High School Love Story

High School Love Story
HSLS 66



***


Hari ini adalah hari bahagia bagi Dea dan Gavin karena hari ini akan di langsungkan akad nikah di kediaman Dea dan juga nanti malam akan ada pesta resepsi pernikahan yang sangat mewah.


Dea maupun Gavin merasa sangat gugup dan tegang. Gavin berusaha setenang mungkin supaya lancar mengucap ijab ,sementara Dea takut kalau Gavin salah menyebut namanya.


Tepat jam 9 pagi ijab qobul di langsungkan.


"Saya terima nikah dan kawinnya Adelia Dwi Safarana Krismantara binti Steve Krismantara dibayar tunai." Ucap Gavin dengan sangat lancarnya.


"Bagaimana para saksi? Sahhh."


"Sahhhh." Jawab semua orang,meskipun hanya di hadiri keluarga inti saja.


Semua merasa lega saat Gavin sudah mengucap Ijab begitupun Dea yang bernafas lega. Setelah itu Dea di dampingi Dena dan Sasya menuju Gavin.


Gavin terpana melihat kecantikan Dea yang sangat berbeda dari biasanya,aura kecantikan Dea bertambah berkali-kali lipat.


Setelah itu Dea mencium tangan Gavin sementara Gavin mencium kening Dea,dan mereka bertukar cincin di depan kedua keluarga.


Setelah itu mereka berdua bersalaman meminta restu kepada kedua orang tua.


"Nak,ayah titip putri ayah tolong jaga dia baik-baik." Ucap Steve berbisik di telinga Gavin, Gavin mengangguk mengiyakan.


"Patuhi semua perintah suamimu,turuti kemauannya dan layani selayaknya seorang istri." Pesan bunda Anggi kepada Dea sambil meneteskan air mata.


Sama dengan kedua orang tua Gavin, mereka juga berpesan hal yang sama seperti orang tua Dea.


Setelah itu mereka di suruh untuk beristirahat karena nanti malam mereka harus melangsungkan resepsi pernikahan.


Di kamar Dea.


"Alhamdulillah akhirnya kita bisa bersama juga." Ucap Gavin.


"Iya setelah aku nunggu kamu selama empat tahun." Jawab Dea.


"Maaf sayang,tapi itu semua demi kamu."


"Iya sayang aku percaya."


"Mau makan hmm." Tanya Gavin lembut


" Iya laper." Ucap Dea manja.


"Yaudah aku ambil makanan dulu,kamu pasti capek udah dirias dari pagi."


"Iya sayang."


Setelah kepergian Gavin,Dea merasa masih belum menyangka kalau sudah resmi menjadi istri Gavin.


"Tuhan semoga laki-laki yang bersamaku saat ini akan menjadi yang terakhir di dalam hidup aku." Ucap Dea lirih.


Tak lama kemudian,Gavin kembali membawa satu piring nasi dan air di tangannya.


"Kok cuma satu yang."


"Aku suapin sayang."


"Iya udah istriku yang cantik."


Setelah mereka berdua makan,Gavin dan Dea bersih-bersih dan istirahat sebentar setelah itu Dea kembali bersiap untuk di rias begitu juga Gavin.


***


Malam harinya.


Rumah Dea sudah dipadati oleh tamu-tamu yang mereka undang. Mulai dari teman-temannya , rekan bisnis dan juga para kolega-kolega yang sudah terkenal di berbagai mancanegara.


Dea tidak menyangka acara resepsi pernikahannya akan se meriah ini.


"Selamat bro. Jagain kakak ipar gw." Ucap Fano.


"Iya do'ain juga semoga kita cepat nyusul lo." Sambung Rendy.


"Iya kak De,jangan lupa juga cepet kasih kita keponakan yang lucu-lucu." Goda Dena membuat pipi Dea bersemu merah.


"Aduhhh Denaa, gak liat tuh muka kakak kalian udah seperti kepiting rebus." Celetuk Bella.


"Ah iya boss liatlah muka nyonya." Sambung Rico membuat Dea merasa semakin malu.


" Berhenti lah menggoda istriku,apa kalian masih belum puas melihat dia sangat malu seperti itu." Goda Gavin. Membuat Dea merasa semakin kesal.


"Boss sepertinya ibu negara marah." Ucap Rico.


"Tenang sayang nanti aku akan mebayarnya." Ucap Gavin membuat Dea merasa heran.


Setelah acara salam-salaman. Resepsi pernikahan telah selesai membuat Dea mendengus kesal karena terlalu banyak tamu yang di undang.


Kali ini Dea berada di dalam kamar,Sementara Gavin masih bersih-bersih di kamar mandi. Dea merasa sedikit canggung dengan suasana kali ini.


Setelah Gavin selesai mandi giliran Dea yang masuk ke dalam kamar mandi. Gavin dengan santainya memakai pyama tidur yang sudah di siapkan Dea.


Beberapa saat kemudian Dea selesai mandi,dia terus saja melihat ke arah Gavin dia bingung apa yang harus di lakukannya kali ini.


"Kenapa diam saja sayang. Ayo kita buat dede." Goda Gavin.


"Ternyata suamiku ini mesum juga yaa." Jawab Dea berusaha menghargai Gavin.


"Apa kamu siap sayang?." Tanya Gavin,karena Gavin tidak mau memaksakan kehendaknya.


"Iya sayang." Jawab Dea yakin karena bagaimanapun juga Gavin sudah berhak atas dirinya.


"Tenang sayang santai,aku akan pelan-pelan." Ucap Gavin lembut.


Jadilah malam itu,sebagai malam pertama antara Gavin dan juga Dea. Mereka saling melengkapi satu sama lain.


.


.


.


Masih tetap lanjut kok ceritanya:)))