High School Love Story

High School Love Story
HSLS 57



"Bangun sayang,maaf aku lengah." Ucap Gavin lembut sambil menyentuh pipi Dea,Gavin tidak tega melihat wajah Dea yang pucat.


Setelah itu Gavin cepat keluar dari ruangan Dea,saat keluar Gavin bertemu dengan Rico dan Beni sementara Bella sudah pulang.


"Beni bagaimana keadaan Adelia." Tanya Gavin serius.


"Beruntung Rico membawa nyonya secepatnya boss jadi aku masih bisa mengatasinya. Meskipun nyonya menghirup asap racun itu cukup banyak,tapi tubuh nyonya mampu menahannya bos." Ucap Beni . Beni memanggil Gavin dengan sebutan boss karena jasa Gavin sangat besar terhadap keluarga Beni.


Gavin menyekolahkan Beni dan kuliahnya sampai Beni sukses seperti ini ,karena dulu Beni telah menolong Gavin yang terluka parah akibat di pukul preman.


Back to Gavin..


"Ceritakan padaku semua detail kejadiannya tanpa kurang sedikitpun. " Ucap Gavin dengan nada dingin.


"Sepertinya boss harus lihat langsung biar semuanya jelas." Ucap Rico sambil menyerahkan flasdisk yang sudah ia bawa tadi dan juga laptop yang dibawakan Bella.


Gavin segera melihat isi flashdisk itu dengan sangat fokus,Gavin sangat emosi ketika melihat Zanna menjadi penyebab semua ini. Gavin tidak bisa mengampuni siapapun yang mengusik kehidupan Adelia,apalagi itu tentang nyawa.


"Besok aku mau semua orang yang terlibat dalam masalah ini ataupun yang berusahaa melindunginya sudah ada di ruanganku Rico." Ucap Gavin tegas.


"Baik boss." Jawab Rico.


"Beni aku mau kamu terus menjaga nyonya, kamu tau kan aku ingin semua yang terbaik. " Ucap Gavin yang di angguki oleh Beni.


"Rico ayo pulang ke apartemen." Ajak Gavin.


"Kamu tidak mau menunggu nyonya?." Tanya Rico.


"Tidak aku tidak mau Adelia melihatku sekarang, aku sudah mempersiapkan sesuatu untuk dia. Beni tolong jaga nyonya untukku." Ucap Gavin dan berlalu pergi di ikuti Rico,sebelum benar-benar pergi Rico sempat menggoda Beni.


"Awas jangan sampai kamu membuat salah kepada nyonya,karena dia adalah singa betinya si bos.. Haahhahaha." Ucap Rico dan menyusul Gavin.


Keesokan harinya Dea sudah sadar dan sudah sehat seperti biasanya meskipun masih merasa pusing. Dea memikirkan nasib skripsinya yang masih belum selesai tinggal 10% lagi,masa magangnya juga tinggal tiga hari lagi.


Dea tidak memikirkan masalah yang terjadi pada dirinya kemarin,karena Dea sudah tau banyak yang tidak senang dengan dirinya di kantor. Tapi Dea juga tidak akan diam begitu saja.


Beni sedang memeriksa keadaan Dea,Beni menyuruh Dea untuk istirahat di rumah sakit sampai besok,tapi Dea bersikeras inginn pulang karena akan menyelesaikan skripsinya.


Sehingga Beni kehabisan akal membujuk Dea sesuai perintah Gavin,jadi Beni membiarkan Dea pulang dan Beni langsung menghubungi Gavin. Gavin menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Dea sampai rumah dengan selamat.


Di kantor..


Gavin sampai di kantornya dengan keadaan emosi yang tidak stabil,mengingat perbuatan Zanna yang hampir menghilangkan nyawa Dea. Gavin juga khawatir dengan keadaan Dea yang sekarang,karena Dea belum sembuh total tapi dia keras kepala ingin pulang demi skripsinya.


Sesampainya di ruangan Gavin,di sana sudah ada Zanna,Brianna,dan OB yang menjadi suruhan Zanna.


"Kamu OB baru disini? dan sudah berani mencelakai seseorang yang penting bagi saya?." Tanya Gavin to the point.


"Mohon maaf pak,maaf,saya terpaksa karena anak saya sedang butuh banyak biaya untuk operasi." Ucap OB itu dengan nada bergetear.


"Tapi tidak harus dengan cara kotor seperti itu." Bentak Gavin.


.


.


.


:)))


jangan lupa vote nya yaaa