
Dukung author dengan vote dan comment nya. Terima kasih.
Happy reading (◠‿◕)
"Seungwoo hyung gue telpon ambulans dulu."
"Ok Bin, gue jaga Byungchan. Chorong noona tolong jaga Naeun yah."
"Iya Woo, nggak lo suruh juga gue bakal jagain Naeun."
Beberapa menit kemudian datanglah ambulans dua dan membawa Naeun dan Byungchan ke rumah sakit bersama Seungwoo dan kawan kawan.
Sesampainya disana Byungchan dimasukkan ke ICU dan Naeun ditangani di UGD.
"Hyung gimana nih? Byungchan hyung dan Naeun noona bakalan baik baik aja kan?!" Tanya Subin khawatir.
"Kita berdoa aja supaya mereka semua selamat dan nggak ada luka serius."
"Benar kata Seungwoo, lo jangan terlalu panik Bin."
"Mending lo tenangin diri lo dan duduk disana bareng Hayoung."
Dokter dari ruang UGD pun keluar dan membawa kabar untuk Seungwoo.
"Jadi kalian ini siapanya pasien?"
"Kami sahabat nya dok, bagaimana keadaan sahabat kami Naeun?" Tanya Seungwoo.
"Dia baik baik aja, cuma sedikit luka ringan di kepala. Bentar lagi bisa di bawa ke ruangan biasa dan kalian bisa menjenguknya kalo mau. Tapi jangan lama lama karena ia butuh istirahat." Ucap dokter tampan Zhang Yixing itu.
Mendengar perkataan dokter membuat Seungwoo, Chorong, Subin, dan Hayoung lega. Tak sadar Chorong memeluk Seungwoo.
"Maaf, gue nggak sengaja Woo."
"Nggak papa noona, lo sengaja juga gue tambah senang."
"Disaat gini masih aja lo gombal hyung, pikirin Byungchan hyung kek."
"Tau nih, dasar Seungwoo tukang gombal!" Ucap Chorong memukul pelan Seungwoo.
Tak lama setelah dokter Naeun keluar tadi, dokter Byungchan juga keluar dari ICU.
"Apa ada keluarga atau teman pasien?"
"Saya sahabat nya dok, bagaimana keadaan Byungchan?"
"Saya menyampaikan kabar buruk dan kabar baik."
"Kabar baik nya apa dok?" Tanya Subin
"Byungchan bisa kami selamatkan jika tidak cepat dibawa ke sini."
"Terus kabar buruk nya?" Kali ini Chorong bertanya.
"Sayangnya, ada pecahan kaca yang terkena retina mata Byungchan pada saat kecelakaan tadi. Jadi, dia mengalami kebutaan di kedua matanya." Jelas dokter tersebut.
"Apa?! Dokter nggak bercanda kan?! Nggak mungkin sahabat saya buta!!" Ucap Seungwoo tak percaya.
"Memang begitu kenyataannya, kalo begitu saya undur diri dulu karena masih ada pasien lain."
"Bagaimana ini noona? Kita harus bilang apa ke Byungchan nanti kalo dia tau semua ini?!"
"Tenang Woo, semua pasti ada jalannya. Kita bisa bicarakan ini baik baik sama Byungchan."
"Tapi mental Byungchan pasti akan down kalo mendengar ini semua!!"
"Harusnya gue nggak berkelahi di atas mobil tadi." Kesal Seungwoo pada dirinya.
"Ini bukan salah lo Woo, lebih baik kita ke ruangan Naeun dulu." Balas Chorong.
"Naeun pasti juga akan terpukul mendengar ini semua kalo dia sudah sadar nanti." Lanjut Hayoung.
"Hayoung noona benar hyung, Naeun noona lebih sedih dari kita nanti. Hyung tau kan kalo Naeun noona suka sama Byungchan?!"
Mereka pun pergi ke ruangan tempat Naeun dirawat inap.
"Gue sama Chorong bakal jaga Byungchan dan Naeun. Kalian berdua pulang aja. Udah malam ini."
"Tapi kita juga mau jaga mereka hyung." Pinta Subin ke Seungwoo.
"Lo pulang aja sama Hayoung Bin, besok balik lagi kesini buat jenguk. Kalian harus istirahat biar nggak sakit" Ujar Chorong.
"Ayuk Bin, benar juga kata Chorong eonni. Kalo kita berdua sakit yang ada Chorong eonni sama Seungwoo bisa tambah repot." Ucapan Hayoung membuat Subin akhirnya bisa pulang.
Keesokan harinya, Chorong berada di kamar bersama Naeun dan Seungwoo diluar untuk berjaga.
"Eonni."
"Eonni bangun." Ucap Naeun yang sudah sadar.
"Naeun lo udah sadar?" Pertanyaan Chorong dianggukin Naeun.
"Dari tadi lo sudah sadar?" Pertanyaan itu sekali lagi diangguk Naeun.
"Eonni nggak papa? Yang lain gimana?"
"Gue sama Seungwoo luka kecil doang. Subin sama Hayoung pulang kerumahnya untuk istirahat kemaren."
"Byungchan gimana?" Pertanyaan itu membuat Chorong terdiam dan kaku.
"Dia baik baik saja kan?! Gue mau lihat Byungchan."
"Naeun lo baru sadar, gue bawa Lo ke Byungchan kalo lo sudah lebih mendingan." Ucap Seungwoo tiba tiba masuk.
"Janji yah Woo?!"
"Makanya makan dulu bubur lo supaya bisa sehat."
Naeun yang mendengar perkataan Seungwoo langsung melahap bubur nya dengan cepat cepat.
"Awas kesedak nanti, pelan pelan saja napa. Dasar bucin!!"
"Ih lo juga bucin Woo!! Malah ngejekin yang sesama bucin."
Akibat lawakan Naeun, Seungwoo dan Chorong ikut tertawa. Kemudian Subin datang bersama Hayoung membawa beberapa buah buahan dan bunga.
"Maaf lama hyung, gue susah pilih bunganya. Cantik semua."
"Elah, yang pilih itu gue tau! Lo mah asik melamun diluar toko bunga."
"Nih noona, bunga dan buah buahan buat lo." Ucap Subin memberikan nya ke Naeun.
"Makasih Bin, gemes gue lihat lo yang manis ini."
"Btw, gue boleh jenguk Byungchan nggak sekarang?" Tanya Naeun .
"Ya udah ikut gue."
Seungwoo mengajak Naeun ke ruangan ICU. Dan Naeun dipegang oleh Chorong untuk berjaga jaga.
"Byungchan disini?" Tanya Naeun.
"Masuk aja, lo sama Chorong masuk duluan. Biar gue, Subin, sama Hayoung belakangan."
Kriek
Air mata Naeun menetes setelah melihat Byungchan tak berdaya di atas ranjang pasien. Apalagi pas melihat mata Byungchan yang tertutup perban ia langsung tau kalo Byungchan buta.
"Byung, lo kenapa bisa begini? Gimana caranya lo bisa ngajak gue jalan kalo keadaan lo seperti ini."
Tangisan Naeun yang kencang perlahan membuat Chorong merasa bahwa keputusan Chorong melepas Byungchan itu benar. Ia melihat tatapan tulus dari Naeun saat melihat Byungchan.
"Gue rasa keputusan gue memang benar, lo beruntung Byung bisa mendapat seseorang seperti Naeun yang mencintai lo dengan sangat tulus."