High School Love Story

High School Love Story
S2#10



Sesampainya di rumah Gia.


"Selamat malam epribadeh,Gia yang cantik dan imut ini comback bersama Iffy yang gak cantik-cantik amat dan juga Zea yang setia menjadi guru pembimbing." Teriak Gia masuk ke dalam rumah.


"Hmm mulai lagi." Ujar Zea lirih sambil menatap mereka berdua.


"Woy gue juga cantik kali,sebelas duabelas sama tante Dea." Seru Iffy.


"Hah apa gue gak denger? Yakali lo mirip mom gue,lo tuh lebih mirip sama-." Ucapan Gia terpotong setelah Dea menjewer telinga Gia.


"Astaga Giaaa,mom kan sudah bilang kalo masuk rumah itu salam dulu ini kenapa teriak-teriak gini hah? mau bikin mom jantungan lagian kenapa sekarang kamu jadi bar-bar sih nak." Ucap Dea panjang kali lebar.


"Hehe maaf mom kelepasan tadi,biasa kalo udah bareng sama Iffy jiwa bar-bar Gia meronta-ronta mom. Oh ya mom kenalin ini Zea yang waktu itu Gia pernah ceritain ke mom dan dad." Ujar Gia.


"Assalamualaikum tante,selamat malam saya Zea temannya Gia sama Iffy." Seru Zea sopan.


"Waalaikumsalam iya Zea saya Dea mommynya Gia. Ayo masuk tante masak makanan yang banyak." Ajak Dea sengaja meninggalkan Gia dan Iffy.


"Lah mom,Gia sama Iffy gak di ajak nih?." Tanya Gia setengah teriak. Dea pura-pura tidak mendengar ucapan Gia.


"Ah tante Dea curang,masak cuma Zea yang di ajak masuk berasa di anak tirikan ini gue." Cerocos Iffy.


"Eh pengacau ini semua gara-gara lo kalo aja lo gak ngajakin gue adu mulut mom gak bakalan ngetiriin gue." Seru Gia.


"Yang ada lo duluan ngatain gue." Jawab Iffy tidak terima.


"Emang bener kan lebih cantik gue daripada lo."


"Gak bisa gitu,gue juga cantik kata mama."


"Iya cantik kalau dilihat dari lubang sedotan."


"Astaga Gia,Iffy kalian mau sampe kapan berdiri disitu?." Teriak Zea dan langsung menarik tangan mereka berdua meskipun kuping Zea terasa panas mendengar bacotan mereka yang unfaedah.


Setelah sampai di ruang keluarga,di sana sudah ada Gavin,Gio,dan Kenzo sementara Dea sedang memasak di dapur.


"Abangggg." Teriak Gia berhambur ke pelukan Gio. Gio membalas pelukan Gia.


"Oh iya kenalin dia Zea sahabat Gia dan juga Iffy." Seru Gia.


Zea mengangkat kepala dan tatapan matanya bertemu dengan Gio.


Degg... Entah kenapa Zea merasa ada yang lain di dalam hatinya.. Memang saat masuk pertama tadi Zea tidak melihat Gio karena Gio sedang berada di kamar mandi.Zea segera mengakhiri tatapannya begitu juga Gio.


"Udah lama,giliran gue mau peluk bang Gio." Seru Iffy dan berhambur ke pelukan Gio,Gio dengan senang hati membalas pelukan Iffy karena Gio sudah menganggap Iffy seperti adik kandungnya sendiri.


"Dasar pengacau." Geram Gia. Iffy menatap Gia dengan tajam,memang hanya Iffy yang berani dengan Gia.


"Apa gak terima hah?? bilang ayo sini selesain." Ucap Gia.


"Gianaaa." Seru Gavin,membuat Gia diam seribu bahasa dan langsung berhambur ke pelukan Gavin,Gavin tidak benar-benar marah dengan putri kesayangannya itu.


"Aaaa Daddy,jangan marah ya nanti Gia kiss daddy oke." Ujar Gia dengan puppy eyesnya.


"Dad gak marah sayang,dad cuma gak mau kamu bertingkah seperti anak laki-laki. Lihat teman kamu Zea dia lemah lembut." Seru Gavin sambil mengelus sayang kepala Gia.


"Wow Zea,tadi tante Dea sekarang om Al lo taklukin juga apa jangan-jangan nanti bang Gio juga lo taklukin." Heboh Iffy tanpa tau kalau mereka semua menatap Iffy dengan tajam.


"Iffyyy." Peringatan dari Gio.


Sementara Zea hanya diam dan tersenyum,tetapi di balik senyum seorang Zea dia merasa iri dengan keluarga Gia yang sangat menyayangi Gia.Tanpa Zea sadari ternyata Dea melihat semua gerak-gerik Zea,Dea juga sebenarnya sudah tau masalah hidup Zea dari Gia dan Iffy jadi Dea juga merasa kasihan dengan Zea.


Tiba-tiba Dea memeluk Zea,Zea yang mendapat perlakuan itu memekik kaget. Tapi Zea tidak munafik kalau pelukan dari Dea sangatlah nyaman Zea juga merasa mempunyai ibu kandung kembali.


"Tante ngerti kamu pasti merasa sendirian,tante bisa melihat raut wajah kamu nak. Kamu tidak perlu sungkan anggap kita semua di sini keluarga kamu.Kamu teman anak kami yang berarti kamu juga bagian dari keluarga kami." Jelas Dea membuat Zea berkaca-kaca.


"Terimakasih tante." Hanya itu yang mampu Zea ucapkan kepada Dea.


"Uuuuu Zeakuu." Seru Iffy dan langsung memeluk Zea,Zea dengan senang hati menerima pelukan Iffy.


Sementara Gavin mengeryitkan dahinya heran,kenapa putrinya itu tidak melakukan hal yang sama seperti Iffy kepada Zea. Merasa ditatap daddy nya akhirnya Gia buka suara.


"Kenapa dad?." Tanya Gia.


"Kamu gak mau memeluk Zea seperti Iffy." Tanya Gavin.


"Eh iya Zea peluknya nanti aja ya,gue lagi berada di zona nyaman pelukan daddy. Nanti gue puasin lo peluk gue oke." Seru Gia dengan wajah polosnya membuat semua orang yang ada di sana tertawa.


.


.


...