf gw belum siap cerita sekarang." Ucap Dea melepas pelukannya,Bella membalasnya dengan senyuman.Bagaimanapun juga setiap orang mempunyai privasi yang tidak mungkin akan selalu di beritahukan pada semua orang.


Kadang mereka cuma jadi pendengar


Tanpa mau tau solusi permasalahan.


Akhirnya Bella mengajak Dea pulang.


"Udah ih jangan di pikirin terus,katanya ntar malem mau jalan bareng.Gak lucu tau gak kayak bukan Delia yang gw kenal." Ucap Bella.


"Hm." Balas Dea kembali dengan sifat dinginnya.


"Nah,gitu lebih baik.Meskipun lo dingin tapi gw sayang sama lo sahabat es gw." Ucap Bella.Dea tersenyum tipis mendengar ucapan Bella tanpa di ketahui Bella.


Sedikit demi sedikit,Dea dan Bella sudah mulai saling memahami satu sama lain.


***


Beberapa saat kemudian,mereka berdua sampai di rumah Dea.


"Haloooo Denaaaa , Sasyaaa inces Bella udah pulang...." Teriak Bella seperti di rumah sendiri, begitulah Bella semenjak tinggal di rumah Dea.


Awalnya rumah Dea yang sepi menjadi rame dengan hadirnya Bella.


"Haiiii kakak Bella cantik." Balas Dena dan Sasya . Sementara Dea berlalu saja dan pergi ke kamarnya.


"Woyyy ngapa bengong." Tanya Bella melihat Dena dan Sasya bengong.


"Eh itu,kak Dea kenapa." Tanya Dena.


"Iya kak Dea kok beda." Sambung Sasya.


"Hmmm bukannya emang Dea seperti itu ya." Jawab Bella,Bella tidak ingin memberitahu Dena dan Sasya atas apa yang terjadi tadi di kampus,karena dia ingin tau dulu tentang masalalu Dea lewat Dena dan Sasya.


.


.


.