High School Love Story

High School Love Story
HSLS 50



Dea pergi karena dia teringat dengan Gavin,tidak mungkin dia jatuh hati dengan orang lain selain Gavin.Dea masih tidak menyadari kalau yang tadi berdansa dengannya adalah Gavin.


Yang Dea tau tadi itu adalah aroma yang hanya mirip dengan aroma Gavin.Dea takut mengecewakan Gavin makanya dia pergi.


"Gw gak mau ngecewain Alden,mungkin tadi cuma kebetulan aja." Ucap Dea sambil berlalu pulang.


Sementara Gavin merasa kecewa karena Dea tidak mengenali dirinya.Gavin pikir Dea sudah tidak peduli dengan Gavin,tapi kenyataannya tidak seperti itu.


"Gagal lagi." Ucap Gavin.


Dengan lesu Gavin berjalan menuju mobilnya dia sudah tidak berminat lagi dengan perayaan itu.Ternyata Brianna melihat semua yang Gavin dan Dea lakukan tadi,melihat bossnya berjalan menuju parkiran Brianna menyusulnya.


"Mohon maaf pak,acara masih baru di mulai pak Ray mau kemana." Tanya Brianna lembut.


"Saya sudah tidak berminat Lagi Anna,Dea pergi begitu saja padahal saya masih belum mengatakan yang sebenarnya.Bilang saja saya ada keperluan mendadak." Jelas Gavin,memang Gavin selalu bercerita tentang Dea kepada Brianna.


"Kenapa pak Ray menyerah begitu saja,kan masih ada satu rencana lagi.pak Ray segini saja sudah nyerah bagaimana dengan Nyonya Adelia yang sudah menunggu pak Ray selama empat tahun tanpa kepastian seperti yang di bilang tadi siang." Nasehat Brianna.Gavin yang menyuruh Brianna memanggil Dea dengan sebutan Nyonya,karena nanti Dea akan jadi nyonya Raymond.


Membuat Gavin berpikir sebentar dan kembali tersenyum.


"Kamu benar An,masih ada satu rencana lagi dan kali ini harus berhasil.Terimakasih Anna saya akan selalu ingat bantuan kamu." Ucap Gavin dan kembali ke lapangan.


Sementara Brianna menahan rasa sakit dan air mata,melihat Gavin yang sangat mencintai Dea.


***


Keesokan harinya Dea masuk kampus seperti biasa,semenjak kemarin dia bernyanyi banyak senior yang gencar ingin berkenalan dengan Dea.


Dea tidak menanggapinya karena bagi Dea itu sangatlah tidak penting yang Dea pikirkan sekarang adalah tugas skripsinya.


Saat sibuk dengan laptopnya,Dea di panggil ke ruang dosen oleh dosen fakultasnya.Dengan terpaksa Dea menurutinya.


"Dea,saya tau sekarang kamu di sibukkan dengan tugas skripsi untuk tahap akhir study kamu.Maka dari itu,kamu tidak harus membuat skripsi melainkan kamu harus magang di salah satu perusahaan besar yang tidak lama sudah dipindahkan ke Indonesia selama satu bulan."Jelas Miss Clara.


"Kenapa harus saya." Tanya Dea.


"Karena saya tau kemampuan kamu beda dengan temanmu yang lain,dan ini atas rekomendasi langsung dari CEO perusahaan itu.Beliau melihat kamu lebih menonjol daripada yang lainnya Adelia.Bagaimana apa kamu bersedia,ini juga salah satu persyaratan agar kamu bisa lulus di semester akhir."


"Baik Miss." Jawab Dea dan berlalu pergi.


Sementara Gavin tersenyum sangat puas dari balik layar laptop yanh terhubung dengan cctv ruangan dosen itu.Semua itu adalah hasil dari rencana Gavin dan ini adalah rencana terakhir Gavin untuk memberikan kejutan kepada Dea.


Di lain tempat,Dea merasa janggal dengan pernyataan Miss Clara tadi,kenapa harus dia yang magang di perusahaan itu.


"Yaudahlah biar cepat kelar." Ucap Dea pasrah.


Setelah itu Dea kembali ke kelasnya dan berpapasan dengan Juan.


"Eh Adelia,tadi lo di panggil Miss Clara kan? tandanya lo sama gw akan magang di satu perusahaan yang sama." Ucap Juan tiba-tiba,Dea mengangkat sebelah alisnya.


"Iya gw tadi dipanggil Miss Clara buat magang di perusahaan yang cukup berpengaruh besar di dunia bisnis tapi,tidak semua mahasiswa disini bisa magang di perusahaan tersebut.Yang gw tau cuma lo,Farel,sama Zanna." Sambung Juan.Dea menjadi malas mendengar nama Farel dan juga Zanna tapi bagaimana lagi,dia harus menjalaninya.


Jadi bukan cuma gw,syukurlah.Batin Dea.


"Hm gw permisi."Respon Dea.


Memang Gavin merencanakan semua itu dengan melibatkan orang-orang di sekitar Dea,supaya Dea tidak curiga.


.


Terimakasih buat yang udah ngikutinn terus sampai di sini:)