High School Love Story

High School Love Story
Perjodohan



Acara Reuni besar besaran diadakan disebuah hotel mewah mereka yang sudah cukup berumur mencoba mengenang kembali masa muda masa perjuangan sebelum sukses seperti sekarang


Tak terkecuali mahendra dan anton wijaya mereka dulu adalah teman satu angkatan berjuang bersama dari nol dan saling membantu


Mahendra memegang peran dalam kesuksesan anton pasalnya dialah yang membimbing dan meminjamkan modal hingga anton sukses dan memiliki beberapa perusahaan sendiri


"mahendra, sudah lama sekali tidak bertemu kau selalu saja sibuk dengan urusan pekerjaan" ucap anton sembari berpelukkan dengan sahabat sedari kecilnya itu


"ahh ya kau benar aku harus turun tangan sendiri menangani usahaku kau tau kan putraku ada diluar negeri dan baru saja kembali, setelah ini aku mungkin akan pensiun mengingat umur dan anakku sudah layak menggantikanku"


"ya arga pasti sudah dewasa sekali dia" candaan mereka renyah


"bagaimana dengan keluargamu"


"semuanya baik putiku sudah duduk dibangku kelas 2 sma"


"anton apakah kau ingat kesepakatan kita untuk menjodohkan anak anak kita"


"tentu saja, kita akan mengatur itu mereka juga mungkin perlu sedikit bujukan"


"jangan khawatir mereka pasti mau mengabulkannya, kita harus jadi besan" mahendra tertawa diiringi anton


***************************************


Rita duduk bersantai dibalkon sambil membaca novel barunya, dia sangat serius bahkan tidak menyadari kehadiran mamanya yang menerobos masuk setelah penggalian dan ketukan pintu tidak dihiraukan oleh rita


"sayang incesnya mama ngapain aja sih, sampe mama panggil gak nyaut"


"maaf ma, tadi keasikan baca novel"


"hmmm, yaudah lanjutin nanti lagi ya papa udah nungguin di meja makan tuh"


"iya ma, yuk turun" rita melangkahkan kaki meninggalkan kamarnya


"selamat malam papa sayang" rita berambur memeluk papanya ya memang dia selalu bersikap manja dan kekanak kanakan bahkan sering merengek seperti anak kecil saat permintaan tidak terpenuhi.


"malam inces papa" ucap anton lembut membelai rambut putrinya


Makan malam mereka tidak pernah sepi karena selelu ada saja tingkah laku rita yang mengundang gelak tawa.


"inces, ada yang papa mau omongin sama kamu" tatapan anton mulai serius


"ada apa sih pa, serius banget" rita tak kalah bingung


"kamu ingat om mahendra kan, teman papa" rita hanya mengangguk


"kami sudah sepakat dari dulu untuk menjodohkan kalian" anton mengatakan dengan santai


"ihhhh papa kok dijodohin sih rita kan masih sekolah, lagian ini udah tahun berapa masih dijodohin segala kek rita gak laku aja" dengus rita kesal


"bukan gitu sayang tapi ini sudah menjadi kesepakatan, om mahendra berjasa pada keluarga kita hingga papa sukses seperti sekarang, kamu mau ya membantu papa membalas jasa mereka" anton meyakinkan putrinya


"tapi paaa gimana sekolah rita"


"itu tidak masalah toh masih tunangan kan"


Rita hanya mengangguk pasrah "baiklah, rita akan menerima perjodohan ini, ini demi keluarga kita"


"benarkah, papa senang sekali kamu memang putri kesayangan papa" anton memeluk erat putrinya itu dan hanya dibalas senyum terpaksa dibibir rita mencoba menerima perjodohan.


******************************************


Di rumah keluarga mahendra


Arga sedang serius menatap laptop diruang kerjanya, kehadiran papanya membuat sedikit terkejut


"papa tumben jam segini belum tidur" sapa ramah arga


"papa hanya melihat anak papa, kamu terlalu sibuk bekerja arga kamu sadar usiamu seharusnya sudah menikah dan memberikan papa cucu" desak mahendra


"ayolah pa jangan tanyakan ini lagi, hampir setiap hari papa membahasnya, arga masih mau fokus dengan karir"


"kau lihat papamu tidak muda lagi nak, apa kau tega jika papamu mati dan belum sempat menimanng cucu" suara yang sengaja dibuat buat putus asa


"baiklah arga akan mencari calon dan segera minikah"


"kamu tidak perlu mencarinya papa akan menjodohkan kamu dengan putri dari om anton apa kamu setuju dia baik cantik dan dari keluarga yang baik baik


" paa apakah harus dijodohkan, arga bisa mencari sendiri.


"mencari yang seperti mantanmu intan itu tidak arga ayah hanya setuju kamu menikah dengan pilihan papa pap tidak mau kamu terjebak lagi, lagi pula ini sudah kesepakatan kami sejak muda untuk menjodohkan kalian kelak jika sudah dewasa" mahendra menegaskan pada putranya


Arga yang mendengar nama intan menjadi kacau dan tidak mau berdebat dengan papanya ia tau sekeras apapun mencoba ia tidak akan bisa menentang kemauan ayahnya


"baiklah pa, arga akan menuruti perjodohan ini"


"bagus arga papa akan siapkan semuanya, minggu depan kalian akan bertunangan, siapkan dirimu nak dan jangan kecewakan papa"


"Iya pa arga mengerti"jawab arga pasrah tanpa perlawanan


Dia langsung beranjak menuju kamarnya badannya dilempar keatas ranjang King size sesekali mengusap kasar wajahnya memikirkan perjodohan yang direncanakan papanya bahkan calon tunangannya pun ia belum tau


Hayyy viewers terus dukung karyaku ya, beri like agar aku tetap semangat menulis 😘