High School Love Story

High School Love Story
S2#05



"Gia,apa ada masalah?." Tanya Gio,membuat semuanya melihat ke arah Gia.


"Eh engga kok bang,Gia ke kamar dulu ya cape banget ini.Maaf ya tante,om Gia pamit dulu." Ucap Gia dan berlalu pergi,semua orang di buat bingung oleh sikap Gia.


"Eh Iffy susul Gia dulu ya." Pamit Iffy dan langsung menyusul Gia.


Iffy menyusul Gia ke kamarnya.


"Gi,gw masuk ya." Tanpa mendengar jawaban Gia,Iffy langsung masuk,dan mendapati Gia yang tengah menahan sakit.


"GIA ,lo kenapa.?" Panik Iffy.


"Gw.. Gabisa .. Nafas." Ucap Gia terengah.


Brukkk... Gia jatuh pingsan membuat Iffy berteriak memanggil semua orang.


"Abang Gioooo,Kenzooooo." Teriak Iffy.


Sementara di ruang keluarga,Gio dan Kenzo langsung berlari ke kamar Gia di susul Gavin dan lainnya.


"Astaga Giaa." Teriak Gio.


Gio langsung menggendong Gia menuju mobil.


"Kenzo,Iffy kalian ikut abang duluan biar nanti yang lain nyusul." Iffy dan Kenzo mengangguk mereka berempat berangkat menggunakan mobil Gio di belakang mereka ada mobil Gavin.


"Bang Gio,lebih cepat lagi Gia udah pucet banget bang." Ucap Iffy sambil menangis.


Sementara di mobil Gavin,Dea tidak henti-hentinya menangis di pelukan Dena.


"Kak Dea tenang ya,Gia pasti kuat." Ucap Dena.


"Iya sayang,Gia anak kita pasti kuat. Dia tidak mungkin ninggalin kita." Ucap Gavin,sejujurnya Gavin lebih takut dan khawatir tapi sebisa mungkin Gavin menyembunyikannya.


Beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit.Kenzo langsung turun mengambil brankar,sementra Gio mengeluarkan Gia dari mobil. Setelah itu Gia dibawa masuk ke ruang IGD.


Sambil menunggu pemeriksaan Gia,Gio bertanya kepada Iffy kenapa Gia menjadi seperti ini. Karena Gia tidak akan kambuh kalau tidak ada yang mengganggu pikirannya.


"Iffy jelasin sama abang,apa sebelum ini terjadi sesuatu di sekolah dengan Gia." Tanya Gio dingin,jujur Iffy sangat takut kalau Gio sudah begini.


"Tadi pas mau pulang Gia masih baik-baik aja,tapi setelah ngomong sama Devan,Gia berubah jadi diam sampai ke rumah.Aku tanya juga Gia gak jawab." Jelas Iffy.


"Punya fotonya." Tanya Gio. Iffy memberikan hp nya yang berisi foto Devan yang ada di grup chat kelasnya.


"Ini kan cowok yang ngeliatin gw sama Gia terus pas di kantin." Ucap Kenzo.


"Kenzo,ikut gw sekarang." Ajak Gio.


"Baik bang." Jawab Kenzo patuh.


"Gio,jangan melewati batas." Ucap Dea.


"Habisi semua yang mengusik ketenangan adikmu Gio." Bisik Gavin. Memang jika sudah menyangkut masalah Gia,Gavin tidak akan segan-segan melakukan hal yang bisa melampaui batas.


Sementara di lain tempat.


Devan sedari tadi tidak fokus latihan,dia memikirkan ucapannya terhadap Gia. Devan merasa bersalah karena mengucapkan hal yang sangat memalukan bagi Gia.


"Arghhh bodoamat,kenapa gw jadi mikirin si Gigi sih." Frustasi Devan.


Beberapa saat kemudian Gio dan Kenzo sampai di sekolah Gia,Gio melihat seorang laki-laki yang sedang berlatih basket sendirian.


Tanpa basa-basi Gio langsung menghampiri Devan dan menghajar Devan,beruntung Kenzo segera menghentikan Gio. Karena Devan sudah babak belur akibat Gio.


"Bangs*t,siapa lo dateng-dateng mukul gw hahh?." Ucap Devan dengan emosi sambil mengelap ujung bibirnya yang berdarah.


"Kenapa? Ini belom sebanding atas apa yang lo lakuin terhadap adik kesayangan gw." Ucap Gio.


"Adik lo? Bahkan gw gak tau adik lo yang mana." Jawab Devan.


"Giana Zafra." Ucap Kenzo dingin.


Devan mulai bergelut dengan pikirannya.


"Apa yang udah lo katakan sama Gia,sampai Gia kolaps." Tanya Gio dingin.


"Gw ngatain dia murahan kenapa?." Ucap Devan menantang Gio.


"Anj*!g lo." Teriak Gio dan memukul Devan,kali ini bukan hanya Gio yang memukul Devan tapi Kenzo juga memukul Devan ,karena dia tidak terima spupu tersayangnya di katakan seperti itu.


"Emang bener kan dia murahan,kalau enggak kenapa dia selalu berganti pria,mulai dari lo,om-om,dan murid baru ini." Jelas Devan.


"Asal lo tau,gw abang kandung Gia,ini spupu Gia,dan yang lo bilang om-om itu bokap gw. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Gia,lo gak akan pernah bisa lepas dari gw." Ancam Gio.


Tiba-tiba hp Gio berbunyi,ada panggilan masuk dari Iffy.


_Halo ada apa Fy.


_Mendingan bang Gio sama kenzo balik sekarang,Gia udah sadar dan nyariin bang Gio sama kenzo.


_Oke abang sama kenzo balik sekarang.


Tut.


"Balik sekarang,Gia udah sadar dan nyariin kita."


Setelah kepergian Gio dan Kenzo.Devan mematung di tempatnya,Devan merasa sangat bersalah kepada Gia.


"Jadi mereka itu keluarga Gia. Bodoh banget sih lo Dev sampe nyelakain anak orang." Ucap Devan kepada diri sendiri. Devan masih memikirkan kenapa Gia sampai kolaps.


_Gw harus minta maaf sama Gia_ Batin Devan.


Di rumah sakit....